Sukses

Konsumsi Makanan Ultra Proses Lebih Mudah Buat Anak Obesitas

Liputan6.com, Jakarta Menurut penelitian, anak-anak yang menyukai makanan ultra proses lebih cenderung memiliki kelebihan berat badan atau obesitas.

Beberapa peneliti lainnya juga menemukan makanan ultra proses seperti pizza, minuman soda, dan beberapa makanan siap sajinya menyumbang kalori makanan yang sangat tinggi pada makanan anak-anak.

Sumbangan kalori yang diberikan dapat mencapai 60 persen dari kalori rata-rata pada makanan umumnya.

Menurut Dosen Kedokteran Kesehatan Masyarakat Dr Ezter Vamos di Imperial College London, hal tersebut dipengaruhi karena adanya hubungan dosis-respons.

Hubungan dosis-respons dalam kasus ini mengumpamakan bukan anak-anak yang makan makanan ultra proses akan mengalami dampak buruk, melainkan semakin banyak mereka makan akan semakin buruk.

Proses pembuatan makanan ultra proses dinilai sangat tidak sehat karena memodifikasi makanan untuk mengubah konsistensi atau komposisi awal.

Misalnya mengubah rasa, warna, diberi bahan pengawet, menggunakan bahan kimia lainnya agar terasa enak, murah, dan menarik. Oleh karena itu, makanan olahan serupa terlihat lebih padat energi, tetapi miskin nutrisi.

“Hubungan kesehatan anak dengan makanan ultra proses menjadi kompleks karena ada faktor sosial-ekonomi di dalamnya,” ujar profesor nutrisi dan makanan Gunter Kuhnle, seperti melansir CNN, Selasa (20/7/2021).

Kemudian, Child Measurement Programme mencatat sebanyak 30,3 persen dari anak-anak berusia 4-5 tahun mengalami obesitas atau kelebihan berat badan.

Hal tersebut tidak hanya dikarenakan pandemi semata, tetapi ada pembatasan sosial yang mengharuskan setiap orang beraktivitas di rumah saja.

Kurangnya aktivitas fisik dari kegiatan yang biasa anak-anak lakukan sebelumnya memiliki peran pada peningkatan obesitas anak. Asupan makanan yang seharusnya terbakar, menumpuk menjadi lemak.

 

2 dari 2 halaman

Peran Orangtua

Anak-anak dengan kelompok makanan ultra proses diteliti lebih cepat mengalami peningkatan pada berat badan, lingkar pinggang, dan lemak dalam tubuh saat dewasa nanti.

Meskipun belum ditemukan hubungan peningkatan indeks massa tubuh dengan lemak tubuh, orang tua memiliki peran penting untuk mengurangi anak-anak dari mengonsumsi makanan ultra proses.

Mengutip New York Times, ahli endokrinologi anak Risa Wolf merekomendasikan kepada setiap orang tua mungkin bisa berfokus untuk melakukan aktivitas fisik dalam rutinitas keseharian anak-anak. Misalnya, aktivitas selama 60 menit untuk anak-anak sekolah.

Selain itu, bisa membuat makanan bernutrisi seperti jus buah untuk mengurangi asupan gula berlebih. “Ada peluang besar untuk melakukan pencegahan obesitas pada anak,” tambah peneliti kesehatan Rebecca Francle.

Reporter: Caroline Saskia Tanoto