Alasan Alphard Ditumpangi 3 Polisi Terobos Lampu Merah di Bundaran HI

Tiga polisi yang terlibat cekcok dengan satpam anggota Polda Jabar.

Diterbitkan 24 Juli 2026, 21:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Alphard menerobos lampu merah Bundaran HI disopiri polisi Polda Jabar.
  • Insiden berujung cekcok dengan satpam Fiktor yang menegur pengemudi.
  • Polisi mengakui kesalahan menerobos karena macet dan panas.

Liputan6.com, Jakarta - Alphard yang menerobos lampu penyebarangan pelican crossing Bundaran HI ternyata disopiri polisi. Di dalam mobil itu, ada dua polisi lainnya yang diketahui berdinas di Polda Jawa Barat.

Insiden menerobos lampu penyeberangan itu berujung cekcok dengan seorang satpam.

Setelah kedua belah pihak dimintai keterangan, terungkap alasan Alphard hitam itu menerobos lampu penyeberangan dalam keadaan merah.

"Arogansi yang pertama adalah menerobos lampu merah itu, dan mereka sudah saling mengakui dan sudah memahami bahwa itu adalah salah. Cuma pada saat itu menurutnya karena faktor macet, panas, dan segala macam," kata Kuasa Hukum Fiktor Harefa, Wiradarma Harefa, usai media kliennya di Polsek Menteng, Jumat (24/7/2026).

 

Kronologi Alphard Terobos Lampu Merah Berujung Cekcok

Petugas keamanan (satpam) yang terlibat cekcok dengan pengemudi Toyota Alphard di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, akhirnya buka suara. Fiktor, begitu dia dipanggil, menjelaskan kronologi kejadian dari versinya via rekaman video.

Menurutnya, peristiwa bermula ketika dia sedang berjaga di penyeberangan saat lampu lalu lintas berganti merah untuk kendaraan dan memberi kesempatan pejalan kaki menyeberang.

“Pada awal kejadian kami lagi menunggu lampu merah di Bundaran HI. Setelah lampu merah tiba, giliran pejalan kaki yang lewat. Pada saat itu juga ada salah satu mobil yang menerobos lampu merah tersebut,” ujarnya seperti dikutip dalam rekaman video yang beredar, Kamis 23 Juli 2025z

Karena kesal, dia mengaku memukul kaca mobil sambil meneriakkan agar pengemudi berhenti.

“Karena saya kesal, saya pukul kaca mobilnya. Saya teriak, ‘Woi, lampu merah!'” katanya.

Dia mengaku kemudian menghampiri mobil yang bergerak perlahan dan kembali menegur pengemudi.

“‘Woi Pak, lampu merah. Saya cuma menyelamatkan nyawa orang lain.’ Terus dia tidak buka kaca mobilnya,” ujarnya.

Menurut pengakuannya, tiga orang kemudian keluar dari mobil, termasuk sopir, lalu terjadi aksi saling dorong.

“Yang dua orang di sebelah kiri keluar, mereka keluar bertiga. Dan sopirnya juga keluar. Mereka dorong-dorong saya,” katanya.

Untuk menghindari keributan di tengah jalan, dia mengaku mengajak seluruh pihak menuju Pos Polisi Thamrin agar persoalan diselesaikan di hadapan petugas.

“Karena saya lihat di belakang saya banyak kendaraan, saya inisiatif membawa atau menyelesaikan masalah tersebut di Pos Polisi,” ucapnya.

Dia mengklaim sepanjang perjalanan menuju pos polisi masih terjadi aksi saling dorong. Sesampainya di lokasi, dia mengetuk pintu pos polisi sebelum akhirnya Kepala Pospol datang.

Di dalam pos polisi, satpam tersebut mengaku sempat menjelaskan kronologi kejadian. Menurut dia, Kepala Pospol kemudian menegur tindakannya karena memukul kaca mobil.

“Kamu salah, kamu tidak ada hak untuk memukul kaca mobil,’” kata Fiktor menirukan ucapan Kepala Pospol.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6