Seskab Teddy Ungkap Isi Obrolan Empat Mata Prabowo dan Luhut

Seskab mengatakan, hari ini Prabowo menerima Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan di Istana Merdeka untuk membahas kondisi ekonomi nasional.

Diterbitkan 21 April 2026, 19:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Presiden Prabowo dan Luhut bahas ekonomi, dinamika global di Istana.
  • Pemerintah siapkan langkah antisipatif, jaga daya beli, kendalikan APBN.
  • Digitalisasi bansos dan IFC dipercepat tarik investasi.

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, hari ini, Presiden Prabowo menerima Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Prabowo dan Luhut tampak serius berbincang empat mata dengan sejumlah kertas di atas meja.

"Presiden Prabowo Subianto menerima Ketua DEN Bapak Luhut Binsar Pandjaitan di Istana Merdeka. Dalam pertemuan tersebut, dibahas perkembangan ekonomi dalam negeri dan dinamika global," kata Teddy.

Dia menuturkan, keduanya yakin aktivitas ekonomi nasional masih sangat terjaga, tapi perlu kewaspadaan. Teddy pun mengungkapkan, bahwa pemerintah sudah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif.

"Pemerintah menyiapkan langkah antisipatif untuk merespons dampak konflik global sekaligus menjaga momentum pertumbuhan," jelas dia.

Teddy juga membeberkan, bahwa dalam pertemuan tersebut, Luhut menyampaikan berbagai skenario kebijakan untuk menjaga daya beli masyarakat dan memastikan APBN tetap terkendali.

"Termasuk melalui penguatan digitalisasi pemerintahan (govtech)," tutur Teddy.

 

Digitalisasi Bansos

Teddy menyampaikan digitalisasi bantuan sosial saat ini tengah diuji coba di Banyuwangi dan akan diperluas ke 42 kabupaten/kota.

Langkah ini diharapkan meningkatkan transparansi dan ketepatan sasaran penyaluran bansos.

"Seiring dinamika global, pemerintah juga melihat peluang untuk menarik arus modal, terutama dari Timur Tengah, melalui percepatan pembentukan Indonesia Financial Center guna memperkuat daya tarik investasi nasional," kata Teddy.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6