Zebra Cross Pac Man di Tebet Disebut Tak Dihapus, Ini Penjelasan Pemprov DKI Jakarta

Pemprov DKI Jakarta membantah kabar yang menyebut zebra cross bermotif game Pac Man yang ada di Tebet, Jakarta Selatan, akan dihapus.

Diterbitkan 31 Maret 2026, 19:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • DKI Jakarta membantah penghapusan zebra cross Pac-Man, hanya akan disesuaikan standar.
  • Kabar penghapusan muncul dari salah tafsir media, Pemprov hanya mengingatkan regulasi.
  • Zebra cross unik diapresiasi, namun distandarisasi demi keselamatan dan regulasi.

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membantah kabar yang menyebut zebra cross bermotif game Pac Man yang ada di Jalan Soepomo, Jakarta Selatan, akan dihapus.

Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Yustinus Prastowo menyatakan, pengecatan unik fasilitas penyeberangan yang dibuat oleh warga itu tidak akan langsung ditertibkan, melainkan akan disesuaikan dengan standar yang berlaku.

Hal ini disampaikan Prastowo usai sebelumnya ramai kesalahpahaman atas rilis dari Dinas Bina Marga DKI Jakarta yang dikutip salah satu media. Padahal, kata dia, Pemprov DKI tidak berniat untuk menghapus gambar zebra cross yang dibuat warga.

“Satu media online yang menyimpulkan rilisnya Bina Marga seolah-olah mau dihapus, padahal Bina Marga hanya mengingatkan. Satu, sudah mengapresiasi. Yang kedua, akan mengerjakan setelah layering-nya selesai. Yang ketiga, me-reminder bahwa zebra cross itu ada regulasinya,” kata Prastowo di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Prastowo menegaskan, saat ini zebra cross bermotif game ‘Pac Man’ tersebut masih dibiarkan sebagai bentuk apresiasi terhadap inisiatif warga.

“Sebagai bentuk apresiasi itu kita biarkan dulu,” kata dia.

Ia menambahkan, dari lima titik zebra cross yang ada di Jalan Soepomo, empat di antaranya telah dikerjakan oleh Pemprov DKI Jakarta. Sementara itu, satu titik yang dicat warga belum ditertibkan.

“Nah kemarin di Soepomo ada lima ruas, ada lima zebra cross. Yang empat diselesaikan. Yang kemarin satu sudah dicat oleh warga, itu kita biarkan dulu,” ujarnya.

 

Bakal Ada Penyesuaian

Meski begitu, Pemprov DKI tetap akan melakukan penyesuaian agar seluruh zebra cross memenuhi standar keselamatan. Pasalnya, lanjut Prastowo pengaturan zebra cross perlu mengikuti regulasi untuk menghindari potensi risiko, terutama bagi pengguna jalan dengan kondisi tertentu.

“Itu kalau orang yang punya kelainan spasial bisa jatuh melihat objek begitu kan. Nah yang begini-begini makanya perlu distandarkan,” ucap dia.

Prastowo memastikan bahwa penyesuaian zebra cross akan dilakukan tanpa mengabaikan apresiasi terhadap kreativitas warga.

“Jadi tanpa mengurangi rasa hormat pada itu, ada rencana kita melakukan standarisasi,” kata Prastowo.

Ke depan, Pemprov DKI juga membuka peluang melibatkan kreator atau warga yang memiliki ide kreatif dalam penataan ruang publik. Penataan akan dilakukan secara menyeluruh dalam waktu tertentu agar tidak terjadi pekerjaan berulang.

“Kita akan undang juga para konten kreator, orang-orang yang punya ide itu untuk kita libatkan. Kan pasti ada ruang-ruang publik lain yang bisa di-support,” tandasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6