SAPA UMKM Diluncurkan,Wamendagri Harap Perkuat Ekosistem Usaha

Wamendagri Bima Arya sebut data pelaku UMKM di daerah kerap berbeda ekstrem dan berharap aplikasi SAPA UMKM bisa menjadi solusi integrasi data.

Diterbitkan 21 Mei 2026, 19:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Wamendagri soroti karut-marut data UMKM daerah yang menyulitkan pembinaan tepat sasaran.
  • SAPA UMKM diluncurkan untuk integrasi data dan atasi ego sektoral antar OPD.
  • Keberhasilan SAPA UMKM bergantung pada peran aktif kepala daerah dan kolaborasi.

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengapresiasi peluncuran Sistem Aplikasi Pelayanan (SAPA) UMKM sebagai terobosan baru untuk memperkuat ekosistem usaha melalui integrasi data lintas sektor. Namun, Bima memberikan catatan kritis mengenai karut-marut data pelaku usaha di daerah.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Soft Launching SAPA UMKM dalam mendukung Program Kesejahteraan Rakyat (PRO-KESRA) di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Bima menyoroti persoalan ego sektoral data UMKM antarorganisasi perangkat daerah (OPD) yang hingga kini masih menjadi tantangan besar di lapangan. Perbedaan data tersebut dinilai menyulitkan pemerintah dalam menyusun langkah pembinaan yang tepat sasaran.

“Kalau berbicara tentang data UMKM, datanya itu beda-beda. Kadang bedanya ekstrem,” ujar Bima Arya dalam sambutannya.

Menurut Bima, ketidaksinkronan data ini membuat Pemerintah Daerah (Pemda) kerap kelabakan dalam memberikan pendampingan perizinan hingga perluasan akses pasar. Terlebih, karakteristik dan kebutuhan setiap pelaku UMKM sangat beragam.

“UMKM ini memang variannya beda-beda Pak, … Pendekatannya lain, ritmenya juga lain,” tambahnya.

Oleh karena itu, kehadiran SAPA UMKM dinilai menjadi langkah maju untuk menghadirkan satu basis data yang terintegrasi. Bima juga mendorong penguatan pola kerja kolaboratif (co-creation) yang melibatkan pemerintah, swasta, perguruan tinggi, hingga komunitas.

“Ketika ada satu platform di mana di situ bisa duduk sama-sama semua, membangun prinsip co-creation, ini juga beberapa langkah lebih maju,” jelasnya.

 

Kunci Keberhasilan di Tangan Kepala Daerah

Meski platform digital sudah tersedia, Bima menegaskan bahwa kunci keberhasilan program ini tetap berada di tangan kepala daerah. Pemda dituntut aktif memperbarui dan memutakhirkan data secara berkelanjutan karena mereka yang paling memahami kondisi riil di lapangan.

Di akhir penyampaiannya, Bima memastikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan mengawal ketat implementasi sistem baru ini agar berjalan optimal di seluruh daerah.

“Kemendagri insyaallah mengawal ini. Kita pastikan kepala daerah mendorong ini agar bisa dimanfaatkan oleh teman-teman di daerah,” tandasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6