Pemkot Tangsel Tata Kampung Kota Keranggan, Rampung Akhir 2026

Penataan mencakup pembangunan jalan lingkungan, drainase, penerangan jalan, hingga dinding penahan tanah di kawasan seluas 23 hektare.

Diterbitkan 08 Juli 2026, 20:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kota Tangerang Selatan menata kawasan Kampung Kota di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, melalui pembangunan berbagai infrastruktur dasar.

Penataan kawasan seluas 23 hektare itu ditargetkan selesai pada Desember 2026.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan meninjau langsung lokasi pembangunan bersama jajaran Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimta), Rabu (8/7/2026), untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana.

Menurut Pilar, kawasan Keranggan merupakan wilayah transisi antara kawasan perdesaan dan perkotaan yang masih membutuhkan peningkatan kualitas infrastruktur permukiman.

"Kawasan kampung kota ini membutuhkan sentuhan pembangunan infrastruktur. Dengan penataan ini kami berharap kualitas lingkungan dan hunian masyarakat menjadi lebih baik, lebih rapi, dan lebih tertata," ujarnya.

Penataan difokuskan pada pembangunan infrastruktur dasar, meliputi jalan lingkungan menggunakan paving block, drainase sepanjang sekitar empat kilometer, dinding penahan tanah (DPT), pagar pengaman di sejumlah titik, gapura kawasan, serta pemasangan penerangan jalan umum (PJU) berbasis tenaga surya.

Pekerjaan tersebut akan menjangkau lima rukun warga (RW) dan 12 rukun tetangga (RT) di Kelurahan Keranggan.

Pilar mengatakan akses jalan utama menuju kawasan tersebut telah diaspal pada tahun sebelumnya. Karena itu, pembangunan tahun ini difokuskan pada peningkatan kualitas jalan lingkungan di dalam permukiman.

"Paving block lama di jalan lingkungan akan dibongkar dan diganti dengan paving block baru bermotif tiga dimensi agar kawasan lebih rapi dan menarik," katanya.

 

Proses Pembangunan Dimulai

Pilar menambahkan proses pembangunan telah dimulai dan material konstruksi akan segera didatangkan sebelum pekerjaan fisik dilakukan secara bertahap.

Pilar meminta pelaksanaan proyek diawasi secara ketat agar selesai sesuai jadwal dan memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan.

"Saya minta benar-benar diawasi sesuai dengan perencanaan. Jangan sampai ada keterlambatan maupun material yang belum terpasang hingga akhir tahun. Saya minta semuanya tuntas sesuai target waktu dan kualitasnya," tegasnya.

Selain membangun infrastruktur dasar, Pemkot Tangerang Selatan juga membuka peluang pengembangan Kampung Kota Keranggan menjadi kawasan tematik berbasis potensi masyarakat, seperti UMKM, urban farming, maupun pengelolaan bank sampah.

"Namun yang paling penting saat ini adalah menyelesaikan terlebih dahulu infrastruktur dasarnya. Setelah itu, kawasan ini bisa terus dikembangkan sesuai potensi masyarakat," pungkas Pilar.