Liputan6.com, Jakarta - Malam itu, Martini tengah beristirahat sambil menonton televisi di rumah. Ketika mendengar kegaduhan dan teriakan dari luar, ia bergegas keluar dan mendapati warga mulai panik karena kebakaran.
Martini pun segera memastikan orang-orang di rumahnya keluar ke tempat yang aman.
Kebakaran melanda permukiman padat di Jalan Teuku Nyak Arif, RT 05/01, Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan. Kawasan tersebut didominasi rumah semi-permanen, sementara hanya 18 kepala keluarga (KK) yang tercatat sebagai pemilik rumah, termasuk Martini.
Advertisement
Meski hanya 18 kepala keluarga tercatat sebagai pemilik rumah, banyak bangunan disewakan sehingga sekitar 150 jiwa terdampak kebakaran. Menurut Martini, sebagian besar penghuni merupakan pekerja harian, seperti pedagang kecil, sopir, dan asisten rumah tangga di kompleks apartemen seberang permukiman.
Sekitar pukul 00.30, api berhasil dipadamkan setelah 24 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan bersama 128 personel. Bagi Martini, kebakaran itu menyisakan pakaian yang melekat di tubuhnya malam itu, tanpa harta benda lain yang berhasil diselamatkan.
"Habis semua-semuanya. Lemari pas dibuka juga isinya baju-baju sudah jadi bubuk. Semua rapor anak juga kena. Ini buku nikah doang (mengurusi) yang ribet, harus foto ulang sama bapak ke KUA. Tapi akte dan yang lain katanya bisa langsung jadi," kata dia saat ditemui Liputan6.com di lokasi kebakaran.
Kebakaran itu juga membuat cucu pertama Martini, yang duduk di kelas satu SD, kehilangan seragam sekolahnya. Pagi setelah kebakaran, sang cucu tetap berangkat sekolah dengan pakaian dan tas seadanya. Martini bercerita, cucunya berangkat sambil menangis.
Bagi Martini, kebakaran itu bukan hanya menghanguskan tempat tinggal, tetapi juga memutus sumber penghasilan keluarganya. Warung kopi kecil yang menjadi tumpuan sehari-hari ikut terbakar. Sebagian bangunannya hangus, sementara bagian lain rusak parah hingga tak lagi bisa digunakan.
Musibah serupa menimpa anak sulungnya yang bekerja sebagai teknisi elektronik. Peralatan kerja hingga barang milik pelanggan, seperti ponsel, televisi, dan laptop, ikut terbakar. Laptop pribadinya yang biasa digunakan untuk bekerja pun tak luput dari kobaran api.
"Anak saya yang gede itu kerjanya servis hp, jadinya banyak hp orang di rumah kan. Ada yang bisa satu juta, tiga juta, enam juta. Televisi juga mahal-mahal, ada yang layar sentul. Semalam dia teleponin satu-satu, pada bilang engak apa-apa, enggak usah dipikirin, namanya musibah," tutur Martini menirukan anaknya.
"Untung orangnya pada ngerti, pada baik. Enggak kebayang kalau harus ganti, bakal duit dari mana," ceritanya.
Anak keduanya yang mengandalkan online shop juga mengalami kerugian setelah seluruh stok dagangannya hangus terbakar. Kondisi itu membuat usahanya terhenti sementara.
Â
Tak Mudah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356456/original/040158900_1790170952-92269bdc-5bc1-4360-a8a8-13a39ed0ffd4.jpg)
Untuk sementara, Martini bersama keluarganya dan satu keluarga tetangga mengungsi di pos RW setempat. Di bangunan terbuka itu, mereka tidur dan menjalani aktivitas sehari-hari. Karena tak sempat menyelamatkan pakaian cadangan, Martini kini mengandalkan bantuan pakaian dan makanan.
Sanak saudaranya pun terus berdatangan silih berganti, memberikan dukungan sekaligus kebutuhan dasar seperti pakaian, makanan, dan kue.
Meski kebutuhan makanan mulai terpenuhi, kekhawatiran Martini kini tertuju pada masa depan keluarganya. Ia mengaku belum mendapat informasi mengenai bantuan formal maupun rencana pemulihan jangka panjang bagi para korban.
Dengan modal usaha dan peralatan kerja anak-anaknya yang ikut terbakar, Martini menyadari bahwa membangun kembali kehidupan keluarganya dari awal tidak akan mudah dan membutuhkan waktu panjang.
Â
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339837/original/071003300_1788430175-alat_pertanian_-cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5017021/original/098300300_1732248955-cek_fakta_ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315872/original/087159700_1785900314-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-05T102428.295.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355619/original/023680000_1790138067-FALSE__7_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356455/original/035209400_1790170952-3f78c094-7f3d-4c48-95ed-86a37f0f82f5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355259/original/053734100_1790093049-67536665-aa41-4795-8b74-5104f9bc9a08.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355238/original/056743200_1790088138-WhatsApp_Image_2026-09-22_at_21.35.40.jpeg)