Kakorlantas Ingatkan Makna Penting Momentum Idul Adha bagi Polri

Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menegaskan, momentum Hari Raya Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ritual penyembelihan hewan kurban.

Diterbitkan 29 Mei 2026, 18:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Idul Adha dimaknai sebagai refleksi keikhlasan dan pengorbanan Polri dalam mengabdi.
  • Kurban simbol pengabdian, kepedulian sosial, serta berbagi kepada masyarakat membutuhkan.
  • Momentum kurban juga untuk memperbaiki diri, menghilangkan sifat negatif, dan memperkuat semangat.

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menegaskan, momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tidak hanya dimaknai sebagai ritual penyembelihan hewan kurban, tetapi juga sebagai refleksi keikhlasan dan pengorbanan anggota Polri dalam mengabdi kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Irjen Pol Agus Suryonugroho dalam kegiatan kurban yang dilaksanakan Korlantas Polri bersama jajaran Ditlantas Polda Jawa Tengah (Jateng) pada perayaan Iduladha 1447 Hijriah, di Jalan Untung Suropati, Kecamatan Mijen, Jawa Tengah, Jumat (29/5/2026).

Dalam keterangannya, dia menyampaikan, pelaksanaan kurban menjadi simbol pengabdian dan kepedulian sosial, terutama kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Hari ini (Jumat 29 Mei 2026) Korlantas Polri dan Ditlantas jajaran melaksanakan ibadah kurban. Kurban ini mengandung maksud bagaimana kita mengorbankan tugas-tugas kita kepada masyarakat, termasuk juga berbagi kepada masyarakat yang kurang mampu," ujar Irjen Pol Agus Suryonugroho, Jumat (29/5/2026).

 

Makna Kurban

Menurut Agus, nilai keikhlasan dan pengorbanan dalam Iduladha diharapkan dapat memperkuat semangat personel Polantas dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat, khususnya menjaga keamanan dan ketertiban lalu lintas.

"Kami mohon doa restu, semoga keikhlasan dan pengorbanan dalam rangka Hari Raya Kurban ini bisa membuat semangat anggota di lapangan untuk mengabdikan diri, terutama menjaga keamanan termasuk juga ketertiban lalu lintas," ucap dia.

Agus juga menekankan, makna kurban tidak berhenti pada proses penyembelihan hewan semata, melainkan menjadi momentum memperbaiki diri dan menghilangkan sifat-sifat negatif dalam pelaksanaan tugas.

"Bukan hanya sekadar ritual pemotongan hewan, tetapi juga menghilangkan ego-ego dan sifat-sifat yang kurang baik, baik kesombongan maupun kesewenang-wenangan," tutur dia.

Agus berharap semangat Idul Adha dapat membawa keberkahan dan membentuk pribadi anggota Polri yang semakin humanis, tulus, dan ikhlas dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Sehingga dengan hari kurban ini, kami mendapat berkah dari Allah Tuhan Yang Maha Kuasa, ikhlas untuk mengorbankan diri kita demi menjaga keamanan dan ketertiban," pungkas Agus.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6