Liputan6.com, Jakarta: Ryaas Rasyid berkeras akan hengkang dari kabinet pimpinan Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri. Lantaran itu, pria asal Sulawesi Selatan ini menemui Wapres Megawati di Jakarta, Jumat (12/1). Dia mengaku telah menjelaskan posisinya kepada Wapres dan Megawati memahaminya.
Pada prinsipnya, tambah dia, Megawati telah menyebut kesimpulan soal keputusan pengunduran dirinya. Tapi, mantan rektor Institut Ilmu Politik itu enggan membeberkan kesimpulan tersebut. Dia meminta masyarakat menunggu ketetapan pemerintah. "Insya Allah tidak ada kontroversi baru yang muncul," kata dia berharap.
Sementara pada kesempatan lain, Juru Bicara Kepresidenan Wimar Witoelar menjelaskan, Presiden dan Wakil Presiden tak membicarakan soal Ryaas Rasyid. Tapi, masalah tersebut bakal dibahas setelah perjalanan Gus Dur ke Jawa Timur dan Singapura.
Wimar menjelaskan, pertemuan Presiden dengan Wapres pada Kamis (11/1) malam, membicarakan berbagai masalah kenegaraan. Hal yang dibahas termasuk mengenai ketua Mahkamah Agung. Menurut dia, Gus Dur dan Megawati akan melayangkan surat permintaan untuk menambah kandidat ketua MA. Sebab, Muladi dan Bagir Manan yang diusungkan DPR dinilai tak layak menduduki posisi nomor satu di lembaga yudikatif tersebut. Wimar mengakui, Muladi menemui Presiden selama tiga kali. Tapi Gus Dur tetap pada keputusannya: menolak calon yang disodorkan DPR.(TNA/Tim Liputan 6 SCTV)
Pada prinsipnya, tambah dia, Megawati telah menyebut kesimpulan soal keputusan pengunduran dirinya. Tapi, mantan rektor Institut Ilmu Politik itu enggan membeberkan kesimpulan tersebut. Dia meminta masyarakat menunggu ketetapan pemerintah. "Insya Allah tidak ada kontroversi baru yang muncul," kata dia berharap.
Sementara pada kesempatan lain, Juru Bicara Kepresidenan Wimar Witoelar menjelaskan, Presiden dan Wakil Presiden tak membicarakan soal Ryaas Rasyid. Tapi, masalah tersebut bakal dibahas setelah perjalanan Gus Dur ke Jawa Timur dan Singapura.
Wimar menjelaskan, pertemuan Presiden dengan Wapres pada Kamis (11/1) malam, membicarakan berbagai masalah kenegaraan. Hal yang dibahas termasuk mengenai ketua Mahkamah Agung. Menurut dia, Gus Dur dan Megawati akan melayangkan surat permintaan untuk menambah kandidat ketua MA. Sebab, Muladi dan Bagir Manan yang diusungkan DPR dinilai tak layak menduduki posisi nomor satu di lembaga yudikatif tersebut. Wimar mengakui, Muladi menemui Presiden selama tiga kali. Tapi Gus Dur tetap pada keputusannya: menolak calon yang disodorkan DPR.(TNA/Tim Liputan 6 SCTV)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312077/original/024885800_1785478974-indomaret.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316854/original/006178900_1785992062-Screenshot_2026-08-06_113022.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316905/original/064384100_1785995980-cek_fakta_luhut.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306409/original/068173500_1784877920-cek_fakta_-_pendaftaran_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/346245/original/120101cRyass.jpg)