Pengakuan Pelajar Perakit Bom MAN 3 Padang, Tiru Aksi di SMA Jakarta

Polisi juga masih mendalami identitas orang yang diduga menjadi sasaran aksinya.

Diterbitkan 14 Juli 2026, 18:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Densus 88 selidiki pelajar MAN 3 Padang, RGJ, terkait dugaan perakitan bom.
  • RGJ mengaku belajar merakit bom dari internet, terinspirasi kejadian 2025.
  • Barang bukti disita, satu ledakan terjadi tanpa korban, motif masih didalami.

Liputan6.com, Jakarta - Densus 88 Antiteror Polri masih mendalami dugaan motif seorang pelajar MAN 3 Padang berinisial RGJ (17) yang diduga merakit bom rakitan. Keterangan yang disampaikan remaja tersebut masih diverifikasi penyidik.

Juru Bicara Densus 88 Kombes Mayndra Eka Wardhana mengatakan, RGJ mengaku mempelajari cara membuat bahan peledak melalui internet. Ia juga mengaku terinspirasi oleh peristiwa bom di sebuah SMA di Jakarta pada 2025.

"Motif tersebut masih dalam proses pendalaman oleh penyidik," kata Mayndra dalam keterangannya, Selasa (14/7/2026).

Kasus itu bermula ketika petugas keamanan MAN 3 Padang menemukan barang mencurigakan di lingkungan sekolah sekitar pukul 11.30 WIB. Temuan tersebut kemudian diamankan sebelum dilaporkan kepada kepolisian.

Saat melakukan pemeriksaan, polisi menyita sejumlah barang, antara lain kotak hitam, tas hitam, telepon genggam, petasan, pisau, anak panah, kelereng, baut, serta barang lain yang diduga berkaitan dengan perakitan bom.

Penyelidikan awal kemudian mengarah kepada RGJ yang diduga sebagai pemilik barang-barang tersebut. Polisi juga masih mendalami identitas orang yang diduga menjadi sasaran aksinya.

"Identitas korban yang disebut sebagai sasaran rencana tindakan berasal dari keterangan pelaku dan masih memerlukan pendalaman," ujar Mayndra.

Pengakuan Terduga Pelaku

Berdasarkan pengakuan awal, perangkat tersebut diduga dirakit sendiri di rumah menggunakan bahan-bahan yang dibeli secara daring tanpa sepengetahuan orang tuanya.

RGJ juga mengaku bergabung dalam sejumlah grup daring yang membahas pembuatan bahan peledak.

"Pelaku juga mengaku telah bergabung dalam sejumlah grup daring yang membahas pembuatan bahan peledak. Seluruh pengakuan tersebut masih dalam proses verifikasi dan pendalaman lebih lanjut oleh aparat penegak hukum," kata Mayndra.

Dalam peristiwa itu sempat terjadi satu kali ledakan di area samping ruang kelas. Namun, tidak ada korban jiwa maupun korban luka.

"Meledak sekali, di samping kelas. Tidak ada korban," ujar Mayndra. Saat ini, RGJ beserta barang bukti telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6