Liputan6.com, Jakarta - Bagi Mariano Assanami Sabino Lopes, menyelesaikan kuliah di Universitas Brawijaya bukan perkara mudah. Ada masa ketika ia hampir menyerah dan memilih keluar dari kampus.
Bukan karena nilai yang buruk semata, melainkan karena hampir seluruh waktunya tersita untuk memimpin gerakan mahasiswa Timor Leste yang saat itu masih memperjuangkan kemerdekaan negaranya.
Namun keputusan untuk bertahan mengubah jalan hidupnya. Tiga dekade kemudian, alumni Program Studi Hama dan Penyakit Tumbuhan Universitas Brawijaya angkatan 1991 itu dipercaya menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri Timor Leste.
Advertisement
Mariano mengatakan, kampus bukan hanya memberinya bekal ilmu, tetapi juga membentuk cara berpikir yang hingga kini masih ia gunakan dalam menjalankan pemerintahan.
"Universitas ini tidak hanya tempat menimba ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk manusia yang ulet, serius, disiplin, dan mampu mengimplementasikan ilmunya. Bekal yang saya peroleh di Brawijaya masih sangat relevan untuk membangun Timor Leste hingga hari ini," ujar Mariano.
Saat masih menjadi mahasiswa Fakultas Pertanian, kini Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBIPK), Mariano mengambil konsentrasi Hama dan Penyakit Tumbuhan. Jurusan itu identik dengan praktikum laboratorium dan penelitian yang menyita banyak waktu.
Di luar kampus, ia juga aktif memimpin gerakan mahasiswa Timor Leste. Hampir 80 persen waktunya dihabiskan untuk organisasi, diskusi, hingga perjuangan politik.
Akibatnya, membagi waktu antara kuliah dan aktivitas di luar kampus menjadi tantangan tersendiri.
Â
Â
Nyaris Mengakhiri Kuliah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299111/original/002520900_1784193777-WhatsApp-Image-2026-07-04-at-12.40.49-1-737x540.jpeg)
Kesibukan itu berdampak pada perjalanan akademiknya. Mariano mengaku sempat kesulitan mengikuti sejumlah mata kuliah laboratorium, mulai dari bakteriologi, virologi, nematologi hingga mata kuliah dasar lainnya.
Penelitian skripsinya mengenai pengendalian penyakit akar gada pun sempat gagal.
Situasi itu membuatnya hampir mengambil keputusan besar.
"IP saya pas-pasan. Saya hampir memutuskan untuk drop out karena gerakan yang saya jalani sangat berat dan waktu untuk kuliah tidak cukup. Namun saya berpikir bahwa gelar tetap penting dan harus saya selesaikan," kenangnya saat menghadiri forum alumni UB.
Keputusan untuk tetap bertahan ternyata tidak lepas dari dukungan para dosen.
Mariano masih mengingat almarhum Kolil, Prof. Rasmina, dan Prof. Abdul Latief Abadi sebagai dosen yang memahami situasinya. Mereka bukan hanya mengajar di kelas, tetapi juga membantu ketika ia mengalami kesulitan menyelesaikan kuliah.
Menurut Mariano, Kolil bahkan menyarankan agar penelitian lapangannya dialihkan ke laboratorium ketika penelitian sebelumnya mengalami kendala.
Sementara Prof Rasmina terus mendorongnya agar tidak meninggalkan bangku kuliah meski aktivitas perjuangan sedang padat.
"Pak Kolil memahami persoalan yang saya hadapi dan selalu membantu mencarikan solusi. Prof. Rasmina juga banyak memberikan nasihat kepada saya. Mereka tidak menghakimi aktivitas saya, tetapi memahami situasi yang saya alami dan tetap mendorong saya untuk lulus."
Advertisement
Merasa Diterima di Malang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299112/original/023290600_1784193777-ChatGPT_Image_13_Jul_2026__16.21.35.jpg)
Bukan hanya para dosen yang meninggalkan kesan bagi Mariano. Sebagai satu-satunya mahasiswa asal Timor Leste di angkatannya, ia sempat merasa canggung ketika pertama kali datang ke Malang.
Namun, perasaan itu perlahan hilang karena dukungan teman-teman kuliah dan lingkungan sekitarnya.
Ia mengenang banyak teman yang membantunya ketika mengalami kesulitan, baik dalam urusan perkuliahan maupun kehidupan sehari-hari.
Bahkan, pemilik rumah kos memperlakukannya seperti keluarga sendiri.
Pengalaman itu, menurut Mariano, menjadi kenangan yang tidak pernah ia lupakan.
Bekal Saat Memimpin Negara
Mariano menilai pengalaman selama menjadi mahasiswa justru menjadi bekal ketika dipercaya menduduki berbagai jabatan penting di negaranya.
Sebelum menjabat Wakil Perdana Menteri, ia pernah menjadi Menteri Pertanian Timor Leste selama sekitar tujuh setengah tahun dan juga menjadi anggota parlemen.
Menurutnya, kebiasaan mencari jalan keluar saat menghadapi persoalan di kampus terbawa hingga dunia pemerintahan.
"Brawijaya membekali kami untuk menghadapi masalah dengan berbagai alternatif solusi. Ketika solusi pertama tidak berhasil, kita belajar mencari solusi berikutnya. Cara berpikir seperti itu sangat berguna dalam kehidupan, organisasi, maupun pemerintahan."
Kini, meski telah lama meninggalkan bangku kuliah, Mariano mengaku masih mengikuti perkembangan Universitas Brawijaya.
Ia melihat banyak perubahan, mulai dari infrastruktur hingga fasilitas pembelajaran yang semakin modern. Namun ia berharap nilai-nilai yang dulu ia rasakan tetap dipertahankan.
Menurut Mariano, teknologi memang memudahkan banyak hal, tetapi jangan sampai membuat mahasiswa kehilangan kemampuan berpikir kritis.
"Teknologi memang mempermudah banyak hal, tetapi jangan sampai membuat kemampuan berpikir menjadi lemah. Pendidikan pada dasarnya adalah mempertajam cara berpikir dan membentuk karakter."
Ia juga berpesan agar mahasiswa tidak hanya mengejar nilai akademik, tetapi aktif berorganisasi dan terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan.
"Terimalah ilmu sebanyak-banyaknya, aktiflah berorganisasi, dan jadilah pejuang. Tantangan yang kalian hadapi selama kuliah akan menjadi bekal berharga ketika memimpin masyarakat di masa depan."
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5567468/original/050020200_1777282004-cek_fakta_alsintan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4536545/original/069114500_1691974925-cek_fakta_satir_ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299087/original/053914000_1784192454-cek_fakta_-_Sherly_Tjoanda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4691763/original/031604000_1702982141-Serangan_macan_tutul_melukai_tiga_orang_di_Guwahati-AP__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299110/original/099435300_1784193776-081756d8-df17-42af-a4d8-5b87e7afef22.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411577/original/090809800_1479704428-Timor_Leste.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298224/original/042744300_1784155877-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4887995/original/062540200_1720596126-AP24190447290414.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264050/original/062227400_1782063258-063_2282639788.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298238/original/090944000_1784161387-messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4893064/original/098068400_1721122752-FotoJet.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297435/original/065011900_1784091222-000_C27U8NQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298223/original/011449900_1784155410-063_2286282854.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288267/original/024620600_1783308427-eng10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5936533/original/005039500_1778833892-063_2276293040.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298567/original/084606300_1784174337-000_C2B89X9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782564/original/078010800_1782891228-WhatsApp_Image_2026-07-01_at_14.17.55.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292603/original/009219800_1783618449-7cb66813-eb87-49da-aea0-3162a4701da3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292541/original/044597200_1783605098-69113b24-7fbb-4c69-a3c6-726acd54ad55.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292318/original/044291400_1783590464-f903d1eb-deb4-48d5-abad-05b7db90586d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292022/original/012965000_1783582501-1c39ad50-2044-4573-aa66-3ce1250d904a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291082/original/066769200_1783503878-6b4eee70-05fc-4688-9a28-86bd143412ac.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5510647/original/041616400_1771834228-1000242858.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3581326/original/054828600_1632400771-phone-5300447_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8268532/original/018400100_1782118210-Untitled.jpg)