Pramono: Lebih dari 60 Persen Populasi Ikan Sapu-Sapu Ada di Jakarta, Dominasi Perairan

Angka ini berdasarkan data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

Diterbitkan 17 April 2026, 09:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan populasi ikan sapu-sapu di wilayah ibu kota mencapai 60 persen. Angka ini berdasarkan data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

Hal ini disampaikan Pramono usai hadir dalam operasi tangkap ikan sapu-sapu di Saluran RW 06, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara (Jakut), Jumat (17/4/2026).

“Diketahui ikan sapu-sapu ini sekarang mendominasi perairan yang ada di Jakarta. Dari hasil telaah dari KKP diperkirakan di atas 60 persen lebih ikan sapu-sapu itu sekarang ada di Jakarta,” kata Pramono.

Dia menyampaikan ikan sapu-sapu merupakan hama invasif karena kemampuan adaptasinya yang ekstrem. Ikan sapu-sapu yang berkembang biak dengan mudah juga mengancam ekosistem perairan karena daya kompetisinya yang kuat dengan ikan perairan lokal.

“Ikan ini sangat-sangat invasif, kemudian juga membuat ikan-ikan lain yang ada di tempat itu, terutama yang endemik lokal itu hampir semuanya kemudian tidak bisa survive karena memang telurnya dimakan,” jelas Pramono.

Tak hanya itu, dia menjelaskan dalam tubuh ikan sapu-sapu yang ada di perairan Jakarta juga mengandung residu yang tinggi. Residu tersebut berbahaya jika dikonsumsi oleh manusia.

“Kemudian juga yang paling berbahaya adalah kemarin dalam rapat saya dilaporin oleh Kepala KKP bahwa di ikan ini rata-rata sudah di atas 0,3 kadar residunya. Dan itu berbahaya sekali,” kata dia.

“Kalau itu kemudian dikonsumsi akan berbahaya dan kalau dibiarkan maka dia akan merusak karena selalu dalam membuat rumahnya itu dia menggerogoti dinding dan sebagainya,” tandas Pramono.

Fakta Ikan Sapu-Sapu

Ikan sapu-sapu dikenal sebagai salah satu jenis ikan yang sulit mati. Di berbagai perairan, ikan ini kerap tetap bertahan hidup bahkan ketika kondisi lingkungan sudah tidak lagi ideal bagi ikan lain.

Secara ilmiah, ikan sapu-sapu merujuk pada kelompok ikan pleco, seperti Hypostomus plecostomus dan Pterygoplichthys. Ikan ini berasal dari Amerika Selatan, namun kini telah menyebar luas dan menjadi spesies invasif di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Lantas, apa yang membuat ikan ini begitu sulit mati?

Berdasarkan buku "Yuk Mengenal Ikan Sapu-sapu Sungai Ciliwung" karya Dewi Elfidasari yang dikutip Liputan6.com, Senin (13/4/2026), salah satu keunggulan utama ikan sapu-sapu adalah kemampuannya beradaptasi di lingkungan ekstrem.

Kondisi ekosistem sungai Amazon yang memiliki keanekaragaman hayati dan persaingan tinggi antar spesies membuat ikan sapu-sapu memiliki kemampuan adaptasi yang lebih tinggi.

Ikan ini dapat hidup di air keruh, tercemar, hingga perairan dengan kadar oksigen rendah. Bahkan, dalam kondisi tertentu, ikan sapu-sapu mampu bertahan saat debit air menurun drastis atau hampir mengering, situasi yang umumnya mematikan bagi ikan lain.

Berbeda dengan kebanyakan ikan, beberapa jenis sapu-sapu memiliki kemampuan mengambil oksigen tambahan dari udara. Mereka juga dapat menyimpan oksigen dalam tubuhnya. Kondisi ini membuat ikan sapu-sapu tidak sepenuhnya bergantung pada oksigen terlarut di dalam air, sehingga tetap bisa hidup di lingkungan yang minim oksigen.

Ikan sapu-sapu termasuk omnivora oportunistik. Mereka dapat memakan berbagai jenis makanan, mulai dari alga, lumut, sisa organik, hingga organisme kecil.

Kemampuan tersebut pun membuat mereka tetap bertahan meski sumber makanan terbatas. Tak heran jika ikan ini sering dijuluki "ikan pembersih" karena kebiasaannya memakan kotoran di perairan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6