9 Cara Menanam Cabai Rawit Terbalik di Galon Bekas, Hemat Lahan dan Panen Lebat

Cara menanam cabai rawit terbalik di galon bekas, panduan lengkap persiapan alat, bahan, hingga perawatan.

Diterbitkan 15 Juli 2026, 13:53 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cara menanam cabai rawit terbalik di galon bekas bisa menjadi solusi bagi Anda yang ingin berkebun meski memiliki lahan terbatas. Selain memanfaatkan barang bekas, metode ini juga membuat area tanam terlihat lebih rapi dan unik.

Menerapkan cara menanam cabai rawit terbalik di galon bekas tidak memerlukan banyak peralatan maupun biaya yang besar. Dengan langkah yang tepat, tanaman cabai dapat tumbuh subur dan menghasilkan buah secara optimal.

Banyak orang mulai mencoba cara menanam cabai rawit terbalik di galon bekas karena dinilai praktis dan hemat tempat. Teknik ini juga dapat menjadi alternatif untuk menghadirkan kebun sederhana yang ramah lingkungan di rumah.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang cara menanam cabai rawit terbalik di galon bekas, Rabu (15/7/2026).

Alat dan Bahan Menanam Cabai Rawit Terbalik di Galon Bekas

Alat

  • Galon air mineral bekas ukuran 19 liter
  • Cutter atau gergaji kecil
  • Bor tangan, solder, atau paku yang dipanaskan untuk membuat lubang
  • Gunting
  • Sekop kecil atau cetok
  • Ember atau baskom untuk mencampur media tanam
  • Tali nilon, kawat, atau rantai besi sebagai gantungan
  • Kuas (jika ingin mengecat galon)
  • Sarung tangan (opsional)

Bahan

  • Bibit cabai rawit yang sehat
  • Tanah gembur
  • Kompos atau pupuk kandang yang sudah matang
  • Sekam mentah atau arang sekam
  • Kapur dolomit (opsional)
  • Air bersih
  • Pupuk NPK atau pupuk organik cair untuk pemupukan lanjutan
  • Cat khusus plastik atau cat kayu (opsional untuk melapisi bagian luar galon)
  • Mulsa atau serabut kelapa (opsional untuk menjaga kelembapan media tanam)

Cara Menanam Cabai Rawit Terbalik di Galon Bekas

1. Bersihkan Galon Bekas Terlebih Dahulu

Langkah pertama dalam cara menanam cabai rawit terbalik di galon bekas adalah menyiapkan galon yang masih layak pakai. Cuci galon hingga bersih menggunakan air dan sabun untuk menghilangkan sisa cairan, debu, atau kotoran yang menempel.

Setelah dicuci, keringkan galon hingga benar-benar kering agar tidak menjadi tempat berkembangnya jamur atau bakteri yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.

2. Buat Lubang Tanam pada Bagian Bawah Galon

Potong bagian bawah galon dengan diameter sekitar 8–10 sentimeter sebagai lubang tempat keluarnya bibit cabai. Ukuran lubang sebaiknya tidak terlalu besar agar media tanam tidak mudah keluar setelah galon digantung.

Lakukan pemotongan secara hati-hati menggunakan cutter atau gergaji kecil agar hasilnya rapi dan aman digunakan.

3. Tambahkan Lubang Drainase dan Lubang Gantungan

Buat beberapa lubang kecil pada bagian atas galon yang nantinya menjadi dasar wadah setelah digantung. Lubang tersebut berfungsi sebagai saluran pembuangan air agar media tanam tidak tergenang.

Selain itu, buat dua lubang tambahan di sisi galon untuk memasang tali nilon atau kawat sebagai penyangga. Pastikan posisi kedua lubang seimbang agar galon tidak miring saat digantung.

4. Cat Galon agar Lebih Awet dan Menarik

Apabila diinginkan, bagian luar galon dapat dicat menggunakan cat khusus plastik atau cat kayu. Selain membuat tampilannya lebih menarik, lapisan cat juga membantu mengurangi paparan sinar matahari langsung pada akar tanaman.

Setelah proses pengecatan selesai, jemur galon hingga cat benar-benar kering sebelum digunakan sebagai media tanam.

5. Siapkan Media Tanam yang Subur

Campurkan tanah, kompos atau pupuk kandang matang, serta sekam mentah atau arang sekam dengan perbandingan sekitar 2:1:1. Media tanam ini memiliki tekstur yang gembur sehingga akar cabai lebih mudah berkembang.

Jika diperlukan, tambahkan sedikit kapur dolomit untuk membantu menyeimbangkan tingkat keasaman tanah sekaligus meningkatkan penyerapan unsur hara oleh tanaman.

6. Masukkan Bibit Cabai Rawit ke Dalam Galon

Pilih bibit cabai rawit yang sehat dan telah memiliki beberapa helai daun. Masukkan bibit secara perlahan melalui lubang tanam hingga bagian batang dan daun berada di luar galon, sedangkan akar tetap berada di dalam media tanam.

Lakukan proses ini dengan hati-hati agar batang maupun akar tidak patah. Posisi tanaman yang tepat akan membantu cabai tumbuh dengan baik meskipun ditanam secara terbalik.

7. Isi Galon dengan Media Tanam

Setelah bibit berada pada posisi yang benar, masukkan media tanam sedikit demi sedikit hingga galon terisi penuh. Tekan media tanam secukupnya agar akar tertopang dengan baik, tetapi jangan terlalu padat supaya sirkulasi udara tetap lancar.

Pastikan tanaman berdiri kokoh sehingga tidak mudah bergeser ketika galon dipindahkan atau digantung.

8. Gantung Galon di Tempat yang Mendapat Sinar Matahari

Pasang tali atau kawat yang kuat pada lubang gantungan, kemudian gantung galon di lokasi yang memperoleh sinar matahari sekitar 6–8 jam setiap hari. Cahaya matahari sangat penting untuk mendukung proses fotosintesis dan pembentukan buah cabai.

Pilih lokasi yang memiliki sirkulasi udara baik serta cukup tinggi agar tanaman tidak mudah terganggu oleh hewan peliharaan atau aktivitas di sekitar rumah.

9. Lakukan Perawatan Secara Rutin

Agar tanaman tumbuh subur, lakukan penyiraman secara teratur sesuai kondisi media tanam. Hindari penyiraman berlebihan karena dapat menyebabkan akar membusuk, meskipun galon telah dilengkapi lubang drainase.

Selain itu, berikan pupuk NPK atau pupuk organik cair secara berkala untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman. Jangan lupa memeriksa kondisi daun dan batang secara rutin agar serangan hama maupun penyakit dapat segera ditangani sehingga cabai rawit dapat tumbuh sehat dan menghasilkan panen yang melimpah.

Tips Merawat Cabai di Galon Bekas

1. Siram Tanaman Secara Teratur

Cabai rawit yang ditanam di galon bekas tetap membutuhkan penyiraman secara rutin agar media tanam tidak mengering. Lakukan penyiraman pada pagi atau sore hari secukupnya, terutama saat cuaca sedang panas.

Hindari menyiram secara berlebihan karena media tanam yang terlalu basah dapat menyebabkan akar membusuk dan menghambat pertumbuhan tanaman.

2. Pastikan Tanaman Mendapat Sinar Matahari yang Cukup

Cabai rawit membutuhkan sinar matahari sekitar 6–8 jam setiap hari untuk mendukung proses fotosintesis. Oleh karena itu, gantung galon di lokasi yang terbuka dan tidak terhalang bangunan atau pepohonan.

Paparan cahaya yang cukup akan membantu tanaman tumbuh lebih subur, berbunga lebih banyak, dan menghasilkan buah yang lebat.

3. Berikan Pupuk Secara Berkala

Agar tanaman tetap sehat, berikan pupuk NPK, kompos, atau pupuk organik cair sesuai dosis yang dianjurkan. Pemupukan dapat dilakukan setiap dua hingga tiga minggu sekali untuk memenuhi kebutuhan nutrisi selama masa pertumbuhan.

Nutrisi yang cukup akan memperkuat batang, mempercepat pembentukan bunga, serta meningkatkan jumlah buah cabai yang dihasilkan.

4. Periksa Hama dan Penyakit Secara Rutin

Amati kondisi daun, batang, dan buah secara berkala untuk mendeteksi adanya kutu daun, ulat, atau jamur. Jika ditemukan gejala serangan, segera lakukan penanganan menggunakan pestisida nabati atau metode pengendalian yang sesuai.

Penanganan sejak dini dapat mencegah kerusakan tanaman dan menjaga hasil panen tetap optimal.

5. Pangkas Daun atau Cabang yang Rusak

Daun yang menguning, layu, atau terserang penyakit sebaiknya segera dipangkas menggunakan gunting yang bersih. Cabang yang terlalu rimbun juga dapat dikurangi agar sirkulasi udara di sekitar tanaman menjadi lebih baik.

Pemangkasan membantu tanaman memusatkan energi untuk menghasilkan bunga dan buah yang lebih banyak.

6. Jaga Kondisi Media Tanam

Periksa media tanam secara berkala untuk memastikan kondisinya tetap gembur dan tidak terlalu padat. Jika media mulai menyusut atau kehilangan unsur hara, tambahkan kompos, sekam, atau media tanam baru secukupnya.

Selain itu, pastikan lubang drainase pada galon tidak tersumbat agar kelebihan air dapat mengalir dengan lancar dan akar tetap sehat.

Pertanyaan Seputar Cara Menanam Cabai Rawit Terbalik di Galon Bekas

Apa keuntungan menanam cabai rawit secara terbalik di galon bekas?

Metode ini dapat menghemat lahan, memanfaatkan barang bekas, serta membuat tanaman lebih rapi dan unik. Selain itu, buah cabai juga cenderung tidak mudah menyentuh tanah sehingga lebih bersih saat dipanen.

Apakah semua jenis cabai cocok ditanam secara terbalik di galon bekas?

Pada dasarnya bisa, tetapi cabai rawit lebih direkomendasikan karena ukuran tanamannya relatif kecil dan ringan. Hal ini membuat tanaman lebih mudah tumbuh dengan baik pada sistem tanam terbalik.

Berapa lama cabai rawit mulai berbuah setelah ditanam di galon bekas?

Cabai rawit umumnya mulai berbunga pada usia sekitar 40–60 hari setelah tanam. Buah biasanya sudah dapat dipanen sekitar 70–90 hari, tergantung varietas dan perawatannya.

Apakah tanaman cabai terbalik perlu disiram setiap hari?

Penyiraman sebaiknya disesuaikan dengan kondisi media tanam. Saat cuaca panas, tanaman bisa disiram setiap hari, sedangkan pada musim hujan cukup dilakukan ketika media mulai mengering agar akar tidak membusuk.

Di mana lokasi terbaik untuk menggantung galon berisi tanaman cabai rawit?

Gantung galon di tempat yang mendapatkan sinar matahari langsung sekitar 6–8 jam setiap hari, seperti teras, balkon, pagar, atau halaman rumah. Cahaya matahari yang cukup akan membantu tanaman tumbuh subur dan menghasilkan buah lebih banyak.   

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6