Momen Haru saat Prabowo Cium Kepala Anak Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Prabowo memberikan penghormatan terakhir pada tiga prajurit yang gugur sebelum jenazah dibawa ke kampung halaman masing-masing.

Diterbitkan 04 April 2026, 21:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Presiden Prabowo melayat tiga prajurit TNI gugur di Lebanon di Bandara Soetta.
  • Prabowo menghormati jenazah dan menghibur keluarga prajurit yang berduka.
  • Prajurit gugur mendapat kenaikan pangkat anumerta dan keluarga menerima santunan besar.

Liputan6.com, Jakarta - Ada momen haru saat Presiden Prabowo Subianto melayat tiga prajurit TNI pasukan penjaga perdamaian yang gugur di Lebanon. Jenazah tiga prajurit TNI itu disemayamkan di VIP Room Bandara Internasional Soekarno Hatta, Banten, Sabtu (4/4/2026).

Prabowo memberikan penghormatan terakhir kepada tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon. Momen itu dilakukan Prabowo di depan peti jenazah serta ahli waris dari masing-masing prajurit TNI.

Prabowo juga sempat berbincang dan menenangkan para ahli waris prajurit TNI yang menangis ditinggalkan keluarganya. Prabowo menghampiri para ahli waris yang duduk lemas di depan peti jenazah prajurit TNI.

Langkah Prabowo pun terhenti di depan peti jenazah Serka Anumerta Muhammad Nur Ikhawan. Prabowo spontan memegang serta menyium kepala anak dari almarhum Serka Muhammad Nur Ikhwan yang masih balita.

Setelah itu, Prabowo menyalami keluarga lainnya dari prajurit TNI yang gugur. Dia pun kembali menyium kepala salah satu anak laki-laki yang merupakan keluarga dari prajurit TNI.

 

Prajurit TNI Gugur Diberikan Kenaikan Pangkat

Sebelumnya, TNI memberikan kenaikan pangkat luar biasa operasi militer selain perang anumerta kepada tiga prajurit yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon serta santunan untuk keluarga mereka.

Ketiga prajurit tersebut, yakni Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Satu Muhammad Nur Ikhwan, dan Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon.

"Ketiga prajurit yang gugur mendapatkan kenaikan Pangkat luar biasa operasi militer selain perang anumerta, penghargaan Medal Dag Hammarskjold," ujar Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dalam keterangan pers resmi yang diterima di Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Selain itu, para keluarga prajurit yang gugur mendapatkan hak santunan dari TNI maupun Persatuan Bangsa Bangsa (PBB). Jumlah santunan tersebut sudah termasuk beasiswa pendidikan untuk anak-anak prajurit yang gugur dan ragam hak-hak prajurit lainnya.

Panglima menjelaskan untuk Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar mendapat santunan senilai Rp1.894.688.236, Sertu Muhammad Nur Ikhwan Rp1.846.309.049, dan Praka Farizal Rhomadhon Rp1.854.075.205.

"Keluarga juga menerima gaji terusan selama 12 bulan yang terdiri dari gaji pokok, ULP, dan tunjangan jabatan serta pensiun janda setelah gaji terusan selesai dibayarkan," jelas panglima.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6