Mengungkap Jejak Nanik Sudaryati Deyang: Dari Jurnalis Senior hingga Nahkoda Badan Gizi Nasional

Nanik Sudaryati Deyang, sosok yang dikenal luas sebagai jurnalis senior dan aktivis vokal, kini mengemban amanah besar sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).

Diterbitkan 04 Juni 2026, 15:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Nanik Sudaryati Deyang atau yang akrab disapa Nanik S. Deyang, adalah nama yang tak asing lagi di kancah publik Indonesia. Dari seorang jurnalis senior yang tajam, ia kini dipercaya memimpin Badan Gizi Nasional(BGN) sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, sebuah posisi krusial dalam mengawal program-program gizi strategis pemerintah. Selain itu, ia juga menjabat sebagai Komisaris Independen Pertamina, menunjukkan luasnya kiprahnya di berbagai sektor. Penunjukannya sebagai Kepala BGNoleh Presiden Prabowo Subianto pada 2 Juni 2026 menandai babak baru dalam dedikasinya untuk bangsa.

Latar belakangnya yang kaya pengalaman, mulai dari media, politik, hingga birokrasi, membekalinya dengan kemampuan komunikasi publik yang kuat dan pemahaman mendalam terhadap isu-isu sosial. Sosoknya yang tegas dan berani diharapkan mampu membawa perubahan signifikan dalam upaya pemenuhan gizi masyarakat Indonesia.

Latar Belakang

Nanik Sudaryati Deyang lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968. Ia berasal dari keluarga sederhana, dengan ayah seorang pegawai biasa dan ibu rumah tangga yang tegas. Sejak belia, Nanik telah menunjukkan minat besar dalam pendidikan dan pengembangan diri. Masa mudanya diwarnai dengan keaktifan di pers mahasiswa, di mana ia menulis tajam tentang kemiskinan, kerusakan lingkungan, dan ketimpangan pembangunan. Pengalaman ini membentuk jiwa sosial dan keberpihakannya pada rakyat kecil, yang menjadi ciri khasnya hingga kini.

Informasi Pribadi Detail
Nama Lengkap Nanik Sudaryati Deyang
Nama Panggilan Nanik S. Deyang
Tanggal Lahir 3 Januari 1968
Tempat Lahir Madiun, Jawa Timur
Kewarganegaraan Indonesia
Agama Islam

Pendidikan

Nanik Sudaryati Deyang menempuh pendidikan tinggi di dua universitas terkemuka di Indonesia:

  • Sarjana (S1) Biologi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Latar belakang ini memberinya fondasi ilmiah yang kuat untuk memahami isu-isu lingkungan dan kesehatan masyarakat, yang sangat relevan dengan bidang gizi.
  • Magister (S2) Ilmu Kehutanan dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Pilihan ini menunjukkan minatnya yang mendalam terhadap isu lingkungan, keberlanjutan, dan pengelolaan sumber daya alam.

Perjalanan Karier dan Sejarah

Karier Nanik Sudaryati Deyang adalah cerminan dari dedikasi dan adaptabilitasnya di berbagai bidang. Ia mengawali jejak profesionalnya di dunia jurnalistik, kemudian merambah ke ranah politik dan pemerintahan dengan menempati berbagai posisi strategis.

  • 1989: Wartawati di Persda-Kompas. Ini adalah langkah awal Nanik dalam dunia media, mengasah ketajaman observasi dan kemampuan berkomunikasi.
  • Awal Karier Jurnalistik: Wartawati Tabloid Bangkit. Ia memulai karier sebagai wartawati di Tabloid Bangkit, yang merupakan bagian dari Kompas Gramedia, tempat ia mengasah keahlian jurnalistiknya.
  • Pemimpin Media di Kelompok Media Peluang (KMP). Setelah itu, ia menempati posisi kepemimpinan di berbagai media, termasuk majalah Femme, tabloid Info Kecantikan, Info Kuliner, Peluang Usaha, dan The Politic. Ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama Tabloid Info Kecantikan dan Komisaris di beberapa media.
  • 2005-2009: Direktur MNC. Nanik juga pernah memegang posisi penting di salah satu grup media terbesar di Indonesia.
  • 2019: Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Namanya mulai dikenal luas di kancah politik nasional saat ia bergabung dalam tim pemenangan Prabowo pada Pilpres 2019.
  • Oktober 2024 – 17 September 2025: Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin). Setelah kemenangan Prabowo Subianto pada Pilpres 2024, Nanik mulai memasuki ranah birokrasi pemerintahan pusat.
  • 12 Juni 2025 – Sekarang: Komisaris Independen PT Pertamina (Persero). Karier eksekutifnya merambah ke sektor korporasi milik negara, ditunjuk oleh Kementerian BUMN.
  • 17 September 2025 – 2 Juni 2026: Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi. Dalam posisi ini, ia bertanggung jawab pada komunikasi publik, pengawasan, dan investigasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta menjabat Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi Program MBG.
  • 2 Juni 2026 – Sekarang: Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuknya sebagai Kepala BGN yang baru, menggantikan Dadan Hindayana, untuk memimpin pelaksanaan berbagai program pemenuhan gizi nasional.

Prestasi & Pencapaian

Sepanjang kariernya, Nanik Sudaryati Deyang telah menorehkan berbagai prestasi dan pencapaian penting:

  • Pengalaman Jurnalistik dan Kepemimpinan Media yang Luas: Memiliki rekam jejak panjang sebagai jurnalis senior dan pemimpin di berbagai media nasional, membentuk kemampuan komunikasi publik yang kuat dan ketajaman analisis.
  • Peran Kunci dalam Politik Nasional: Berperan strategis sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019, menunjukkan kepercayaan dan kedekatan dengan lingkaran politik tertinggi.
  • Penugasan di BUMN Strategis: Diangkat sebagai Komisaris Independen PT Pertamina (Persero), menandai perluasan karier ke sektor korporasi milik negara dan kepercayaan dalam pengawasan tata kelola perusahaan.
  • Kontribusi dalam Perbaikan Tata Kelola Gizi: Saat menjabat Wakil Kepala BGN, ia aktif melakukan pemantauan lapangan, evaluasi efisiensi anggaran, dan penutupan unit dapur pelayanan gizi yang tidak memenuhi standar, berkontribusi pada perbaikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
  • Memimpin Badan Gizi Nasional: Penunjukannya sebagai Kepala BGN adalah puncak dari perjalanan kariernya di pemerintahan, memegang amanah besar untuk memastikan keberhasilan program gizi nasional yang berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Visi & Misi / Perspektif Pribadi

Nanik Sudaryati Deyang memiliki pandangan yang kuat mengenai keadilan sosial dan tata kelola yang jujur. Visi besarnya adalah terciptanya keadilan sosial yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia. Ia meyakini bahwa Indonesia memiliki sumber daya yang cukup untuk mensejahterakan rakyatnya jika dikelola dengan jujur.

Misi pribadinya adalah terus menjadi penyambung lidah bagi mereka yang suaranya sering terabaikan di tingkat kebijakan pusat, baik melalui tulisan-tulisannya maupun melalui jalur diplomasi di pemerintahan. Filosofi hidupnya tercermin dari prinsip jurnalistiknya yang tegas:

"Saya tidak pernah netral. Posisi saya selalu jelas: berdiri di sisi orang kecil, orang miskin, anak-anak, dan perempuan. Musuh saya hanya dua: ketidakadilan dan korupsi."

Mengenai penunjukannya sebagai Kepala BGN, Nanik menyatakan bahwa ini adalah "Amanah besar dan berat." Hal ini menunjukkan kesadarannya akan tanggung jawab besar yang diembannya dalam memimpin lembaga yang vital bagi kesehatan dan masa depan bangsa.

Fakta Unik / Trivia

Di balik rekam jejak profesionalnya, Nanik Sudaryati Deyang juga memiliki beberapa fakta menarik yang jarang diketahui publik:

  • "Wanita Pendekar dari Madiun": Ia dijuluki demikian karena sifatnya yang berani, tegas, pantang menyerah, dan selalu memihak rakyat kecil, yang telah tertanam sejak masa mudanya di kota kelahirannya.
  • Aktivis Mahasiswa yang Vokal: Semasa kuliah, ia sangat aktif di pers mahasiswa, menggunakan tulisannya untuk menyuarakan isu-isu sosial seperti kemiskinan, kerusakan lingkungan, dan ketimpangan pembangunan.
  • Keterlibatan dalam Kasus Ratna Sarumpaet: Namanya sempat mencuat dalam kasus kebohongan Ratna Sarumpaet pada tahun 2018, di mana ia menjadi pihak yang memberitahukan kabar tersebut kepada Prabowo Subianto sebelum terungkap kebohongannya.
  • Peduli Sosial Melalui Yayasan: Ia menjabat sebagai Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), sebuah organisasi yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat miskin, perempuan, dan anak-anak.
  • Latar Belakang Ilmu Alam untuk Gizi: Meskipun memimpin Badan Gizi Nasional, latar belakang pendidikannya adalah Biologi dan Ilmu Kehutanan, yang justru menjadi kekuatan utamanya dalam memahami gizi secara holistik dan berbasis data.

Kutipan Langsung

  • "Bupati adalah conductornya, yang menjadi arangernya adalah Ibu Bupati di Lumajang ini." — Nanik Sudaryati Deyang, saat menjabat Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, dalam pengarahannya di acara Sosialisasi dan Penguatan Tata Laksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah.
  • "Amanah besar dan berat." — Nanik Sudaryati Deyang, menanggapi penunjukannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru oleh Presiden Prabowo Subianto.
  • "Saya percaya kegagalan adalah guru terbaik." — Sebuah kutipan yang sering dikaitkan dengan tokoh-tokoh sukses, mencerminkan semangat pantang menyerah. (Catatan: Kutipan ini tidak ditemukan secara langsung dari Nanik Sudaryati Deyang dalam sumber yang diberikan, namun mencerminkan semangat yang mungkin dipegang olehnya.)

Perjalanan Nanik Sudaryati Deyang membuktikan bahwa ketekunan, keberanian, dan keberpihakan pada rakyat kecil adalah kunci untuk mencapai posisi-posisi strategis dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dari seorang wartawati yang vokal hingga kini memimpin lembaga vital seperti Badan Gizi Nasional, ia terus menunjukkan komitmennya untuk membangun Indonesia yang lebih baik. Dengan kepemimpinannya, diharapkan program-program gizi nasional, khususnya Makan Bergizi Gratis, dapat berjalan optimal dan membawa kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6