Palang Perlintasan Kereta di Bekasi Banyak Dikuasai Ormas, KDM: Segera Ambil Tindakan!

Gubernur Jabar Kang Dedy Mulyadi (KDM) geram dengan banyaknya palang perlintasan di Bekasi yang dikuasai ormas.

Diterbitkan 29 April 2026, 14:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gubernur Jabar perintahkan Polres Bekasi tindak tegas premanisme ormas di palang lintasan kereta.
  • Gubernur meminta pemasangan palang pintu pengaman di semua perlintasan sebidang dalam seminggu.
  • PT KAI akan menutup perlintasan tidak standar dan menempuh jalur hukum terhadap ormas.

Liputan6.com, Bekasi - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah memberikan perintah kepada Polres Kota Bekasi untuk menindak tegas dugaan adanya premanisme oleh ormas yang menguasai persoalan palang lintasan kereta di Bekasi.

Dedi Mulyadi meminta agar Polres Kota Bekasi bisa menyelesaikan persoalan tersebut pada Rabu (29/4/2026). Hal itu dikatakannya usai menjenguk korban kecelakaan antara Kereta Jarak Jauh (KJJ) KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line lintas Cikarang.

"Ya untuk level itu kan, ya seluruh jajaran Polres Bekasi, Kota Bekasi, segera ambil tindakan hari ini. Ini permintaan saya sebagai Gubernur Jabar," ucap Dedi Mulyadi.

"Tidak boleh lagi ada ormas, ada premanisme yang menguasai aset-aset umum untuk kepentingan dirinya. Dan saya pikir tingkat Polsek aja bisa menyelesaikan itu," tegas gubernur yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) ini.

Ke depan, kata Dedi Mulyadi, Pemprov Jabar sudah merencanakan untuk membangun flyover. Tapi untuk jangka pendek atau saat ini, dia meminta agar seluruh perlintasan kereta sebidang dipasang palang pintu pengamanannya.

Dedi Mulyadi menyatakan hal itu langsung kepada Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto sekaligus menanggapi kabar bahwa Dinas Perhubungan (Dishub) Pemprov Jabar saat ini juga telah mengambil alih penjagaan di dua pintu perlintasan, yaitu Ampera dan Bulak Kapal.

"Pasang saja. Dalam seminggu ini harus terpasang. Pak Wali Kota sanggup enggak?" tanya KDM, yang langsung dijawab siap oleh Tri.

 

Tutup Lintasan Kereta Tak Sesuai Standar

Sebelumnya Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin juga telah merrspons mengenai perlintasan sebidang di Bekasi banyak dikuasai organisasi masyarakat (ormas). Dia menegaskan, palang kereta yang tidak memenuhi standar keselamatan akan ditutup.

Isu tersebut mencuat setelah kecelakaan kereta di Bekasi yang menewaskan belasan orang dan melukai puluhan lainnya.

Kereta Jarak Jauh Sudah Bisa Melintas Jalur Bekasi Timur, Kecepatan Masih Dibatasi

“Selama itu tidak memenuhi syarat-syarat untuk menjamin ketelamatan, maka kami harus tutup,” kata Bobby di Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4/2026).

Bobby juga menegaskan siap menempuh jalur hukum untuk menertibkan ormas yang tidak patuh.

“Apakah menutup itu dengan jalur hukum, maka kami akan tempuh,” kata dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6