Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Didesak Lakukan Diplomatik Tegas dan Minta Pertanggungjawaban

Prajurit TNI Praka Farizal gugur saat menjalankan misi perdamaian yang tergabung dalam Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL di Lebanon Selatan.

Diterbitkan 30 Maret 2026, 17:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • MUI mengecam serangan Israel, mendesak RI ambil langkah diplomatik tegas.
  • MUI meminta PBB investigasi, sanksi pelaku, dan serukan solidaritas kemanusiaan.
  • MUI berduka atas gugurnya prajurit TNI, tegaskan perdamaian butuh hukum internasional.

Liputan6.com, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam serangan Israel ke Lebanon dan mengakibatkan seorang prajurit TNI yang tergabung dalam misi pasukan perdamaian PBB gugur. MUI mendesak pemerintah RI mengambil langkah diplomatik tegas melalui jalur bilateral maupun multilateral.

"Kepada pemerintah Indonesia agar mengambilkan langkah diplomatik yang tegas melalui jalur bilateral maupun multilateral guna menuntut pertanggungjawaban atas insiden ini," kata Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Prof Sudarnoto Abdul Hakim, seperti dikutip dari situs resmi MUI, Senin (30/3/2026).

MUI juga meminta kepada PBB agar segera melakukan investigasi independen dan menjatuhkan sanksi yang sesuai terhadap pelaku pelanggaran. Termasuk menyerukan kepada masyarakat internasional untuk tidak bersikap diam terhadap tindakan yang menciderai hukum internasional dan nilai-nilai kemanusiaan.

"Kepada umat Islam dan seluruh masyarakat Indonesia untuk mendoakan para korban serta memperkuat solidaritas kemanusiaan dan komitmen terhadap perdamaian dunia," seru dia.

Perdamaian Sulit Terwujud Tanpa Ada Penghormatan Hukum Internasional

MUI meyakini, perdamaian dunia tidak akan terwujud tanpa adanya penghormatan terhadap hukum internasional dan keadilan. Oleh karena itu, segala bentuk pelanggaran harus dihentikan dan ditindak secara tegas demi menjaga stabilitas global dan kemanusiaan.

Lebih lanjut, MUI menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya prajurit TNI dalam peristiwa tersebut. MUI mendoakan agar almarhum diterima amal ibadahnya serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran.

“Atas nama MUI, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga Allah SWT memberikan ketabahan, kesabaran, dan kekuatan lahir batin kepada keluarga almarhum, serta menerima segala amal ibadahnya dan menempatkannya di sisi terbaik di hadapan-Nya," dia menutup.

Sebagai informasi, satu prajurit TNI dinyatakan gugur dan tiga orang lainnya menjadi korban luka yang karena terdampak serangan Israel di daerah penugasan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) pada Minggu, 29 Maret 2026, Lebanon Selatan.

Kapuspen TNI, Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah mengatakan, berdadarkan laporan dari daerah penugasan, insiden tersebut menimpa Prajurit TNI yang tergabung dalam Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/ UNIFIL.

"Dalam kejadian tersebut, Praka Farizal Rhomadhon dinyatakan gugur, Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis," ujar Aulia seperti saat dikonfirmasi terpisah, Senin (30/3/2026).

Aulia melanjutkan, dalam penanganan dua orang prajurit yang mengalami luka ringan telah mendapatkan perawatan di Hospital Level I UNIFIL. Sementara itu, satu prajurit dengan luka berat telah dievakuasi menggunakan helikopter menuju Rumah Sakit St. George di Beirut untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

"Adapun prajurit yang gugur saat ini disemayamkan di East Sector Headquaters_ (HQ) dan dalam penyelesaian administrasi pemulangan ke Indonesia dengan dibantu oleh pihak KBRI Beirut," jelas Aulia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6