Sukses

Manor Racing Pencetak Juara Dunia F1, Lewis Hamilton

Liputan6.com, Jakarta - Muka gemas menatap ke layar televisi. Banyak orang jadi saksi kala Rio Haryanto, pebalap pertama Indonesia di ajang Formula One (F1) melakoni debutnya.

Di sejumlah daerah, ajang nonton bareng digelar. Rio terus dipantau ketika bertarung di GP Australia.

Manor Racing jadi nama yang tiba-tiba banyak diperbicangkan. Tentu saja, tim ini tak seperti Mercedes, Ferrari, dan Williams yang ditukangi pebalap dengan nama dan talenta besar.

Sejak Rio Haryanto resmi bergabung sebagai pebalap kedua di Manor Racing, tim yang berdiri sejak 1990 itu jadi perbincangan. Manor terkejut dengan dukungan dari publik dalam negeri.
Pebalap Manor Racing asal Indonesia, Rio Haryanto, menyapa penggemar sebelum memulai balapan F1 GP Australia di Sirkuit Albert Park, Minggu (20/3/2016). (AFP/Paul Crock)
Di arena balap kelas single-seater, Manor lahir berkat keputusan John Booth yang  gantung setir dan berniat membuat sebuah tim.

Sejak itu, Manor berhasil memenangkan 190  balapan dan 19 seri balap seperti British Formula 3, Formula Renault, dan Formula Three Euroseries.

Punya bekal prestasi yang menjanjikan di balap single-seater, Manor melirik ajang yang lebih bergengsi. Pada 2009, Manor mengajukan permohonan agar bisa berpartisipasi dalam musim balap F1 tahun 2010.



Saat debut perdana di F1 nama Manor Grand Prix dipilih. Seiring berjalannya waktu, Manor sempat berlaga dengan nama Virgin Racing (2010-2011) dan Marusia F1 Team (2012-2015) karena tuntutan sponsor.

Cetak pebalap dunia

Manor bisa dibilang sukses dalam mencetak sejumlah pebalap bertalenta, termasuk Lewis Hamilton, Kimi Raikkonen, Paul di Resta, Jason Plato, Oliver Jarvis, Marck Hynes, Antonio Pizzonia, dan Matt Griffin.

Lewis Hamilton tercatat sebagai pemegang tiga gelar F1 Wolrd Champion. Kimi Raikkonen merupakan pemilik gelar di musim 2007.
Kimi Raikkonen saat berlaga di ajang Renault 2000
Saat di Manor, Kimi menjuarai Formula Renault 2000 IK Winter Championship pada 1999 dan Formula Renault 2000 UK pada tahun 2000.

Sementara itu, kerjasama Rio Haryanto dengan Manor Racing tak bisa dibilang baru. Sebab, Rio pernah berlaga di bawah payung Manor pada ajang G3 Series selama dua musim.
Foto: Alastair Staley/LAT Photographic
Pada musim 2011, Rio yang kala itu bergabung dengan Marussia Manor Racing berhasil memenangkan dua seri dengan perolehan 31 poin dan berhasil menempati urutan 7.

2 dari 4 halaman

Hamilton berjaya di Manor

Sejumlah nama besar pernah bargabung bersama Manor Racing. Sebut saja Kimi Raikkonen dan Luwis Hamilton.

Hamilton yang pernah menjuarai F1 musim 2008, 2014, dan 2015 itu pertama kali gabung dengan Manor Motorsport di Formula Renault UK. Saat itu, 2001, Hamilton menduduki peringkat ke-5. Sukses besar baru terjadi pada 2003. Pebalap berkebangsaan Inggris ini menang besar. Dari 15 seri balapan, ia memenangkan 10 laga dengan 11 pole position.

Hamilton juga mengikuti sejumlah kejuaraan bersama Manor Motorsport di tahun yang sama. Seperti British Formula 3, Korea Super Prix, dan Macau Grand Prix.

Selain cerita manis, karir Hamilton di Manor turut diwarnai dengan sejumlah insiden. Saat mengikuti British Formula 3 Championship di 2003, Hamilton mengalami tabrakan dengan teman setimnya, Tor Graves. Saat itu ia harus dilarikan ke rumah sakit.

Perpisahan Hamilton dengan Manor Motorsport terjadi di 2005. Pebalap yang sekarang berkarir bersama Mercedes ini berlaga di Formula 3 Euro Series. Saat itu ia bergabung dengan tim ASM Formule 3.

Catatan gemilang lainnya juga dialami Kimi Raikkonen. Senior Luwis Hamilton di Manor Motorsport ini pernah menjuarai Formula Renault 2000 UK Winter Championship. Catatan di 1999, pria berkebangsaan Finlandia tersebut menorehkan 4 kali kemenangan dan 4 kali pole position.

Kimi bergabung dengan Manor Motorsport selama dua musim. Di musim keduanya, 2000, ia menjuarai Formula Renault 2000 UK. Dari 10 laga, Kimi membawa pulang tujuh piala kemenangan. Dari Manor Motorsport, Kimi berlabuh ke Red Bull Sauber Petronas.

3 dari 4 halaman

Prestasi Manor di Formula One

Musim 2016 jadi ajang pembuktian pebalap berbakat asal Indonesia, Rio Haryanto di ajang Formula 1. Ia memulai karir di kasta tertinggi itu dengan bergabung ke Manor Racing.

Manor Racing telah memulai kiprahnya di Formula 1 sejak musim 2010. Manor sendiri bukanlah tim papan atas sepanjang keikutsertaannya dalam ajang balap itu.

Manor Lahir lahir berkat keputusan John Booth yang  gantung setir dan berniat membuat sebuah tim.

Dilansir Formula1, prestasi tim yang turun dengan nama Virgin Racing ini hanya finish dalam posisi paling terakhir dalam musim perdana keikutsertaannya. Prestasi Manor terus menanjak pada musim selanjutnya yang berhasil finish di posisi 14 dalam seri Australia dan Kanada.

Peningkatan prestasi tersebut tak lepas dari kerja sama teknis bersama dengan brand terkemuka Inggris, McLaren. Di sini, McLaren bertugas untuk mengembangkan desain mobil balap.

Performa Manor semakin diperhitungkan pada musim 2012 karena berhasil mengakhiri balap di Grand Prix Singapura pada posisi 12. Prestasi tersebut sekaligus mengungguli kompetitor senegaranya yaitu Caterham.

Pada musim 2013, Manor turun dengan bendera Marussia F1. Memasuki musim keempatnya, mobil yang didukung mesin Cosworth dapat tambahan fitur KERS. Pada musim ini, Manor berhasil masuk ke posisi 10 besar konstruktor di GP Malaysia.

Prestasi terbaik Manor sepanjang keikutsertaannya dalam balap F1 ditorehkan pada musim 2014. Pebalap Manor kala itu, Jules Bianchi berhasil menempati posisi 9 pada GP Monaco dan menggondol dua poin.

Namun demikian, sebuah kecelakaan di GP Jepang membuat Bianchi mengalami cedera serius. Selain itu, tim Marussia F1 juga terpaksa tidak melanjutkan tiga seri balap yang tersisa karena kendala finansial.

Foto: Autosport.com

Musim 2015 Manor Racing kembali ke balap F1 setelah mendapat suntikan dana investasi. Mesin yang disokong juga mulai berganti jadi Mercedes-Benz. Sayangnya, sepanjang musim ini Manor Racing tidak berhasil meraup poin sama sekali. Prestasi terbaiknya yaitu finish di posisi 10.

Musim ini jadi ajang pembuktian baik oleh Manor Racing maupun Rio Haryanto. Sayangnya, pada balap pembuka Grand Prix Australia Rio harus mengakhiri balap karena kendala teknis. Sementara itu, rekan setimnya yaitu Pascal Wehrlein berhasil finish pada posisi 16.

Selain itu, Rio harus memulai debutnya di F1 dengan start dari posisi 22 Rio setelah ia terlibat insiden senggolan dengan Haas, Romain Grosjean, pada latihan bebas kedua. Ia juga mendapat sanksi penalti dua poin.

Mobil yang di-desain John McQuilliam itu juga sempat mengalami beberapa masalah selama latihan pramusim, khususnya di Barcelona. Mobil yang dikendarai Rio sempat melintir di tikungan kelima dan yang lebih parah menabrak dinding pembatas.

4 dari 4 halaman

Pakai tiga merek mesin

Sepanjang melakoni balap F1, Manor setidaknya menggunakan tiga merek mesin. Pertama, Manor mempercayakan mesin Cosworth. Kala itu Manor yang turun dengan nama Virgin Racing menjadi tim yang turut merancang mobil secara digital. Setahun kemudian, tepatnya 2011, mereka menjalin kerja sama dengan McLaren untuk pengembangan desain mobil.

Dikatakan, mesin Cosworth berkode CA ini diciptakan sesuai dengan regulasi balap F1 musim 2010-2013.

Spesifikasinya, hibrida V8 2,4 liter dengan putaran maksimum 18 ribu rpm. Tenaga yang dihasilkan mesin seberat 105 kilogram ini 770 Tk dengan torsi 320 Nm. Output akan bertambah 80 Tk bila mengaktifkan sistem KERS.

Musim selanjutnya atau 2012, Manor berlaga di balap F1 mengusung bendera Marussia F1. Kerja sama dengan Marussia Motors berlangsung hingga 2015.

Pada 2014 Marussia F1 mengganti mesin balap dari Cosworth ke Ferrari. Kerja sama ini berbuah manis. Manor Marussia akhirnya mendapat poin pertamanya sepanjang keikutsertaan di kasta tertinggi balapan tersebut.

Poin tersebut disumbang oleh pembalapnya, Jules Bianchi saat berlaga di Grand Prix Monaco. Ferrari juga menjalin sponsor pribadi dengan Bianchi.

Manor Marussia F1 Team mengikuti balap pada musim 2014-2015 dengan mesin Ferrari 059/3 1.6 V6 t. Dilansir Caranddriver, mesin ini menghasilkan tenaga hingga 600 Tk dan mampu berputar hingga 16.000 rpm. Tenaga akan bertambah 80 Tk bila mengaktifkan KERS dan semakin meningkat 160 Tk dari ERS.

Sementara musim ini, Manor Racing hadir dengan jantung mekanis baru. Tim ini mempercayakan mesin PU106C Hybrid Turbo 1.6 L V6 buatan Mercedes-Benz dengan putaran maksimal 15.000 rpm. Tenaga maksimum yang dihasilkan sebesar 750 Tk dan melonjak hingga 850 Tk dengan bantuan motor elektrik. Mobil baru ini didukung transmisi semi otomatis buatan Williams dengan 8 percepatan dan satu gigi mundur.

Loading