Profil Daryono, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG yang Mundur dan Ajukan Pensiun Dini

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengundurkan diri dari jabatannya dan mengajukan pensiun dini. Berikut profilnya.

Diterbitkan 15 Februari 2026, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Daryono mengundurkan diri dari Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, mengajukan pensiun dini.
  • Pengunduran diri karena sakit mata distrofi kornea dan sedang menjalani perawatan medis.
  • Meminta media tidak lagi mencantumkan jabatannya, masih pegawai BMKG hingga Mei 2026.

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Daryono, mengundurkan diri dari jabatannya dan mengajukan pensiun dini. Pengumuman itu disampaikan Daryono melalui grup komunikasi informasi gempa media kebencanaan di Jakarta, Jumat malam, 13 Februari 2026.

Daryono mengatakan saat ini dirinya menjalani perawatan medis akibat sakit mata yang disebut distrofi kornea, dan mengambil cuti dinas sebelum memasuki masa pensiun dini.

Melalui pengumuman tersebut, ia juga meminta agar media tidak lagi mencantumkan afiliasinya sebagai Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG dalam pemberitaan.

“Hingga 1 Mei 2026, saya masih berstatus pegawai BMKG,” kata Daryono.

Profil Daryono

Daryono lahir di Semarang, 21 Februari 1971. Ia dikenal sebagai ahli kebencanaan dengan fokus pada gempa bumi dan tsunami, serta spesialis dalam manajemen bencana, termasuk mitigasi risiko dan komunikasi kebencanaan kepada publik dan pemangku kepentingan.

Selain aktif di institusi, Daryono juga sering menjadi narasumber dan kontributor di berbagai media cetak, elektronik, televisi, radio, dan media daring terkait isu kebencanaan.

Riwayat Pendidikan

- Doktor (S3) Geografi dengan fokus Mitigasi Bencana, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, 2011.

- Magister Sains (S2), Program Studi Magister Pertanian Lahan Kering dan Iklim, Universitas Udayana, Denpasar, 2002.

- Sarjana Sains (S1), Meteorologi dan Geofisika, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Indonesia (UI), Depok, 2000.

- Diploma III Akademi Meteorologi dan Geofisika (AMG), Jakarta, 1994.

 

Pengalaman Profesional

• 1994–2025 di Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sebagai Praktisi Gempa Bumi, Tsunami, Cuaca, dan Iklim:

- Berperan dalam pengembangan sistem pemantauan, pemrosesan, dan diseminasi informasi gempa bumi serta peringatan dini tsunami (Indonesia Tsunami Early Warning System/InaTEWS).

- Menyusun dan mengembangkan standar rilis informasi gempa bumi dan tsunami (earthquake narration) untuk publik dan media, yang diterapkan secara nasional di lingkungan BMKG.

- Aktif dalam edukasi dan mitigasi gempa bumi serta tsunami

• 2022-2025 Menjabat sebagai Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG.

• 2023-2025 Sebagai Project Implementation Unit/Unit Pelaksana Proyek (PIU), Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project (IDRIP) Project at BMKG.

• 2014-2020 Vice Presiden Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI).

• 2022-2023 Expert Board Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI).

• 2024-sekarang Expert Board Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI).

• 2015-sekarang Kelompok Kerja Seismologi Pusat Studi Gempa Nasional (PUSGEN).

• 2022-sekarang Pengurus Inti Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI), Wakil Ketua IV.

• 2022-sekarang Member (Earthquake Scientist) of Consortium for Earthquake and Tsunami (Konsorsium Gempa Bumi dan Tsunami Indonesia/KGTI)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6