8 Orang Pendulang Emas Dibunuh OPM di Yahukimo, Dituduh Mata-Mata Aparat

Para pelaku merupakan anggota kelompok TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo yang dipimpin Mayor Kopitua Heluka.

Diterbitkan 21 Mei 2026, 09:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Delapan warga sipil dibunuh OPM di Yahukimo, dituduh mata-mata aparat.
  • Korban adalah pendulang emas, bukan aparat keamanan seperti tuduhan OPM.
  • TNI Habema mengejar pelaku OPM dan tingkatkan patroli keamanan di Yahukimo.

Liputan6.com, Jakarta - Delapan orang warga sipil itu dibunuh kelompok OPM karena dituduh sebagai mata-mata aparat di wilayah Korowai, Kabupaten Yahukimo, Papua. Komando Operasi TNI Habema menyiapkan pasukan untuk mengejar kelompok OPM pelaku pembunuhan delapan orang warga sipil pekerja pendulang emas.

"Delapan orang tersebut bukan aparat keamanan seperti yang dituduhkan kelompok OPM, melainkan warga sipil yang sedang melakukan aktivitas pendulangan emas di wilayah tersebut,” kata Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letnan Kolonel Inf M. Wirya Arthadiguna dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Peristiwa pembunuhan itu terjadi pada Rabu (20/5). Para pelaku merupakan anggota kelompok TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo yang dipimpin Mayor Kopitua Heluka bersama pasukan Batalyon Yamue di bawah komando Mayor Dejang Heluka.

Setelah membunuh delapan orang warga sipil, kelompok OPM itu dikabarkan melarikan diri ke wilayah lain. Koops Habema telah mempersiapkan pasukan berikut bantuan helikopter untuk memburu para pelaku pembunuhan itu.

TNI Tingkatkan Patroli

Tidak hanya mencari para pelaku, Koops Habema juga berupaya mengevakuasi jenazah warga sipil korban tindakan sadis kelompok OPM.

"Koops TNI Habema mengutuk keras aksi kekerasan dan pembunuhan terhadap warga sipil yang dilakukan kelompok OPM. TNI akan melakukan pengejaran terhadap para pelaku serta terus meningkatkan keamanan di wilayah Yahukimo,” kata Wirya.

Wirya juga memastikan pihaknya akan meningkatkan patroli dan pengamanan di wilayah Yahukimo untuk memastikan keamanan warga setempat.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6