Pramono Kukuhkan Dewan Transportasi 2026-2029, Eks Sekjen Kemenhub Jabat Ketua

Pramono Anung kukuhkan 17 anggota DTKJ 2026–2029. Ia meminta percepatan integrasi antarmoda dan peningkatan layanan transportasi Jakarta.

Diterbitkan 03 Juli 2026, 17:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gubernur DKI kukuhkan 17 anggota DTKJ 2026-2029 sebagai mitra strategis.
  • DTKJ diharapkan berikan rekomendasi objektif berbasis data untuk solusi transportasi.
  • Pemprov DKI fokus integrasi, digitalisasi, dan transportasi rendah emisi berkelanjutan.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengukuhkan 17 anggota Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) periode 2026–2029 di Balairung Balai Kota Jakarta, Jumat (3/7/2026). Ia menekankan peran DTKJ untuk mendorong langkah-langkah konkret yang langsung terasa oleh warga.

Pramono menyatakan pengukuhan ini memperkuat fungsi DTKJ sebagai mitra strategis Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam memberi masukan, rekomendasi, dan solusi atas beragam persoalan transportasi perkotaan. Menurutnya, tantangan mobilitas ibu kota hanya bisa diurai melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan agar kebijakan yang lahir tepat sasaran dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Periode baru DTKJ dipimpin oleh Sugihardjo, mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan (2014–2017). Pramono berharap kepemimpinan ini menghasilkan rekomendasi yang objektif, berbasis data, dan berangkat dari temuan lapangan.

Di hadapan para anggota yang baru dikukuhkan, Pramono menegaskan bahwa pekerjaan membenahi mobilitas Jakarta belum tuntas. Ia menyoroti pentingnya integrasi lintas moda dan peningkatan kualitas layanan agar transportasi publik menjadi pilihan utama warga.

"Jakarta telah mencatat kemajuan dalam transportasi publik, tetapi pekerjaan kita belum selesai. Integrasi antarmoda dan peningkatan kualitas layanan harus terus dipercepat," kata Pramono.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan sektor transportasi tidak semata fokus pada infrastruktur. Kualitas layanan yang aman, nyaman, mudah diakses, dan mampu menarik minat perpindahan dari kendaraan pribadi ke angkutan umum menjadi ukuran keberhasilan.

DTKJ didorong untuk memperkuat perumusan kebijakan melalui rekomendasi yang objektif dan berbasis kondisi di lapangan. Dengan demikian, setiap kebijakan yang terbit memiliki pijakan data dan situasi nyata yang dihadapi pengguna transportasi sehari-hari.

Ke depan, Pemprov DKI Jakarta akan memperkuat konektivitas transportasi di kawasan Jabodetabek, mempercepat digitalisasi layanan transportasi publik, dan mengembangkan sistem transportasi rendah emisi. Langkah ini diarahkan untuk mewujudkan mobilitas perkotaan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

"Menjelang usia lima abad Jakarta, transportasi harus menjadi penopang kota global yang aman, nyaman, inklusif, dan mendukung produktivitas masyarakat," ucap Pramono.Ia juga menggarisbawahi pentingnya kerja bersama lintas instansi dan operator layanan agar integrasi kebijakan bisa berjalan konsisten dari perencanaan hingga pelayanan di lapangan.

"Saya berharap DTKJ bersama Dinas Perhubungan dan seluruh operator transportasi milik Pemprov DKI Jakarta terus bersinergi mewujudkan Jakarta yang semakin terhubung, aman, nyaman, dan memudahkan mobilitas masyarakat. Semoga kita semua diberi kemampuan untuk menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya," katanya.

Struktur DTKJ 2026–2029

Ketua: Sugihardjo

Wakil Ketua: Arya Setiapa S. Bilon

Sekretaris: Ahmad Rizal

 

Komisi Hukum dan Hubungan Masyarakat

Ketua: Charly Silitonga

Anggota: Jessica Sherly Anisa, Nur Ahmad Jabriel

 

Komisi Kelaikan dan Keselamatan

Ketua: Wisko David Stefano

Anggota: Edi Nur Salam, Bandar Guntur Damanik

 

Komisi Penelitian dan Pengembangan

Ketua: Sutanto Soehodho

Anggota: Dimas Nurman Handoyo, Roy Sudin

 

Komisi Tarif dan Pembiayaan

Ketua: Masrowinoyugi Hartiman

Anggota: Saut Marulitua Hutabarat, Sri Purwanto

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6