Sukses

Kalau Marshanda Jadi Anak Angkat

Liputan6.com, Jakarta: Artis remaja Marshanda bukan anak kandung keluarga mapan yang selama ini merawatnya. Dia hanya anak angkat yang lahir dari keluarga sederhana. Peristiwa ini diketahui ketika dia beranjak remaja. Tepatnya, ketika dia berumur 15 tahun dan duduk di bangku kelas satu sekolah menengah umum.

Peristiwa di atas bukan kejadian sebenarnya. Ini cuma salah satu cuplikan cerita sinetron Manis dan Sayang yang ditayangkan SCTV mulai Jumat silam. "Adegan paling berat adalah ketika aku pertama kali mendengar kalau aku adalah anak angkat," kata Marshanda dalam dialog di studio SCTV, Jakarta, Ahad (27/2) pagi. Sutradara Manis dan Sayang, Indrayanto Kurniawan hadir pada kesempatan itu.

Dalam sinetron ini, Marshanda berperan sebagai Lisa, gadis manis periang, lincah, dan tegar. Dia mempunyai seorang kakak bernama Gio (Roger Danuarta) yang sangat menyayanginya. Begitu pula Lisa. Saking sayangnya, kedua kakak beradik itu memiliki nama panggilan kesayangan. Lisa sering dipanggil Manis, sedangkan Gio yang baik dan penuh kasih sayang, dipanggil Sayang. Namun, perasaan keduanya berubah ketika Lisa mengetahui mereka bukan saudara kandung. "Benih cinta mereka berubah tak hanya kakak adik," kata artis yang akrab disapa Chacha ini.

Bagi Chacha, tantangan terbesar dalam sinetron ini adalah ketika harus bermain dengan artis kawakan seperti Lydia Kandou. Dia mengaku sempat grogi ketika pertama kali take. "Hari pertama syuting, aku merasa gimana..., gitu," tambah Chacha yang saat wawancara tampak manis dengan rambut model terbarunya.

Menurut Indrayanto, akting Chacha di sinetron ini terbilang bagus. Namun, ada beberapa yang harus lebih dipoles. Maklumlah, sebagai anak baru gede, akting Chacha kadang tergantung mood. "Yang harus dipoles adalah pendalaman emosi," tambah sutradara yang juga mendalangi sinetron Ada Apa Dengan Cinta?, Kisah Kasih di Sekolah, dan Ajari Aku Cinta.

Manis dan Sayang, menurut Indrayanto, menawarkan sesuatu yang baru dibandingkan sinetron lain. Dengan segmen pemirsa semua umur, orang tua tak perlu khawatir dengan adegan yang tak layak disaksikan anak-anak. "Soft drama," tambah Indrayanto yang gabung dengan SinemArt. Benarkah?(YAN/Tim Liputan 6 SCTV)