Anggota Komisi IX Poempida Hidayatullah mengatakan, Sigit, pria yang memutilasi ibu kandungnya, Siti Amini, dapat dikenakan sanksi pidana berat. Sebab, menurut dia, tak ada perlindungan hukum untuk Sigit.
"Sebenarnya SI terlindung dari ancaman pidana kalau dia memang sakit jiwa. Tapi dalam konteks ini, tidak ada perlindungan hukum untuk dia. Jadi dia akan dikenakan sanksi terberat berdasarkan hukum pidana," kata Poempida dalam pesan singkatnya di Jakarta, Senin (15/7/2013).
Dia melanjutkan, dikarenakan aturan mengenai kesehatan jiwa memang hanya termaktub sebagian kecil di UU 36/2009. Sehingga, akan sulit untuk menjatuhkan sanksi bagi Sigit. "Seharusnya sebagaimana amanat UU tersebut dibuat PP mengenai kesehatan jiwa. Ini yang tidak pernah dibuat sampai sekarang," ujarnya.
"Komisi IX kemudian menginisiasi RUU Kesehatan Jiwa, yang menurut saya cukup dijabarkan secara rinci dalam bentuk PP," tambahnya.
Hal itu perlu dilakukan, karena menurutnya bahaya RUU Kesehatan Jiwa dapat disalahgunakan bagi semua orang yang terlibat masalah hukum, terutama pidana untuk menghindar dari masalah hukum tersebut. "Karena RUU Kesehatan Jiwa setelah disahkan levelnya akan sama dengan UU KUHP," tutur Poempida.
Sigit (50), pria yang diduga memutilasi ibu kandungnya, Siti Amini (80), kini menjalani pemeriksaan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Dia diperiksa terkait kondisi gangguan kejiwaan yang dialaminya.
Sigit awalnya menjalani pemeriksaan di Mapolsek Tanah Abang terkait penemuan potongan tubuh ibunya yang sudah dalam bentuk tulang belulang. Kerangka ibunya ditemukan dalam baskom pada Sabtu 13 Juli 2013 sekitar pukul 23.30 WIB. Namun petugas mengaku kesulitan mengorek keterangan lantaran diduga Sigit mengalami gangguan jiwa.
Kerangka potongan tubuh Siti Amini ditemukan di rumahnya oleh anaknya, Bambang, yang juga saudara kandung Sigit pada Sabtu 13 Juli malam. Kerangka kepala atau tengkorak ditemukan dalam baskom. Sementara bagian tubuh dan kaki dimasukkan ke dalam kantong plastik. Sedangkan isi tubuh SA ditemukan di dalam kamar mandi.
Penemuan kerangka itu kemudian dilaporkan ke Mapolsek Metro Tanah Abang, Jakarta Pusat. Untuk keperluan penyelidikan, kerangka itu kemudian dikirim ke kamar jenazah RSCM. (Sul/Mut)
"Sebenarnya SI terlindung dari ancaman pidana kalau dia memang sakit jiwa. Tapi dalam konteks ini, tidak ada perlindungan hukum untuk dia. Jadi dia akan dikenakan sanksi terberat berdasarkan hukum pidana," kata Poempida dalam pesan singkatnya di Jakarta, Senin (15/7/2013).
Dia melanjutkan, dikarenakan aturan mengenai kesehatan jiwa memang hanya termaktub sebagian kecil di UU 36/2009. Sehingga, akan sulit untuk menjatuhkan sanksi bagi Sigit. "Seharusnya sebagaimana amanat UU tersebut dibuat PP mengenai kesehatan jiwa. Ini yang tidak pernah dibuat sampai sekarang," ujarnya.
"Komisi IX kemudian menginisiasi RUU Kesehatan Jiwa, yang menurut saya cukup dijabarkan secara rinci dalam bentuk PP," tambahnya.
Hal itu perlu dilakukan, karena menurutnya bahaya RUU Kesehatan Jiwa dapat disalahgunakan bagi semua orang yang terlibat masalah hukum, terutama pidana untuk menghindar dari masalah hukum tersebut. "Karena RUU Kesehatan Jiwa setelah disahkan levelnya akan sama dengan UU KUHP," tutur Poempida.
Sigit (50), pria yang diduga memutilasi ibu kandungnya, Siti Amini (80), kini menjalani pemeriksaan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Dia diperiksa terkait kondisi gangguan kejiwaan yang dialaminya.
Sigit awalnya menjalani pemeriksaan di Mapolsek Tanah Abang terkait penemuan potongan tubuh ibunya yang sudah dalam bentuk tulang belulang. Kerangka ibunya ditemukan dalam baskom pada Sabtu 13 Juli 2013 sekitar pukul 23.30 WIB. Namun petugas mengaku kesulitan mengorek keterangan lantaran diduga Sigit mengalami gangguan jiwa.
Kerangka potongan tubuh Siti Amini ditemukan di rumahnya oleh anaknya, Bambang, yang juga saudara kandung Sigit pada Sabtu 13 Juli malam. Kerangka kepala atau tengkorak ditemukan dalam baskom. Sementara bagian tubuh dan kaki dimasukkan ke dalam kantong plastik. Sedangkan isi tubuh SA ditemukan di dalam kamar mandi.
Penemuan kerangka itu kemudian dilaporkan ke Mapolsek Metro Tanah Abang, Jakarta Pusat. Untuk keperluan penyelidikan, kerangka itu kemudian dikirim ke kamar jenazah RSCM. (Sul/Mut)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256117/original/079954000_1781147945-Tugas__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5575337/original/085582000_1778045275-cek_fakta_-_alat_pertanian_dan_bibit_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7812129/original/049676700_1780629323-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-05T101248.112.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5515623/original/045243200_1772182225-dinas_perhubungan_-_klaim_facebook_cpns.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2002/original/hukum130407c.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8331592/original/085679400_1782201838-mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257368/original/081366600_1781236868-000_B6U83U4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262589/original/038165100_1781838673-AP26170082180731-Meksiko_vs_Korsel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258678/original/086617800_1781400963-000_B6Z32RM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8380798/original/058541300_1782259430-Didier_Deschamps.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8393441/original/064092700_1782273896-IMG-20260624-WA0015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8391143/original/089751400_1782271521-AP26174796770030.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8390580/original/090297700_1782270828-AP26174743606446.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8377926/original/005752900_1782255969-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389880/original/043940700_1782270022-AP26174722689391.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8339939/original/056860300_1782211800-Potongan_Ojol.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5357839/original/082379500_1758549227-WhatsApp_Image_2025-09-22_at_20.32.06.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5177189/original/080296300_1743154857-Puan_Maharani_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263286/original/078037600_1781877229-IMG_4038.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263316/original/003749800_1781881522-IMG_4134.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263224/original/098603300_1781869225-IMG_3950.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263193/original/075564900_1781866232-IMG_3939.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7764907/original/033996900_1780575064-Setyo_Budiyanto_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262094/original/085480900_1781770696-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_15.14.16.jpeg)