Mendikdasmen: TKA Usung Nilai Jujur dan Gembira, Jangan Ada yang Menakut-nakuti

Mendikdasmen menyebut semangat pelaksanaan TKA ialah objektivitas, kejujuran dan menyenangkan. Sehingga tidak ada yang perlu dicemaskan dan dikhawatirkan.

Diterbitkan 30 Maret 2026, 16:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • TKA SD-SMP akan dimulai tahun ini, bertujuan mengukur kemampuan dan mutu pendidikan.
  • Mendikdasmen Mu'ti menekankan TKA harus jujur, gembira, dan tidak menakutkan murid.
  • Hasil TKA menjadi validator nilai rapor dan aspek seleksi SPMB jalur prestasi.

Liputan6.com, Jakarta - Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang pendidikan SD-SMP akan dimulai tahun ini. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti berpesan kepada seluruh pihak agar tidak menimbulkan kekhawatiran dan ketakutan pada murid yang akan mengikuti TKA beberapa pekan ke depan.

Abdul Mu'ti menjelaskan, semangat pelaksanaan TKA ialah objektivitas, kejujuran dan menyenangkan. Sehingga tidak ada yang perlu dicemaskan dan dikhawatirkan dari pelaksanaan tes tersebut.

"Dan sesuai dengan semangatnya, TKA itu mengusung nilai jujur, gembira jangan ada yang menakut-nakuti, jangan ada yang misalnya membuat suasana yang menyeramkan bagi murid-murid," kata Mendikdasmen Mu'ti usai memimpin upacara bendera di hari pertama pembelajaran usai libur lebaran di SMPN 2 Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, pada Senin (30/3/2026).

Dia menegaskan, tujuan utama dari pelaksanaan TKA ialah mengukur kemampuan akademik setiap murid maupun sebagai bahan perbaikan untuk peningkatan mutu pendidikan melalui pemetaan kemampuan murid secara nasional. Sehingga bukan menjadi penentu kelulusan mereka di jenjang pendidikan yang berjalan.

Karena itu, Mu'ti meminta setiap pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan TKA, baik pihak sekolah maupun para murid sebagai peserta tes agar tidak melakukan kecurangan sekecil apapun.

 

Hasil TKA jadi Alat Validator Nilai Rapor

Mu'ti menambahkan, TKA nantinya digunakan sebagai alat validator nilai rapor bersama dengan prestasi non-akademik lainnya dalam SPMB jalur prestasi. Sehingga para peserta TKA tetap harus mempersiapkan diri untuk mengikuti tes tersebut.

“Hasil TKA itu akan menjadi salah satu aspek dalam SPMB jalur prestasi. Jadi jalur prestasi itu nanti ada nilai rapor dan hasil TKA, yang non-akademik itu ada prestasi olahraga, seni, dan kepemimpinan di sekolah. Ini semuanya akan menjadi penilaian dalam jalur prestasi. Jadi walaupun tidak menjadi penentu kelulusan, tapi menjadi penentu untuk bagaimana kita bisa memperbaiki kualitas pembelajaran,” kata Mu'ti.

Sebagai informasi, pelaksanaan TKA jenjang SMP berlangsung pada tanggal 6-16 April 2026, sementara TKA jenjang SD akan berlangsung pada tanggal 20-30 April 2026.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6