Sukses

Kenapa Toyota Belum Produksi Mesin Diesel di Indonesia?

Liputan6.com, Bandung - All new Toyota Fortuner dipastikan mengaspal pada 22 Januari. Persiapan untuk menyambut kelahiran model terbaru SUV tujuh penumpang itu telah dilakukan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN). Mobil ini pun sudah mulai diproduksi sejak awal bulan.

Liputan6.com mendapat kesempatan melihat langsung proses pembuatan mesin Toyota Fortuner dan Innova di Plant 1 dan Plant 2 TMMIN,  Sunter, Jakarta Utara. Di sini, mesin-mesin ini tidak hanya untuk memenuhi pasar domestik tetapi juga luar negeri.

Toermoedi Sujiargiono Direktur Sunter Plant TMMIN mengatakan, kedua pabrik ini fokus untuk mesin bensin, sementara mesin Diesel diproduksi di Thailand.

"Secara history di domestik kita lebih banyak gasoline. Sedangkan Thailand memang lebih banyak menggunakan Diesel. Jadi Thailand pun kalau ambil mesin bensin dari kita. Jadi tukeran lah," ujarnya di Plant 1 Sunter, Jumat (15/1).

Lebih lanjut ia menyampaikan, 70 persen dari produksi mesin tipe 2TR dialokasikan untuk model Fortuner, sementara 30 persen lainnya tipe 1TR yang dibenamkan untuk Kijang Innova. "Kita total produksi 600 unit per bulan," ujarnya.

Mengenai produksi mesin Diesel, Toermoedi menyebutkan, bukan tidak mungkin diproduksi di dalam negeri. Namun banyak pertimbangan yang mesti diperhitungkan.

"Saya kira semuanya memungkinkan asalkan dilihat dari skala bisnisnya kira-kira bisa atau tidak. Idealnya mesin dibuat di sini tapi kan yang dibuat di sini bukan cuma mesin saja, kalau dibuat casting investasinya besar juga, jadi kita mesti dilihat sisi ekonomisnya," pungkasnya.