Sejumlah Fasilitas di Sekitar DPR Dirusak, Polisi Lakukan Pendataan

Pengerusakan terlihat setelah situasi di sekitaran DPR mengalami eskalasi pada Kamis sore hingga malam.

Diterbitkan 28 Agustus 2026, 05:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Polda Metro Jaya inventarisasi kerusakan fasilitas umum pasca aksi di DPR/MPR.
  • Kerusakan terjadi akibat tindakan perusakan dan pembakaran oleh sebagian massa.
  • Perusakan berdampak pada masyarakat; polisi alihkan lalu lintas dan data kerusakan.

Liputan6.com, Jakarta - Polda Metro Jaya menginventarisasi kerusakan fasilitas umum dan fasilitas lainnya setelah aksi penyampaian pendapat di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis, 27 Agustus 2026.

“Kami belum mendapat data pasti, tapi nanti kami juga akan melakukan inventarisasi terkait kerusakan-kerusakan yang ada," tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto di Jakarta, dikutip Jumat (28/8/2026), seperti dilansir dari Antara.

Budi menjelaskan, sejumlah kerusakan terlihat setelah situasi di sekitar kompleks parlemen mengalami eskalasi pada Kamis sore hingga malam.

Menurut dia, kondisi tersebut terjadi setelah massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menyelesaikan penyampaian aspirasi dan meninggalkan lokasi. Setelah itu, massa dari sejumlah elemen lain masih berdatangan ke kawasan tersebut.

Sebagian massa kemudian melakukan tindakan di luar penyampaian aspirasi, termasuk perusakan dan pembakaran di sekitar gerbang Gedung DPR/MPR.

Hingga Kamis malam, polisi belum dapat memastikan jumlah maupun jenis fasilitas yang mengalami kerusakan, termasuk kemungkinan kerusakan pada fasilitas transportasi umum. Pendataan masih dilakukan oleh Polda Metro Jaya.

 

Berdampak ke Masyarakat

Budi menilai perusakan fasilitas umum dapat berdampak pada aktivitas serta pelayanan kepada masyarakat.

Untuk menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat, Polda Metro Jaya juga memberlakukan pengalihan arus lalu lintas di sekitar Gedung DPR/MPR, termasuk pada ruas jalan tol yang mengarah ke kawasan tersebut.

Budi mengatakan normalisasi arus lalu lintas akan dilakukan setelah kondisi di lapangan memungkinkan.

“Kami memahami ini adalah hari kerja, bagaimana masyarakat juga dalam kondisi aman. Jakarta adalah milik kita bersama untuk kita sama-sama menjaga Jakarta," Budi menandaskan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6