Massa HMI Bawa Replika `Pil Kuat` Raksasa di KPK

Dalam aksinya, mahasiswa HMI menuntut KPK tetap independen dalam menangani kasus korupsi.

Diterbitkan 13 Januari 2014, 14:39 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Puluhan mahasiswa yang menamakan diri sebagai Gerakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Antikorupsi melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan. Dalam aksi ini, mereka menuntut agar KPK tetap independen dalam menangani kasus korupsi.

Koordinator aksi La Ode Ahmadi melalui pengeras suara menuntut KPK harus independen dan tak tebang pilih dalam memberantas korupsi. "Mana keberanian KPK?" seru Ahmadi di lokasi, Senin (13/1/2014).

Dalam aksi ini, mereka membawa sejumlah atribut unjuk rasa, seperti ikat kepala, bendera, dan spanduk. Tak hanya itu mereka juga membawa replika pil raksasa yang di sisinya ditempel spanduk berlatar warna hijau. Dalam spanduk tertulis 'Pil Kuat...!!! Anti Intervensi Istana untuk KPK. Tangkap Edhie Baskoro Yudhoyono'.

Ahmadi melanjutkan orasinya. Menurut Ahmadi, KPK acap kali mengumbar informasi tentang para pelaku korupsi. Akan tetapi KPK 'melempem' saat ditanya mengenai keterlibatan Edhie Baskoro atau Ibas, putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam kasus dugaan korupsi proyek P3SON di Hambalang.

"KPK begitu irit informasi ketika ditanya soal Ibas dalam kasus Hambalang, Wapres Boediono dalam kasus Century. Kenapa? Apakah karena kekuasaan?" cetusnya.

Menurut Ahmadi, pemegang kekuasaan tidak tersentuh KPK. Hal tersebut tentu mengisyaratkan betapa hukum dan aparaturnya harus tunduk oleh kekuasaan. Ahmadi mengibaratkan, idealisme KPK saat ini seperti buih laut yang membuncah. Akan tetapi hilang seketika saat ada arus kekuasaan yang mengalir.

"Dalam kasus-kasus korupsi lain, KPK begitu bombastis dan penuh harapan. Tapi apa lacur, begitu ada kasus korupsi yang bersinggungan dengan kekuasaan, langsung loyo, kemayu," ujarnya.

Para mahasiswa ini meminta agar KPK memperlakukan semua orang yang diduga 'nyolong' uang rakyat dengan sama di mata hukum. Tak ada pilah-pisah dalam penanganannya. "Kasus Century yang melibatkan Boediono sudah jelas. Kasus Hambalang yang melibatkan Ibas sudah jelas," ucapnya.

"Beginilah KPK yang sudah jadi boneka kekuasaan semata. KPK jadi sapi perah. Karena itu, kami menuntut KPK segera menangkap Ibas dan Boediono dan mendesak agar KPK tidak pandang bulu dalam pemberantasan korupsi," kata Ahmadi.

Aksi ini mendapat penjagaan dari petugas kepolisian. Demonstrasi juga membuat arus kendaraan di Jalan HR Rasuna Said sedikit tersendat saat melintas di depan Gedung KPK. (Riz/Sss)

Baca juga:

Bamsoet Golkar Harap Anas Jadi Whistle Blower HambalangDitahan KPK, Anas Disorot Dunia[VIDEO] Detik-detik Anas Urbaningrum Dilempar TelurMakna Say Thanks Anas ke SBY di Mata Pakar Komunikasi

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6