Di Balik Rencana Kedatangan Kapal Induk dari Italia Giuseppe Garibaldi ke Indonesia

Kapal induk asal Italia, Giuseppe Garibaldi, dikabarkan akan segera merapat ke Indonesia, di mana direncanakan akan memperkuat jajaran TNI AL.

Diterbitkan 18 Februari 2026, 14:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Indonesia akan menerima kapal induk Giuseppe Garibaldi dari Italia sebagai hibah.
  • Proses negosiasi dan retrofit sedang berjalan, ditargetkan tiba sebelum HUT TNI.
  • Kapal ini beroperasi sejak 1985, dilengkapi senjata canggih, dan mampu membawa pesawat VSTOL.

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Indonesia bersiap menerima kehadiran kapal induk asal Italia, Giuseppe Garibaldi, yang direncanakan akan memperkuat jajaran TNI AL.

Wacana kehadiran kapal ini, disampaikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana Muhammad Ali beberapa waktu lalu.

"Harapannya bisa sampai di Indonesia sebelum HUT TNI," kata dia Kamis 12 Februari 2026.

Terkait kapal induk Giuseppe Garibaldi, proses administratif dan teknis masih berjalan intensif. Koordinasi lintas sektor terus dilakukan, melibatkan pemerintah Indonesia, Angkatan Laut Italia, serta pihak pabrikan untuk memastikan skema dan kesepakatan yang sama.

"Jadi masih proses negosiasi antara TNI AL dengan Angkatan Laut Italia, dengan Fincantieri pabrikan, dan Kemhan," kata Laksamana Muhammad Ali.

Sementara, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Pertahanan (Karo Humas Infohan) Setjen Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan, kapal induk tersebut merupakan hasil hibah dari pemerintah Italia.

"Giuseppe Garibaldi merupakan hibah dari Pemerintah Italia. Anggaran yang disiapkan pemerintah Indonesia dialokasikan untuk kebutuhan retrofit atau penyesuaian agar sesuai kebutuhan operasi TNI AL," kata dia seperti dilansir dari Antara.

Untuk diketahui, kapal induk dengan panjang 180,2 meter ini dilengkapi dengan mesin penggerak super yang dapat menggerakkan kapal dengan kecepatan 30 knot atau 56 kilometer per jam.

Kapal pengangkut pesawat tempur ini juga dilengkapi beberapa radar jamming hingga senjata seperti peluncur oktupel Mk.29 untuk rudal antipesawat Sea Sparrow / Selenia Aspide , Oto Melara Kembar 40L70 DARDO, 324 mm tabung torpedo rangkap tiga dan Otomat Mk 2 SSM.

 

 

 

Kapal yang Dioperasikan Tahun 1985

Dikutip dari Naval Technology, Kapal Induk Italia ini Giuseppe Garibaldi dioperasikan pada tahun 1985. Garibaldi diklasifikasikan kapal induk anti kapal selam.

Kapal ini mampu membawa 18 helikopter atau satu skuadron pesawat terbang lepas landas dan mendarat vertikal atau pendek (VSTOL).

Tak hanya melakukan peperangan anti kapal selam, Garibaldi juga digunakan untuk mengawasi wilayah, pengawalan konvoi, pengangkutan pasukan komando, dan dukungan logistik armada.

Sistem propulsi kapal ini menggunakan konfigurasi Combined Gas And Gas (COGAG). Sistem tersebut terdiri atas empat turbin gas LM2500 yang diproduksi oleh FiatAvio, Turin, berdasarkan lisensi dari perusahaan Amerika Serikat, General Electric (GE). Keempat mesin tersebut menghasilkan daya total sekitar 81.000 tenaga kuda (hp).

Dengan sistem ini, kapal mampu melaju hingga kecepatan maksimum 30 knot. Pada kecepatan jelajah ekonomis sekitar 20 knot, kapal memiliki jangkauan operasional lebih dari 7.000 mil laut.

Sementara dikutip dari Seaforces, pada Perang Kosovo di kawasan Balkan tahun 1999, kapal induk ini digunakan untuk mengangkut pesawat tempur Harrier AV-8B II+. Kemudian, pada tahun 2001, kapal tersebut ikut berpartisipasi dengan Amerika Serikat dalam menyerang Afghanistan.

Di tahun 2011, kapal tersebut juga diterjunkan dalam Intervensi militer di Libya 2011 oleh NATO. Tak hanya untuk melakukan patroli, tapi juga tempat bersemayamnya pesawat AV-8B milik militer Italia.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6