Sandi Uno Dorong Penguatan Ekonomi Hijau

Sandiaga menilai Indonesia memiliki peluang besar dalam pengembangan ekonomi hijau karena didukung sektor industri strategis.

Diterbitkan 05 Juni 2025, 04:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Keberlanjutan kini faktor penentu akses pasar, pendanaan, dan daya saing perusahaan.
  • Sandiaga Uno berinvestasi di MUTU, melihat peran strategisnya dalam ekonomi hijau.
  • MUTU adalah infrastruktur kepercayaan vital untuk mendukung ekonomi hijau Indonesia.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) 2020-2024 Sandiaga Uno menilai keberlanjutan atau sustainability kini tidak lagi semata-mata dipandang sebagai isu lingkungan, melainkan telah menjadi faktor penting dalam aktivitas ekonomi dan investasi.

Menurut dia, perusahaan yang mampu membantu pelaku usaha beradaptasi dengan tuntutan keberlanjutan akan memiliki peluang besar untuk berkembang di masa depan.

"Dulu sustainability sering dianggap sebagai biaya. Hari ini sustainability menjadi faktor yang menentukan akses pasar, akses pendanaan, dan daya saing perusahaan," ujar Sandiaga, Kamis (4/6/2026).

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu berencana menanamkan investasi di PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU), perusahaan jasa pengujian, inspeksi, dan sertifikasi (testing, inspection, and certification/TIC) yang tengah memperkuat fokus bisnis pada sektor ekonomi hijau.

Ia melihat MUTU berada pada posisi yang strategis karena tidak hanya menjalankan fungsi sertifikasi, tetapi juga berperan sebagai penggerak transformasi industri nasional menuju praktik bisnis yang lebih berkelanjutan.

Melalui berbagai layanan sertifikasi seperti ISO 14001, International Sustainability and Carbon Certification (ISCC), Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), hingga Sustainable Biomass Program (SBP), MUTU dinilai berada di pusat berbagai tren global, mulai dari penerapan ESG (environmental, social, and governance), ekonomi karbon, rantai pasok berkelanjutan, hingga transisi energi.

Menurut Sandiaga, pergeseran paradigma investasi global turut memperkuat relevansi bisnis yang dijalankan MUTU.

Ia mengatakan investor saat ini semakin memperhatikan aspek emisi karbon, transparansi rantai pasok, dan keberlanjutan operasional perusahaan sebelum menempatkan modalnya.

"Dalam konteks itu, verifikasi dan sertifikasi yang kredibel menjadi fondasi kepercayaan pasar. Di sinilah peran MUTU menjadi semakin penting," katanya.

 

Peluang Indonesia

Sandiaga juga menilai Indonesia memiliki peluang besar dalam pengembangan ekonomi hijau karena didukung sektor industri strategis seperti kelapa sawit, biofuel, biomassa, dan manufaktur.

Namun, menurut dia, seluruh sektor tersebut akan menghadapi tuntutan standar keberlanjutan yang semakin tinggi dari pasar global.

Karena itu, MUTU dinilai memiliki kesempatan besar untuk menjadi bagian penting dalam proses transformasi tersebut.

Ke depan, Sandiaga berharap MUTU tidak hanya dikenal sebagai lembaga sertifikasi, tetapi berkembang menjadi mitra strategis yang membantu perusahaan memahami, menerapkan, dan meningkatkan praktik keberlanjutan dalam operasional bisnis mereka.

"Green investment bukan hanya investasi pada perusahaan yang ramah lingkungan, tetapi juga investasi pada perusahaan yang membantu menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan," ujarnya.

Sandiaga menambahkan, dirinya melihat MUTU sebagai infrastruktur kepercayaan yang mendukung pembangunan ekonomi hijau Indonesia.

Menurut dia, ketika dunia bergerak menuju ekonomi yang lebih hijau, transparan, dan bertanggung jawab, keberadaan lembaga yang mampu memastikan standar keberlanjutan akan menjadi semakin penting.

"Saya tidak melihat MUTU hanya sebagai perusahaan sertifikasi. Saya melihat MUTU sebagai infrastruktur kepercayaan bagi ekonomi hijau Indonesia," tutup Sandiaga Uno.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6