Liputan6.com, Tokyo - Belum lama, Toyota Camry facelift melakoni debut perdananya di ajang Moscow Motor Show beberapa waktu lalu. Tak lupa, Toyota turut memperkenalkan generasi terbaru dari keluarga Camry, yaitu Camry Hibrida.
Secara visual, desain Camry versi standar ataupun versi hibrida tak memiliki perbedaan sama sekali. Hal yang membedakan hanyalah sistem penggerak serta emblem Hybrid Synergy Drive di bagian belakang dan emblem 'Hybrid' di fender roda depan.
Melansir laman Paultan, Senin (15/9/2014), Toyota Camry Hibrida mengusung mesin empat silinder berkapasitas 2,5 liter dengan fitur Toyota Hybrid Synergy Drive II. Mesin tersebut serupa dengan yang digunakan pada sedan dari brand premium Toyota yaitu Lexus 300h ES.
Mesin berkode 2AR-FXE tersebut mampu menghasilkan output tenaga sebesar 160 PS dengan torsi sebesar 213 Nm. Sementara jika ditambah dengan output tenaga dari motor listrik, Toyota Camry Hibrida terbaru mampu menyemburkan tenaga sebesar 205 PS.
Toyota mengklaim jika konsumsi bahan bakar dari Camry Hibrida ini lebih efisien dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Konsumsi bahan bakar pada Camry Hibrida terbaru mencapai 25,4 kilometer per liter sementara versi sebelumnya hanya 23,4 kilometer per liter.
Pada sisi interior, Toyota membawa perubahan minor dari segi tampilan panel instrumen milik Camry Hibrida dengan LCD yang kini berwarna menggantikan versi sebelumnya yang hadir dalam pola monokrom.
Di negara tetangga, Malaysia, Toyota Camry Hibrida akan hadir sebagai kendaraan Completely Knocked Down (CKD). Toyota menargetkan model ini dapat diluncurkan di Malaysia pada akhir tahun ini. Untuk di Indonesia, kita tunggu saja kejutan dari Toyota Astra Motor (TAM) selaku pemegang merek Toyota di Tanah Air. (Ysp/Des)
Ini Bedanya Camry Hibrida dan 'Biasa'
Toyota Camry Hibrida terbaru hadir dengan konsumsi BBM lebih irit yaitu mencapai 25,4 kilometer per liter.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/737161/original/087043500_1410757829-toyota-camry-hybrid-facelift-japan-0005-e1410710264175-850x383.jpg)
Perbesar
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
Sixtainability
- BRI Salurkan KUR Rp144,59 Triliun ke 2,76 Juta Debitur, Sektor Produksi Mendominasi12 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
- Cegah Perubahan Iklim, Badan Geologi Petakan Lokasi Penyimpanan Karbon16 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
- Ketika Antibiotik Tak Lagi Mempan, AI Bikin Virus untuk Bunuh Infeksi Kronis2 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
- Abrasi dan Rob Ancam 400 Hektare di Batang, 1.000 Mangrove Ditanam4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
- PHE Bidik Peluang Indonesia Jadi Hub Penyimpanan Karbon Asia5 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
- Limbah Dibidik Jadi Sumber Energi Rendah Karbon5 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
- Startup Ini Klaim Sembuhkan Infeksi Pakai Virus Buatan AI, Ilmuwan Minta Bukti5 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
- Cerita Puluhan Istri Petani di Sorong Ubah Jantung Pisang Jadi Abon6 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
- Menyemai Harapan dari Limbah Kelapa Lewat Karya Kreatif Komunitas Disabilitas1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
- Sustainable Fashion Lebih Dari Bahan Organik, Dilema yang Perlu Dipahami1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
- Mengikuti Perjalanan Sampah Organik dari Rumah sampai Jadi Kompos1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
- Konservasi Penyu Lekang di Pantai Biaung Perkuat Perlindungan Ekosistem Pesisir2 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384458/original/090026400_1793172561-Screenshot_2026-10-28_141303.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376757/original/016204500_1792391224-cek_fakta_jasa_marga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357774/original/082781700_1790305729-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-25T100732.986.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382785/original/072637300_1793009878-cek_fakta_-_bantuan_pupuk.jpg)