Jaga Semangat Belajar Siswa, Satgas PRR Percepat Renovasi Fasdik Terdampak Bencana

Satgas PRR mempercepat renovasi sekolah rusak akibat bencana agar siswa tetap semangat menempuh pendidikan.

Diterbitkan 31 Maret 2026, 23:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Bencana hidrometeorologi merusak 4.922 fasilitas pendidikan di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
  • Proses belajar-mengajar telah pulih 100%, sebagian besar ruang kelas telah diperbaiki.
  • Siswa tetap semangat belajar dan mempersiapkan ujian di tengah keterbatasan.

 

Liputan6.com, Pidie Jaya - Dampak bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat di penghujung tahun lalu masih menyisakan catatan di sektor pendidikan. Ribuan fasilitas pendidikan (fasdik) terdampak dan menghambat kegiatan belajar mengajar.

Berdasarkan data Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, total terdapat 4.922 fasilitas pendidikan yang terdampak. Aceh mencatat angka tertinggi dengan 3.120 unit, diikuti Sumatera Utara 1.149 unit dan Sumatera Barat 653 unit. Saat ini, kegiatan belajar-mengajar di ketiga provinsi tersebut telah pulih sepenuhnya.

Satgas PRR telah berhasil memulihkan sebagian besar ruang kelas. Aceh mencatat, 3.046 unit fasdik telah kembali menggelar pembelajaran di ruang kelas asal. Di Sumut, 1.133 unit fasdik juga sudah menggelar pembelajaran di ruang kelas asal. Sedangkan Sumbar mencatat 640 unit fasdik sudah kembali menggelar pembelajaran di kelas asal.

Pemulihan Terus Dikebut, Prioritaskan Kerusakan Berat

Satgas PRR juga terus melakukan pemulihan ruang kelas agar fasdik yang layak bisa menjaga semangat belajar siswa yang masih menggelar pembelajaran di tenda, kelas darurat, atau menumpang di sekolah lain. Ketua Satgas PRR Tito Karnavian mengakui, masih ada kondisi yang belum ideal dialami siswa untuk pembelajaran.

Tito mengungkapkan, upaya pemulihan fasdik terus dilakukan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti. Bahkan, sudah ada perjanjian kerja sama antara Kementerian Dikdasmen dan pihak yang akan merenovasi fasilitas pendidikan.

“Mendikdasmen menyampaikan lebih dari 1.000 fasilitas pendidikan sudah perjanjian kerja sama untuk melakukan perbaikan. Tapi, beliau menggunakan skala prioritas, mana yang (rusak) berat dikerjakan dahulu,” kata Tito di Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Semangat Siswa Tak Surut di Tengah Keterbatasan

Di sisi lain, semangat untuk terus belajar juga diungkap oleh siswa di wilayah terdampak. Salah satunya Nuraiche, siswa SMA Negeri 2 Meureudu, Pidie Jaya. Meski sekolahnya masih terdampak bencana, siswa kelas 12 itu mengaku tetap antusias kembali ke sekolah. Ia bersama teman-temannya kini fokus mempersiapkan diri menghadapi Ujian Kelas Akhir (UKA) yang dijadwalkan berlangsung pada 13 April mendatang.

“Kami tetap belajar seperti biasa, karena juga mau ujian,” ujarnya, Senin (30/3/2026).

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Hasanah menjelaskan meski dalam kondisi darurat, persiapan ujian tetap berjalan. Sebanyak 92 siswa kelas 12 akan mengikuti ujian yang mencakup 14 mata pelajaran. Pihak sekolah telah memberikan kisi-kisi soal kepada siswa sebagai panduan belajar. Selain itu, pembahasan materi juga dilakukan secara intensif dengan bantuan wali kelas dan program bimbingan belajar tambahan.

“Kami sudah mengadakan bimbingan belajar agar persiapan siswa lebih maksimal,” tambah Hasanah.

Kondisi serba terbatas tidak menjadi penghalang bagi para siswa untuk terus belajar. Tekad mereka untuk lulus menjadi motivasi utama untuk tetap berjuang, membuktikan semangat pendidikan tetap hidup meski di tengah bencana.

 

(*)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6