Liputan6.com, Jakarta - Polisi membongkar tiga klaster kasus narkoba yang menyeret mantan Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro. Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso menjelaskan pengungkapan diawali dengan penangkapan dua orang, yaitu Herman (HR) dan Yusril (YI) oleh Direktorar Reserse Narkoba Polda NTB.
Keduanya merupakan anak buah dari istri Bripka Irfan yaitu Anita. Dia diduga turut menjadi pengedar barang haram tersebut. Di rumah Bripka Irfan dan Anita ditemukan 30,415 gram narkotika jenis sabu.
"Penjualnya kebetulan istrinya anggota Polri atau bisa kita sebut Bhayangkari lah ya. Atas nama Anita, jadi ternyata suami istri ini, dia termasuk dalam jaringan narkoba, itu kluster pertama, ya," jelas Eko.
Advertisement
Dari klaster pertama, berkembang menjadi klaster kedua. Anita menyebutkan ada peran dari anggota Polri lain yaitu Kasatres Narkoba Polres Bima Kota. Saat itu, jabatan tersebut diisi oleh AKP Malaungi. Direktorat Reserse Narkoba Polda NTB dan Propam NTB melakukan pengamanan kepada AKP Malaungi.
Dalam pengembangan selanjutnya, nama AKBP Didik mencuat. Ia diduga mendapatkan setoran tiap bulan, serta meminta untuk biaya keamanan.
Seret Seorang Polwan
Setelah namanya menjadi perhatian, Didik menghubungi kepada salah satu Polwan mantan anak buahnya, yaitu Dianita Agustina. Ia diperintahkan Didik untuk mengamankan koper berisi barang berharga. Saat itu, Dianita disebut mulai cemas karena informasi tersebur viral di sosial media.
"Dianita ini mulai cemas karena sudah mulai viral di media, ada Didik ditangkap, dia penasaran, dibukalah koper itu oleh Dianita, ternyata isinya barang bukti tindak pidana," ungkap Eko.
Setelah itu, masuk ke klaster tiga yaitu pengungkapan kepemilikan narkoba milik Didik. Ia kedapatan menyimpan barang haram tersebut di koper yang dititip ke anak buahnya.
Dari hasil penggeledahan, petugas mengamankan sabu dengan berat total 16,3 gram, 50 butir ekstasi, 19 butir alprazolam, dua butir Happy Five, serta lima gram ketamin.
Advertisement
Kasus Ditangani Bareskrim
Pada akhirnya, kasus kepemilikan narkoba Didik ini ditangani oleh Bareskrim Polri. Eko menyatakan, klaster satu dan dua ditangani oleh Direktorat Reserse Polda NTB, sedangkan klaster tiga oleh Mabes Polri. Akan tetapi, ia tegaskan, semua proses bergerak simultas dan bersatu.
"Tapi semuanya bergerak simultan dan bersatu, kenapa? Karena ini ngembang kan jaringan, akhirnya beberapa DPO kita saling bantu NTB gabung, Mabes Polri ambil alih pengejaran semua untuk mensimultankan supaya ini berjalan beriringan," tandas Eko.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501191/original/029485900_1770889140-Kapolres_Bima_Kota_AKBP_Didik_Putra_Kuncoro.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263358/original/034169000_1781903942-063_2282397014.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578725/original/075292300_1782537284-063_2283517529.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8860259/original/052842500_1782927734-063_2284210517.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8566533/original/022742400_1782517134-senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8857137/original/028052200_1782926603-000_B8XV4GC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8853200/original/078672700_1782925162-063_2284202015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261515/original/075937400_1781733992-IMG-20260618-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4937793/original/094395600_1725589798-AP24249749330750.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264054/original/059677500_1782070488-Spain_s_Mikel_Oyarzabal_celebrates_with_teammate_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389971/original/012637700_1782270142-AP26174800285397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7324607/original/070746200_1780109572-1000082503.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6703836/original/043476700_1779522711-0df9cd63-28ea-497d-be02-40b448d44dfa.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556340/original/049416400_1776241587-WhatsApp_Image_2026-04-15_at_15.12.35.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6322804/original/067516400_1779197739-Screenshot_2026-05-19_202656.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6319955/original/064933300_1779194874-1000081530__2_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6304438/original/018158900_1779178898-bnn4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5750034/original/052497000_1778650297-tahun-ini-polri-targetkan-tangani-916-kasus-korupsi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5874570/original/006089200_1778775238-IMG_20260514_160726.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5867541/original/019495100_1778768420-8b92fbee-cc39-402a-8f47-632220ca081b.jpeg)