Prabowo: Satgas PKH Berhasil Selamatkan Aset Hutan Rp 370 Triliun, Setara 10 Persen APBN

Presiden Prabowo Subianto mengatakan Satgas Penerbitan Kawasan Hutan (PKH) berhasil menyelematkan aset negara kawasan hutan senilai Rp 370 triliun.

Diterbitkan 10 April 2026, 18:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengatakan Satgas Penerbitan Kawasan Hutan (PKH) berhasil menyelematkan aset negara kawasan hutan senilai Rp 370 triliun. Dia mengatakan aset yang diselamatkan tersebut setara 10 persen dari total APBN sebesar Rp 3.700 triliun.

"Satgas ini berhasil melakukan penguasaan kembali aset negara kawasan hutan yang bila dinilai nilai tersebut adalah sekitar Rp 370 triliun," ujar Prabowo saat menyaksikan Penyerahan Denda Administratif dan Penyelematan Keuangan Negara di Kejagung, Jakarta Selatan, Jumat (10/4/2026).

"Padahal, seluruh APBN kita adalah Rp3.700 triliun kurang lebih berarti yang dilakukan oleh Satgas PKH dalam satu setengah tahun ini menyelamatkan hampir 10 persen dari APBN," sambungnya.

Menurut dia, besaran uang yang diselamatkan Satgas PKH tersebut dapat memperbaiki dan memodernisasi seluruh sekolah di Indonesia. Selain itu, pemerintah dapat membangun ribuan jembatan di desa.

"Kita bisa perkirakan semua sekolah, seluruh Indonesia kita perbaiki. Kita bikin modern, kita lengkapi dengan digitalisasi dengan layar-layar digital yang cerdas. Kita perbaiki semua MCK di semua sekolah kita. Kita bisa bangun ribuan jembatan-jembatan di desa-desa," ucap Prabowo.

Prabowo meyakini penyelamatan uang dan aset negara tersebut dapat merubah nasib rakyat Indonesia. Sebab, hingga kini aset negara yang berhasil diselamatkan sebanyak Rp31,3 triliun.

"Kita bisa bayangkan perubahan nasib rakyat kita dengan penyelamatan uang dan aset yang saudara-saudara telah hasilkan saudara-saudara," ujar Prabowo.

 

Apresiasi Kerja Keras

Prabowo pun menyampaikan apresiasi atas kerja keras anggota Satgas PKH. Dia menyadari bahwa tugas Satgas PKH dalam menyelamatkan dan menjaga kekayaan negara tidaklah mudah.

"Atas nama pemerintah atas nama negara dan bangsa atas nama seluruh rakyat Indonesia dan atas nama saya pribadi saya ingin ucapkan terima kasih kepada saudara-saudara yang bekerja dalam Satgas PKH ini. Penghargaan saya yang sangat tinggi atas pengorbanan saudara," tutup Prabowo.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pemerintahan yang dipimpinnya berhasil menyelamatkan uang negara sebesar Rp31,3 triliun dalam waktu 1,5 tahun.

Uang tersebut berasal dari perkara tindak pidana korupsi, uang rampasan negara, hingga denda administratif yang dilakukan Kejaksaan Agung (Kejagung).

"Ini adalah sebuah kehormatan dan kebahagiaan bagi saya bahwa hal ini terjadi berkali-kali di dalam pemerintahan yang saya pimpin baru 1,5 tahun ini," kata Prabowo saat menghadiri Penyerahan Denda Administratif dan Penyelematan Keuangan Negara di Kejagung, Jakarta Selatan, Jumat (10/4/2026).

 

Selamatkan Uang Negara

Prabowo mengatakan uang negara sebesar Rp 13,2 triliun berhasil diselematkan oleh Kejagung pada Oktober 2025. Uang tersebut berasal dari hasil sitaan korupsi minyak kelapa sawit (CPO) dan turunannya.

Kemudian, Kejagung kembali menyerahkan uang senilai Rp6,6 triliun kepada negara pada Desember 2025, yang berasal dari rampasan negara dalam perkara tindak pidana korupsi dan penagihan denda administratif penyalahgunaan kawasan hutan.

Pada 10 April 2026, Kejagung menyerahkan uang Rp11,4 triliun hasil denda administratif dan penyelamatan keuangan negara serta penguasaan kembali kawasan hutan tahap VI.

"Dengan demikian, total uang tunai yang berhasil kita selamatkan sampai hari ini adalah Rp31,3 triliun. Ini angka yang sangat besar," ucap Prabowo.

Menurut dia, uang tersebut dapar dipergunakan untuk memperbaiki 34.000 sekolah rusak di seluruh Indonesia. Prabowo menyebut pemerintah sudah memperbaiki 17.000 sekolah rusak pada tahun 2025 lalu.

"Berarti uang ini bisa dua kali lipat APBN, yang mana sekolah-sekolah berbelas tahun tidak mengalami perbaikan," jelas Prabowo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6