5 Pelajar di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, ditangkap polisi karena diduga telah bersekongkol membunuh siswi SMP, Nanda Amalia Setyowati. Diduga, mereka nekat membunuh korban hanya gara-gara tersinggung pesan singkat atau SMS yang dikirimkan korban.
Pantauan Liputan 6 SCTV, Rabu (10/7/2013), ke-5 pelajar SMP dan SMA itu terpaksa berurusan dengan polisi. Korban yang merupakan siswi SMP 3 Depok, Sleman, itu diduga dibunuh dengan cara ditusuk 2 kali di bagian punggung dan dihantam dengan cor beton di bagian wajah.
Kapolres Sleman AKBP Herry Sutrisman mengatakan dari hasil pemeriksaan terungkap para tersangka yang masih ABG (Anak Baru Gede) itu nekat membunuh korban karena tersinggung dengan SMS korban kepada tersangka YSM. Selain dianggap menghina, SMS itu dianggap mengadu domba antara YSM dengan pacarnya, EP.
"Tersangka YSM mengaku tersinggung dengan SMS yang dikirimkan korban Nanda. Ia pun mengajak teman-temannya membunuh Nanda," kata Herry
Sebelum dibunuh, korban dijebak untuk datang ke lokasi di halaman gedung Taman kanak-kanak di Condongcatur, Depok. Melalui EP, korban diajak bertemu di depan gedung TK itu. Sesampai di lokasi kejadian, korban justru dihabisi para tersangka setelah sebelumnya terlibat pertengkaran.
Di lokasi kejadian polisi menyita sejumlah barang bukti yaitu telepon genggam, 1 unit sepeda motor, pisau dan cor beton yang digunakan untuk menghantam korban hingga tewas. Kelima pelajar itu ditangkap di rumahnya masing-masing. Dari 5 pelajar yang diperiksa, polisi menetapkan 4 orang sebagai tersangka yaitu DBD, MSS, AYY, dan YSM.
Kasus pembunuhan ini terungkap menyusul ditemukannya jasad Nanda di halaman TK Tunas Wisata Ambarukmo. Saat ditemukan jasad korban bersimbah darah dan sejumlah luka tusukan dan luka di bagian wajah akibat dihantam cor beton. (Adi/Ism)
Pantauan Liputan 6 SCTV, Rabu (10/7/2013), ke-5 pelajar SMP dan SMA itu terpaksa berurusan dengan polisi. Korban yang merupakan siswi SMP 3 Depok, Sleman, itu diduga dibunuh dengan cara ditusuk 2 kali di bagian punggung dan dihantam dengan cor beton di bagian wajah.
Kapolres Sleman AKBP Herry Sutrisman mengatakan dari hasil pemeriksaan terungkap para tersangka yang masih ABG (Anak Baru Gede) itu nekat membunuh korban karena tersinggung dengan SMS korban kepada tersangka YSM. Selain dianggap menghina, SMS itu dianggap mengadu domba antara YSM dengan pacarnya, EP.
"Tersangka YSM mengaku tersinggung dengan SMS yang dikirimkan korban Nanda. Ia pun mengajak teman-temannya membunuh Nanda," kata Herry
Sebelum dibunuh, korban dijebak untuk datang ke lokasi di halaman gedung Taman kanak-kanak di Condongcatur, Depok. Melalui EP, korban diajak bertemu di depan gedung TK itu. Sesampai di lokasi kejadian, korban justru dihabisi para tersangka setelah sebelumnya terlibat pertengkaran.
Di lokasi kejadian polisi menyita sejumlah barang bukti yaitu telepon genggam, 1 unit sepeda motor, pisau dan cor beton yang digunakan untuk menghantam korban hingga tewas. Kelima pelajar itu ditangkap di rumahnya masing-masing. Dari 5 pelajar yang diperiksa, polisi menetapkan 4 orang sebagai tersangka yaitu DBD, MSS, AYY, dan YSM.
Kasus pembunuhan ini terungkap menyusul ditemukannya jasad Nanda di halaman TK Tunas Wisata Ambarukmo. Saat ditemukan jasad korban bersimbah darah dan sejumlah luka tusukan dan luka di bagian wajah akibat dihantam cor beton. (Adi/Ism)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8327596/original/000770900_1782197299-cek_fakta_-_dishub_lowongan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5471300/original/019987800_1768283249-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-13T124627.766.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5481724/original/069742900_1769143528-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-23T110013.385.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/43639/original/smp-bunuh-130710b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261544/original/016069100_1781743382-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261718/original/051731600_1781755469-IMG-20260618-WA0022.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261448/original/088941000_1781704030-000_B7CB6XU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8327170/original/046346200_1782196768-AP26174048235003.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312896/original/014782800_1782180155-000_B7XU3U2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262481/original/011971700_1781803398-Croatia_s_Luka_Modric.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322381/original/046006400_1782191324-063_2282870144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322380/original/064889600_1782191323-063_2282870058.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8296460/original/082795500_1782159766-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258680/original/053706900_1781401116-Folarin_Balogun.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8293308/original/041888100_1782155517-AP26173640031261.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8317670/original/089667300_1782185621-AP26174019661970.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263990/original/053000400_1782043355-IMG_20260621_164329.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5275596/original/009421200_1751883638-52966144-4d5e-45d8-b5a0-8ba1c3fa112a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263345/original/081855100_1781887842-IMG_20260619_205520.v1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3544705/original/095321700_1629348830-ilustrasi-mayat_20170616_132436.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6461876/original/048016500_1779324747-napi-kasus-narkoba-di-lp-banda-aceh-tiba-tiba-meninggal-dunia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260136/original/069719400_1781577134-pengungkapan-kasus-pembunuuhan-drw1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259203/original/001347300_1781491494-kasus-pembunuhan-mks-drw.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259060/original/007936000_1781444278-IMG-20260611-WA0003.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257798/original/085750400_1781257127-penemuan_mayat_banyumas.jpg)