Liputan6.com, Surabaya: Sepatu bermutu tak harus mahal. Tak percaya? Kunjungi saja bursa sepatu di kawasan Wedoro, antara Waru dan Sidoarjo, Jawa Timur. Hampir setiap hari, banyak warga Kota Surabaya dan masyarakat berbagai penjuru daerah yang mengunjungi sentra industri sepatu tersebut. Para pengunjung umumnya berbelanja sepatu dan sandal. Banyak model tersedia, termasuk pilihan produk berbahan kulit maupun sintetis.
Perkembangan Desa Wedoro sebagai sentra industri sepatu dimulai sejak tiga tahun yang silam. Kini, jumlah pengunjung sentra industri sepatu itu meningkat pesat. Bahkan, Wedoro tak kalah bersaing dengan kawasan Tanggulangin, bursa sepatu lainnya di Surabaya.
Melihat jumlah pengunjung yang membludak, praktis, ratusan kepala keluarga di Desa Wedoro menggantungkan hidup sepenuhnya sebagai pengusaha dan perajin sepatu. Kesuksesan para pengusaha dan perajin Wedoro tak terlepas dari sejumlah strategi jitu. Selain menawarkan harga produk relatif murah, mereka juga membidik konsumen dengan mutu yang cukup terjamin.
Boleh dikatakan, setiap konsumen memang menginginkan membeli produk berkualitas. Kendati demikian, harga tinggi terkadang menjadi ganjalan. Kendala itulah yang nampaknya dapat disiati oleh sejumlah pengusaha sepatu di Wedoro. Hana, misalnya. Pemilik kios sepatu Sumber Asih ini merintis usaha dengan menjual sejumlah sepatu dan sandal. Dia mematok harga alas kaki itu cukup bervariasi, mulai Rp 5.000 hingga Rp 7.500 per pasang. Saat itu, omzet yang diperoleh sekitar Rp 100 ribu per hari.
Kios sepatu Hana semakin ramai dikunjungi. Hana mengungkapkan, biasanya, para pengunjung berbelanja pada Sabtu dan Ahad. Namun, banyak juga pembeli yang berbelanja pada hari besar, termasuk menjelang puasa dan Hari Raya Idul Fitri. Kini, Hana mengaku omzet yang diperolehnya mencapai Rp 3 juta per hari.
Sukses yang dicapai Hana bisa dikatakan mewakili gambaran pengusaha sepatu di Wedoro. Keberhasilan itu tak terlepas dari perhatian Pemerintah Desa Wedoro. Menyadari potensi wilayahnya yang cukup menjanjikan, mereka pun mengupayakan kemudahan pencapaian lokasi melalui sarana pendukung yang telah tertata rapi.(ANS/Tim Usaha Anda)
Perkembangan Desa Wedoro sebagai sentra industri sepatu dimulai sejak tiga tahun yang silam. Kini, jumlah pengunjung sentra industri sepatu itu meningkat pesat. Bahkan, Wedoro tak kalah bersaing dengan kawasan Tanggulangin, bursa sepatu lainnya di Surabaya.
Melihat jumlah pengunjung yang membludak, praktis, ratusan kepala keluarga di Desa Wedoro menggantungkan hidup sepenuhnya sebagai pengusaha dan perajin sepatu. Kesuksesan para pengusaha dan perajin Wedoro tak terlepas dari sejumlah strategi jitu. Selain menawarkan harga produk relatif murah, mereka juga membidik konsumen dengan mutu yang cukup terjamin.
Boleh dikatakan, setiap konsumen memang menginginkan membeli produk berkualitas. Kendati demikian, harga tinggi terkadang menjadi ganjalan. Kendala itulah yang nampaknya dapat disiati oleh sejumlah pengusaha sepatu di Wedoro. Hana, misalnya. Pemilik kios sepatu Sumber Asih ini merintis usaha dengan menjual sejumlah sepatu dan sandal. Dia mematok harga alas kaki itu cukup bervariasi, mulai Rp 5.000 hingga Rp 7.500 per pasang. Saat itu, omzet yang diperoleh sekitar Rp 100 ribu per hari.
Kios sepatu Hana semakin ramai dikunjungi. Hana mengungkapkan, biasanya, para pengunjung berbelanja pada Sabtu dan Ahad. Namun, banyak juga pembeli yang berbelanja pada hari besar, termasuk menjelang puasa dan Hari Raya Idul Fitri. Kini, Hana mengaku omzet yang diperolehnya mencapai Rp 3 juta per hari.
Sukses yang dicapai Hana bisa dikatakan mewakili gambaran pengusaha sepatu di Wedoro. Keberhasilan itu tak terlepas dari perhatian Pemerintah Desa Wedoro. Menyadari potensi wilayahnya yang cukup menjanjikan, mereka pun mengupayakan kemudahan pencapaian lokasi melalui sarana pendukung yang telah tertata rapi.(ANS/Tim Usaha Anda)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3033320/original/056331500_1580109526-20200127-Ekspresi-Peserta-Tes-CPNS-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346278/original/098863900_1789119476-Cek_Fakta_Ustaz_Adi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346032/original/030931700_1789106579-FALSE.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346108/original/077588800_1789110397-cek_fakta_cpns_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/401332/original/041003cUD1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343928/original/029365100_1788925942-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_09.14.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340277/original/096438600_1788499326-ChatGPT_Image_4_Sep_2026__12.19.35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343054/original/075440100_1788842362-WhatsApp_Image_2026-09-08_at_11.15.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342609/original/043600500_1788780135-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342572/original/072108600_1788776192-WhatsApp_Image_2026-09-05_at_8.00.42_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3483161/original/088606400_1623749024-arnaud-mesureur-7EqQ1s3wIAI-unsplash_Fotor.jpg)