Menteri HAM: 15 Warga Sipil Tewas Akibat Baku Tembak TNI-Polri dengan TNPPB di Papua

Menteri HAM Natalius Pigai meminta pihak yang merasa menjadi pelaku untuk mengaku dan menjalani proses hukum demi terciptanya keadilan di Papua.

Diterbitkan 20 April 2026, 19:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • 15 warga sipil tewas, 7 luka, akibat baku tembak di Papua Tengah.
  • Kementerian HAM selidiki insiden Kembru untuk ungkap pelaku dan motif.
  • Menteri HAM desak pelaku penembakan untuk mengaku demi keadilan.

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 15 warga sipil tewas akibat aksi baku tembak yang terjadi antara aparat dengan Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat (TNPPB) di Kampung Kembru, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada Selasa (14/4).

"Sebanyak 15 orang meninggal dunia (dalam) serangan di Kembru tersebut," kata Menteri HAM Natalius Pigai saat jumpa pers di kantor Kementerian HAM, Kuningan, Jakarta Pusat, Senin (20/4/2026). Dilansir Antara.

Tidak hanya korban meninggal dunia, Kementerian HAM juga mencatat ada tujuh orang yang mengalami luka-luka akibat peristiwa baku tembak tersebut. Pigai menuturkan, data jumlah warga yang tewas itu dihimpun dari berbagai pihak. Mulai pemerintah daerah, warga, hingga korban luka akibat baku tembak tersebut.

Peristiwa ini telah menjadi atensi Kementerian HAM karena menelan korban jiwa masyarakat sipil.

Karenanya, Kementerian HAM berupaya mendorong agar kasus ini dapat diungkap sehingga masyarakat bisa mengetahui siapa pelaku penembakan dan apa motifnya.

Salah satu upaya yang dilakukan Pigai dan Kementerian HAM yakni mengambil alih penanganan kasus ini. Langkah ini dilakukan Pigai agar pemerintah bisa menelusuri kasus ini dengan transparan dan adil.

Dengan demikian, hasil penelusuran kasus yang dilakukan Kementerian HAM dapat diungkap kepada masyarakat.

"Lebih baik Kementerian HAM mendahului cek data fakta informasi itu jauh lebih bagus," jelas Pigai.

Menteri HAM Minta Pelaku Jangan Disembunyikan

Pigai menilai masyarakat seharusnya sudah mengetahui siapa pelaku penembakan lantaran peristiwa tersebut terjadi antara pagi dan siang hari.

Karenanya, Pigai meminta pihak yang merasa menjadi pelaku untuk mengaku dan menjalani proses hukum demi terciptanya keadilan di Papua.

"Peristiwa itu terjadi siang hari pelakunya sudah tahu. Itu tidak bisa diperdebatkan. Pelakunya rakyat sudah tahu, mereka yang menjadi korban tahu, mereka yang ada di masyarakat lokasi tempat juga sudah tahu. Ya sekarang silakan, jangan sembunyikan, harus dibuka." kata Pigai.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6