Liputan6.com, Jakarta - Makanan masa kecil yang kini mulai sulit ditemukan selalu memiliki tempat istimewa di hati banyak orang Indonesia. Rasanya yang sederhana, harga yang terjangkau, serta kenangan masa sekolah membuat berbagai jajanan dan kuliner tradisional ini sulit dilupakan meski zaman terus berubah.
Perkembangan tren kuliner modern menghadirkan banyak pilihan makanan baru yang menarik perhatian generasi muda. Di sisi lain, banyak jajanan tradisional yang dahulu mudah ditemukan di pasar, depan sekolah, atau dijajakan keliling kini semakin jarang terlihat. Sebagian bahkan hanya muncul pada acara adat atau perayaan tertentu.
Tidak hanya karena kalah populer dari makanan modern, beberapa kuliner tradisional juga mulai langka akibat sulitnya mendapatkan bahan baku, berkurangnya jumlah pembuat, hingga minimnya regenerasi pedagang. Berikut sejumlah makanan masa kecil yang dahulu begitu populer namun kini mulai sulit ditemukan. Berikut ulasan Liputan6.com, Minggu (7/6/2026).
Advertisement
1. Kue Rangi, Jajanan Khas Betawi yang Mulai Langka
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7754971/original/052353900_1780563853-kue_rangi.jpeg)
Kue rangi merupakan jajanan tradisional khas Betawi yang terbuat dari campuran tepung sagu dan kelapa parut. Adonan dipanggang menggunakan cetakan khusus di atas bara arang hingga menghasilkan aroma khas yang menggugah selera.
Setelah matang, kue ini disiram saus gula merah yang kental dan manis. Pada era 1980-an hingga awal 2000-an, pedagang kue rangi cukup mudah ditemukan di berbagai sudut Jakarta. Kini keberadaannya semakin terbatas dan hanya dijumpai di beberapa kawasan tertentu atau festival kuliner tradisional.
2. Clorot, Kue Janur yang Membutuhkan Keahlian Khusus
Clorot merupakan makanan tradisional khas Purworejo, Jawa Tengah. Kue ini dibuat dari tepung beras dan gula merah yang dimasukkan ke dalam gulungan janur berbentuk kerucut lalu dikukus hingga matang.
Proses pembuatannya tidak mudah karena membutuhkan keterampilan khusus saat membentuk wadah janur dan menuang adonan. Karena tidak banyak generasi muda yang meneruskan keterampilan tersebut, clorot kini semakin sulit ditemukan dibandingkan beberapa dekade lalu.
3. Geblek, Camilan Gurih dari Kulon Progo
Geblek adalah jajanan khas Kulon Progo, Yogyakarta, yang terbuat dari tepung tapioka dan bawang putih. Bentuknya unik menyerupai angka delapan dengan tekstur kenyal di dalam dan renyah di luar.
Dahulu geblek menjadi camilan favorit masyarakat setempat dan mudah ditemukan di pasar tradisional. Namun saat ini keberadaannya mulai tergeser oleh aneka camilan modern sehingga jumlah penjualnya semakin berkurang.
Advertisement
4. Dodongkal, Teman Minum Teh di Sore Hari
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7754972/original/059697700_1780563853-dongkal.jpeg)
Dodongkal atau dongkal populer di Jakarta dan Jawa Barat. Kue ini memiliki bentuk menyerupai gunung kecil yang tersusun dari tepung beras dan gula aren, kemudian disajikan bersama parutan kelapa di atas daun pisang.
Aromanya yang harum dan rasanya yang manis membuat dodongkal dahulu menjadi teman minum teh favorit keluarga. Sayangnya, jajanan tradisional ini kini tidak lagi mudah ditemukan seperti dulu.
5. Jaja Bendu dari Bali
Jaja bendu merupakan jajanan tradisional Bali yang dibuat dari tepung ketan, kelapa parut, gula, dan beberapa bahan lainnya. Kue ini biasanya disajikan di atas daun pisang.
Saat ini jaja bendu lebih sering hadir dalam acara adat atau pernikahan masyarakat Bali. Di luar momen tersebut, menemukan jajanan ini tidak semudah dahulu.
6. Kerak Telor yang Kini Hanya Muncul di Acara Tertentu
Kerak telor merupakan ikon kuliner Betawi yang lahir sejak puluhan tahun lalu. Terbuat dari beras ketan, telur ayam atau bebek, ebi, kelapa sangrai, serta berbagai rempah, makanan ini memiliki perpaduan rasa gurih dan sedikit manis.
Meski masih dikenal luas, penjual kerak telor kini tidak sebanyak dulu. Banyak orang hanya menemukannya saat festival budaya Betawi atau acara besar tertentu.
7. Grontol, Camilan Jagung Sederhana yang Bergizi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3510488/original/004857700_1626249528-Grontol.jpg)
Grontol berasal dari Jawa Tengah dan dibuat dari jagung rebus yang dicampur parutan kelapa serta gula. Proses pembuatannya cukup panjang karena jagung harus direbus hingga mekar dan empuk.
Dahulu grontol menjadi camilan rumahan yang populer. Namun perubahan pola konsumsi masyarakat membuat makanan sederhana ini semakin jarang dijual di pasar tradisional.
8. Bubur Bassang dari Makassar
Bubur bassang adalah makanan khas Makassar yang menggunakan jagung pulut sebagai bahan utama. Jagung yang telah direndam semalaman dimasak bersama santan, gula, dan sedikit garam hingga menjadi bubur yang lembut.
Meskipun rasanya lezat dan mengenyangkan, bubur bassang kini semakin sulit ditemukan karena menurunnya jumlah peminat dan penjual.
9. Gulo Puan, "Keju" Tradisional Palembang
Gulo puan merupakan makanan khas Palembang yang terbuat dari susu kerbau dan gula pasir. Proses pembuatannya menyerupai pembuatan keju tradisional sehingga sering dijuluki sebagai keju khas Indonesia.
Kelangkaan susu kerbau menjadi salah satu alasan utama mengapa gulo puan semakin sulit ditemukan. Padahal dahulu makanan ini menjadi sajian favorit kalangan bangsawan Kesultanan Palembang.
Advertisement
10. Es Goyang yang Dulu Meramaikan Halaman Sekolah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/956285/original/007147100_1439551292-20150814--6-Jajanan-Masa-Kecil04.jpg)
Bagi generasi 1990-an dan awal 2000-an, es goyang merupakan jajanan yang sangat populer. Es ini tersedia dalam berbagai rasa seperti cokelat, vanila, stroberi, alpukat, hingga durian.
Nama es goyang berasal dari cara pembuatannya yang menggunakan cetakan dalam gerobak yang terus digoyangkan hingga es membeku. Kini pedagang es goyang sudah sangat jarang ditemui.
11. Taoge Goreng yang Mulai Kehilangan Popularitas
Meski namanya taoge goreng, makanan khas Bogor dan wilayah Jabodetabek ini sebenarnya lebih banyak dimasak dengan cara ditumis. Hidangan ini terdiri atas taoge, mi, tahu, dan siraman saus oncom yang khas.
Dahulu taoge goreng sangat mudah ditemukan di pinggir jalan. Namun kini jumlah penjualnya semakin sedikit karena kalah bersaing dengan makanan cepat saji dan kuliner kekinian.
12. Pecel Semanggi, Kuliner Legendaris Surabaya
Pecel semanggi menggunakan daun semanggi sebagai bahan utama yang disajikan bersama sambal khas berbahan ubi jalar dan kacang.
Kesulitan mendapatkan tanaman semanggi menjadi salah satu penyebab kuliner legendaris Surabaya ini semakin langka. Padahal rasanya yang unik membuat banyak orang selalu merindukannya.
Makanan Masa Kecil yang Kini Mulai Sulit Ditemukan Perlu Dilestarikan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3911640/original/050016600_1642852335-WhatsApp_Image_2022-01-22_at_19.39.07.jpeg)
Fenomena makanan masa kecil yang kini mulai sulit ditemukan menunjukkan bahwa warisan kuliner tradisional membutuhkan perhatian bersama. Banyak makanan tersebut bukan sekadar pengganjal perut, melainkan bagian dari identitas budaya yang menyimpan cerita dan kenangan lintas generasi.
Dengan membeli produk lokal, mengunjungi pasar tradisional, hingga memperkenalkan kuliner daerah kepada generasi muda, kita turut membantu menjaga keberadaan makanan-makanan legendaris tersebut agar tidak hilang ditelan zaman.
Pertanyaan Seputar Makanan Jadul
1. Mengapa makanan tradisional semakin sulit ditemukan?
Karena perubahan tren konsumsi masyarakat, berkurangnya jumlah pembuat, sulitnya bahan baku tertentu, serta persaingan dengan makanan modern.
2. Apa makanan jadul yang paling terkenal dari Betawi?
Beberapa yang terkenal adalah kerak telor, kue rangi, sayur babanci, dan dodongkal.
3. Apakah makanan tradisional lebih sehat dibanding camilan modern?
Tidak selalu, tetapi banyak makanan tradisional menggunakan bahan alami dan minim pengawet sehingga cenderung lebih sederhana dalam proses pengolahannya.
4. Di mana bisa menemukan makanan jadul saat ini?
Pasar tradisional, festival kuliner daerah, acara budaya, dan sentra UMKM masih menjadi tempat terbaik untuk mencari makanan jadul.
5. Bagaimana cara melestarikan makanan tradisional Indonesia?
Dengan membeli produk lokal, mempelajari resep tradisional, mengenalkannya kepada generasi muda, dan mendukung pelaku usaha kuliner tradisional.
Â
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304320/original/074308900_1784712554-cek_fakta_lowongan_SKK_Migas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2365270/original/068589700_1537681835-20180923-Pawai-Kampanye-Damai-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5521382/original/090333100_1772688718-gempa_besar-_klaim_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304429/original/014311000_1784714561-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7754970/original/045437900_1780563853-clorot.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303337/original/087011100_1784626958-063_2286813749.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302533/original/039508800_1784583892-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8460074/original/088908600_1782359300-15021055947514109969.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8396914/original/067259300_1782278056-obe.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262161/original/019844500_1781773154-11244512687103417298.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8270081/original/065529300_1782120556-13086905657809859094.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8269617/original/097207700_1782120022-v.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8268288/original/079498100_1782117805-koridor.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5516724/original/086331000_1772341976-turkish-chig-kofte-with-meat-herbs.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8265643/original/085179000_1782113461-11425184806389624689.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8265451/original/068960400_1782112485-hl2.jpg)