Prabowo: Tak Ada Bangsa yang Kasihan Jika Kita Kesulitan dan Rakyat Lapar

Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia harus mampu berdiri di atas kaki sendiri.

Diterbitkan 01 Juni 2026, 13:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Indonesia harus mandiri dan berdaulat, tidak bergantung pada bangsa lain.
  • Pemerintah fokus transformasi bangsa, hilirisasi, ketahanan pangan, dan program makan gratis.
  • Pemerintah akan perbaiki tata kelola, hadapi korupsi demi kesejahteraan rakyat.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia harus mampu berdiri di atas kaki sendiri dan menjadi negara yang berdaulat. Dia mengingatkan, bangsa lain tak akan kasihan maupun membantu apabila Indonesia dalam kesulitan dan rakyat mengalami kelaparan.

"Kita tidak mau jadi bangsa yang tergantung oleh bangsa lain karena sesungguhnya tidak ada bangsa lain yang akan kasihan sama kita. Kalau kita dalam kesulitan, kalau rakyat kita lapar, kalau rakyat kita dalam kesulitan, tidak ada bangsa lain, kekuatan lain yang akan kasihan atau membantu kita," ujar Prabowo usai memimpin upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026).

"Sebagaimana pendiri bangsa kita, sebagaimana proklamator kita Bung Karno pernah menganjurkan kepada kita, kita harus berani berdiri di atas kaki kita sendiri. Itu adalah intisari daripada negara yang berdaulat," sambungnya.

Prabowo menuturkan pemerintah saat ini sedang menjalankan strategi transformasi bangsa yang berlandaskan Pancasila. Prabowo ingin kekayaan alam Indonesia dapat betul-betul dapat mensejahterakan masyarakat Indonesia.

"Kita sedang dan akan menjalankan terus strategi transformasi bangsa. Strategi kita sejatinya adalah transformasi menjadi haluan yang sejalan dengan Pancasila," tutur dia.

 

Pemerintah Perkuat Hilirisasi

Prabowo menekankan pemerintah memperkuat hilirisasi sumber daya alam, membangun ketahanan pangan nasional, memperkuat koperasi dan ekonomi desa. Selain itu, dia menyampaikan komitmen pemerintah untuk terus melanjutkan program makan bergizi gratis.

"Kita terus memberi makan bergizi gratis untuk membangun generasi Indonesia yang sehat dan unggul dan cerdas. Kita memperkuat pendidikan, kesehatan, dan pembangunan manusia," tutur Prabowo.

Disisi lain, Prabowo menegaskan pemerintahannya akan memperbaiki tata kelola agar kekayaan Indonesia tidak bocor dan mengalir ke luar negeri. Dia menyadari tak mudah menjalankan transformasi besar sebab ada pihak-pihak yang melakukan perlawanan, terutama para koruptor.

"Kita akan menghadapi rintangan. Kita akan menghadapi tantangan. Mungkin juga kita akan menghadapi perlawanan dari kelompok-kelompok yang suka dengan korupsi, suka dengan penyelundupan, suka dengan tindakan-tindakan ekonomi yang ilegal," terang Prabowo.

Dia menyebut transformasi besar tersebut juga menghadapi perlawanan oleh kelompok yang tak mencintai Tanah Air dan ingin memperlemah NKRI. Namun, Prabowo menegaskan dirinya akan menghadapi segala perlawanan tersebut agar masyarakat dapat hidup sejahtera dsn makmur.

"Bangsa yang besar harus berani. Kita harus berani ambil keputusan yang benar walaupun sulit. Kita harus berani membela rakyat kita. Kita tidak boleh mewariskan kemudahan jangka pendek tapi mengorbankan masa depan anak-anak dan cucu-cucu kita. Tidak ada negara yang merdeka tanpa kemakmuran," pungkas Prabowo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6