Liputan6.com, Jakarta - Direktur Amnesty International Indonesia, Usman Hamid mengutuk serangan terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus.
"Jadi kepada para pelaku penyerang Andri, kalian adalah para pengecut, kalian orang-orang yang tidak layak untuk hidup, tidak bertanggung jawab," kata dia saat jumpa pers di YLBHI Jakarta, seperti dikutip Sabtu (14/3/2026).
Usman menegaskan, tindakan pecundang para penyerang tidak akan membuat para aktivis takut dan mundur dari hal yang mereka perjuangkan. Sebab, tidak ada di benak para pejuang akan rasa takut terhadap mereka dalam membela hak sipil.
Advertisement
"Jangan pernah berpikir bahwa kami akan pernah mundur selangkah pun atas serangan ini! Rasa takut itu sudah kami kubur dalam-dalam," jelas dia.
"Tidak ada satu pun yang kami takutkan di dunia ini, kecuali semesta alam. Munir dibunuh, kantor diserang berkali-kali tidak pernah menghentikan langkah aktivis kontraS untuk bekerja dengan lebih baik lagi," imbuh dia.
Usman memastikan, demi Indonesia yang lebih baik, demi Indonesia yang mencintai manusia, Usman akan tetap tegak berdiri mengawal kasus penyerangan terhadap Andrie Yunus hingga tuntas.
"Jadi sekali lagi kami mengutuk ras dan kami mengecam negara yang berkali-kali tidak becus di dalam mengusut segala bentuk teror terhadap para aktivis, para akademisi, dan juga para warga termasuk influencer yang bersuara kritis. Tidak ada satu pun bahkan kasus yang bisa kita pegang, misalnya setahun terakhir ini, yang benar-benar diungkapkan oleh otoritas negara," kata dia.
Tambah Daftar Teror Bagi yang Bersuara Kritis
Sebelumnya, Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Ronny Talapessy menyebut pelaku yang menyiram air keras ke Wakil Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus adalah tindakan pengecut.
"Peristiwa ini menambah daftar panjang serangan dan teror terhadap pihak-pihak yang bersuara kritis," kata dia dalam keterangannya seperti dikutip Sabtu (14/3/2026).
Menurut Ronny, pemerintah dan aparat penegak hukum perlu mengambil langkah tegas dan serius, menangkap pelaku penyerangan terhadap Andrie Yunus, dan mengusut tuntas rangkaian teror yang belakangan kerap dialami warga negara yang menyampaikan pendapat secara kritis.
"Republik Indonesia lahir dan didirikan oleh para pendiri bangsa dari tradisi berpikir kritis, kebebasan mengutarakan gagasan dan menyatakan pendapat. Tradisi itu memperkaya gagasan kebangsaan kita serta memberikan sumbangan besar terhadap cara kita membangun negeri ini sesuai cita-cita kemerdekaan," jelas dia.
"Menyerang dan melakukan aksi teror terhadap suara-suara kritis warga negara bukan hanya melawan hukum tetapi juga bentuk pengingkaran terhadap demokrasi, pengingkaran terhadap konstitusi dan cita-cita kemerdekaan," sambung Ronny.
Dia pun menyebut, peristiwa Andrie Yunus juga telah mengingkari visi Presiden Prabowo yang diletakkan pada urutan pertama Asta Cita: Memperkokoh ideologi Pancasila, Demokrasi, dan Hak Asasi Manusia; serta visi ketujuh: Memperkuat Reformasi Politik dan Hukum.
"Karena itulah demi terpenuhinya visi presiden, seluruh aparat penegak hukum wajib mengusut tuntas dan menjamin tidak boleh terjadi lagi tindakan teror dan perilaku kekerasan yang menimpa warga negara Indonesia," kata Ronny.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493673/original/005478800_1770263148-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-05T103223.078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782149/original/002861400_1782877955-Cek_fakta_-_SIM_seumur_hidup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5449906/original/063102600_1766118428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-19T112523.408.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/738835/original/091334200_1521191522-ito.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5228092/original/086654100_1747857243-1af360a8-ba19-45fe-9b83-378138e317d6.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/50717/original/027676700_1521009097-cropped-19290640.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782203/original/029416800_1782879842-mex4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782208/original/070447800_1782879843-mex9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776307/original/030285700_1782873381-AP26182087478676.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262583/original/036434300_1781838197-000_B7LE9YQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776146/original/063906300_1782856231-Sweden_s_Lucas_Bergvall__7__and_Yasin_Ayari__18__defend_France_s_Ousmane_Dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776154/original/033634700_1782859536-France_s_Kylian_Mbappe__10__celebrates_scoring_their_third_goal_with_Michael_Olise.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776150/original/042954000_1782857106-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263357/original/030094600_1781903941-063_2282397170.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2848360/original/078346100_1562658583-20190709-Amnesty-International-Temui-Kapolda-Metro-Jaya-ANTONIUS-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4980844/original/089018000_1729950347-newsCover_2024_10_26_1729945478802-7xsszg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5405392/original/038546200_1762478198-8171642d-7f36-4b4a-8854-cd3977b193f0.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5530456/original/054468400_1773444083-WhatsApp-Image-2026-03-13-at-18.26.54-rkg2g9269izejbfo8wwcahbq4k1bvxobedkiai2tu0.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/732754/original/044682900_1409879838-Jakarta_Cerah_berawan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5530443/original/097415200_1773442470-1003549505.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5528157/original/050245500_1773244314-IMG-20260311-WA0037.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5508609/original/055170600_1771580695-1000918465.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5479365/original/016362600_1768975606-WhatsApp_Image_2026-01-21_at_11.58.37.jpeg)