Mudik Lebaran, Catat ini Jalur Alternatif Bebas Macet Menuju Jawa Timur

Kondisi jalur Pantura dan tol menuju Jatim selama momen mudik Lebaran tahun ini menjadi sorotan. Diprediksi terjadi peningkatan jumlah kendaraan.

Diterbitkan 16 Maret 2026, 05:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Musim mudik Lebaran yang datang setiap tahun, selalu ditunggu jutaan kaum muslimin di Indonesia. Namun, antusiasme ini kerap diiringi dengan kepadatan lalu lintas yang luar biasa, terutama di jalur utama menuju Jawa Timur (Jatim).

Kemacetan panjang bukan hanya membuat perjalanan melelahkan, namun juga berpotensi menimbulkan risiko keselamatan bagi para pemudik. Oleh karena itu, mencari jalur alternatif yang lebih lancar menjadi strategi penting agar perjalanan tetap nyaman dan aman.

Informasi mengenai jalur alternatif ini bisa menjadi penyelamat. Jalur-jalur ini tidak hanya menawarkan perjalanan yang lebih lancar, tetapi juga memberi kesempatan untuk menikmati pemandangan sepanjang perjalanan. Selain itu, memanfaatkan jalur alternatif seringkali membantu menghemat waktu dan mengurangi stres akibat macet, sehingga pengalaman mudik menjadi lebih menyenangkan.

Kepolisian Daerah (Polda) Jatim sudah memetakan titik rawan kemacetan, kecelakaan dan titik lelah. Pemetaan dilakukan di jalur arteri maupun jalan tol di wilayah Jatim.

Untuk jalur arteri, polisi memetakan sejumlah lintasan utama, mulai dari jalur Pantura (pantai utara), jalur tengah, jalur selatan, kawasan Tapal Kuda, hingga jalur timur.

“Pintu masuk Jatim dari perbatasan Jawa Tengah melalui beberapa titik, salah satunya jalur arteri Tuban yang berbatasan langsung dengan Rembang. Jalur ini hingga saat ini masih menjadi tumpuan kendaraan logistik, khususnya kendaraan berat yang tidak melalui jalan tol,” kata Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Iwan Saktiadi, Sabtu (14/3/2026).

Jalur Tuban Jadi Sorotan, Ada 25 Titik Rawan

Salah satu jalur yang menjadi perhatian khusus adalah jalur Pantura khususnya di arteri Tuban. Wilayah ini dinilai memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi karena menjadi jalur utama kendaraan logistik sekaligus dilalui pemudik dari arah barat menuju Jatim.

Polda Jatim mencatat sedikitnya 25 titik rawan di sepanjang jalur Tuban, mulai dari perbatasan Rembang hingga arah Lamongan dan Bojonegoro.

Pasar Tumpah di Madura Diantisipasi

Di wilayah Madura, Polda Jatim memetakan sedikitnya delapan lokasi pasar tumpah yang dinilai berpotensi menghambat arus lalu lintas selama masa mudik dan balik Lebaran.

Lokasi-lokasi tersebut telah disampaikan kepada jajaran Satlantas di masing-masing wilayah untuk segera mengambil langkah penanganan sebelum puncak arus kendaraan terjadi.

“Keberadaan pasar tumpah ini harus diantisipasi jauh-jauh hari agar tidak mengganggu arus lalu lintas pada saat pelaksanaan mudik maupun arus balik,” ujar Kombes Iwan.

Jalur Alternatif Kawasan Timur

Kabar baik bagi pemudik menuju kawasan timur Jawa Timur, ruas tol fungsional terbaru juga akan mulai digunakan selama Operasi Ketupat 2026. Ruas yang dimaksud adalah Tol Probolinggo–Banyuwangi, khususnya seksi yang menghubungkan Paiton hingga Exit Situbondo.

Ruas tol fungsional tersebut memiliki panjang sekitar 26,6 kilometer dan akan difungsikan untuk membantu mengurai kepadatan kendaraan menuju wilayah Probolinggo, Situbondo, hingga Banyuwangi selama periode mudik Lebaran.

Keberadaan tol fungsional ini diharapkan dapat menjadi alternatif strategis bagi pemudik yang menuju kawasan Tapal Kuda dan ujung timur Pulau Jawa.

Jalur Alternatif Pansela

Kementerian Pekerjaan Umum merekomendasikan jalur pantai selatan (Pansela) sebagai jalur alternatif yang bisa dilewati para pemudik yang datang dari Jawa Barat, Jawa Tengah serta DI Yogyakarta.

Selain difungsikan untuk mengurangi beban arus lalu lintas di jalur Pantura dan ruas tol utama khususnya di kawasan Cikampek, keunggulan Pansela adalah pemandangan yang indah dan banyaknya tempat wisata.

Jalur Pansela yang masuk wilayah DI Yogyakarta dimulai dari ruas Congot, kemudian Legundi hingga Duwet sepanjang 118,39 km.

Kemudian masuk wilayah Jatim, dengan ruas Panggul Kabupaten Trenggalek, Sendangbiru Malang, Jarit Lumajang, Puger Jember hingga Glenmore Banyuwangi. Total panjang jalur Pansela Jatim ini sepanjang 628,39 km.

Jalur Alternatif Tengah

Untuk menghindari kemacetan di jalur Pantura atau tol trans Jawa, pemudik bisa mengambil alternatif menuju Jatim melalui jalur tengah. Namun yang menjadi catatan penting di jalur ini adalah kondisi kelayakan jalan, penyempitan jalan hingga keberadaan pasar di beberapa titik.

Sangat disarankan bagi Anda yang ingin melewati jalan ini, untuk terlebih dahulu memperbarui informasi melalui berbagai saluran informasi terpercaya atau bisa bertanya kepada petugas yang Anda temui.

Untuk menuju jalur tengah ini, Anda bisa memulai dari Semarang, Purwodadi, Blora, Cepu, Bojonegoro, Babat, Lamongan dan Surabaya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6