Kolaborasi PNM dan Masyarakat Ekonomi Syariah, Perkuat Pemberdayaan Perempuan Prasejahtera

Kolaborasi menghadirkan pendampingan usaha berbasis syariah serta membuka akses pelatihan berkelanjutan bagi ibu-ibu prasejahtera.

Diterbitkan 08 Mei 2026, 16:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • PNM dan MES berkolaborasi memberdayakan perempuan prasejahtera melalui program Mba Maya.
  • Mba Maya fokus pada pendampingan usaha syariah dan pelatihan berkelanjutan bagi nasabah PNM.
  • Program ini bertujuan memperkuat kemandirian ekonomi perempuan dan sejalan dengan Astacita Presiden.

Liputan6.com, Jakarta - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menggandeng Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan prasejahtera melalui program pemberdayaan Membina dan Memberdaya atau Mba Maya.

Menurut Direktur Utama PNM Arief Mulyadi, kolaborasi menghadirkan pendampingan usaha berbasis syariah serta membuka akses pelatihan berkelanjutan bagi ibu-ibu prasejahtera yang selama ini menjadi mayoritas nasabah PNM sehingga mampu mengembangkan usahanya dan naik kelas.

"Kami berkomitmen untuk terus mendorong pemberdayaan perempuan, terutama melalui ekosistem syariah. Ini adalah langkah nyata untuk mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan di Indonesia," ujar Arief dalam keterangannya di Jakarta, melansir Antara, Jumat (8/5/2026).

Dia mengatakan, program Mba Maya diluncurkan pada 6 Mei 2026 yang diikuti lebih dari 30.000 nasabah PNM secara hibrid, baik luring maupun daring.

Menurut Arief, kolaborasi dua lembaga ini ingin memperkuat peran ekonomi syariah sebagai salah satu pendorong kemandirian usaha perempuan di Indonesia dengan mengusung kampanye Usaha Berkah Dalam Bingkai Ekonomi Syariah melalui program Mba Maya.

 

Perluas Dampak Pembinaan

Program tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya memperluas dampak pembinaan terhadap pelaku usaha ultra mikro yang jadi fokus pembiayaan PNM.

"Saat ini, sebanyak 73 persen pembiayaan PNM sudah berbasis syariah dan telah memfasilitasi lebih dari 2.300 sertifikasi halal bagi usaha nasabah. Program Mba Maya difokuskan pada peningkatan kapasitas usaha perempuan melalui pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan," jelas Arief.

Sementara itu, Menteri Koperasi sekaligus Ketua Harian Pengurus Pusat MES Ferry Juliantono mengapresiasi langkah PNM dalam menghadirkan program pemberdayaan yang menyasar masyarakat akar rumput.

"Program Mba Maya sejalan dengan Astacita Presiden Prabowo, yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan," ucap dia.

"Sistem pengelolaan data milik PNM, terutama keberadaan Command Center yang menampilkan dashboard data yang bagus, dapat menjadi contoh bagi lembaga lain, seperti Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM)," tandas Ferry.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6