Remaja Depok yang Tawuran Selama Ramadan Bakal Dimasukkan ke Pondok Pesantren Kilat

Polres Depok menggagas ide dengan harapan kegiatan yang diikuti selama di ponpes mendatangkan perubahan. Lokasi kegiatan rencananya di Polres Depok.

Diterbitkan 14 Februari 2026, 09:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Polres Depok sediakan pesantren kilat bagi remaja tawuran selama Ramadan.
  • Pesantren kilat ini bertujuan membina remaja dan mencegah tawuran di Depok.
  • Polres juga kaji petasan, sahur on the road, dan siapkan tim patroli khusus.

Liputan6.com, Jakarta - Polres Metro Depok berencana menyediakan Pondok Pesantren Kilat selama Ramadhan. Pondok Pesantren Kilat itu diperuntukkan pada remaja yang terlibat tawuran selama Ramadan di Kota Depok.

Kapolres Metro Depok, Kombes Abdul Waras mengatakan, Polres Metro Depok terus berupaya melakukan pencegahan gangguan kamtibmas selama malam Ramadan. Adapun salah satu upaya pencegahan, yakni mengantisipasi remaja terlibat tawuran.

"Salah satu yang menjadi perhatian kami adalah masalah tawuran," ujar Waras, usai berdiskusi dengan K3D, perwakilan Kodim 0508 Depok, dan IJTI Korda Depok, Jumat (13/2/2026) malam.

Waras menambahkan, jika selama pengamanan Ramadan ditemukan remaja-remaja yang terlibat tawuran, akan dibina di pondok pesantren kilat yang telah disediakan.

“Bagaimana remaja yang terlibat tawuran ini, nanti akan kita ikutkan pondok pesantren kilat,” tegas Waras.

Pondok Pesantren Kilat yang ditempatkan di Polres Metro Depok. Kegiatan diharapkan dapat menjadi wadah perubahan kepada remaja terlibat tawuran.

“Apabila adik-adik ini masih ngotot, nekat tawuran, nanti akan kita pesantren kilatkan di Polres Metro Depok,” ucap Waras.

Waras menilai, Pondok Pesantren Kilat akan menjadi kajian positif untuk remaja terlibat tawuran. Kegiatan pesantren kilat diharapkan dapat diikuti masyarakat luas, untuk memberikan kegiatan positif kepada remaja.

“Kegiatan pesantren kilat selama Ramadan menjadi kegiatan positif, khususnya kepada remaja,” terang Waras.

 

Aturan Main Petasan hingga Sahur on The Road di Depok

 

Saat disinggung penggunaan petasan dan sahur on the road selama Ramadhan, Waras akan melakukan kajian bersama dengan Pemerintah Kota Depok dan stakeholder lainnya. Penggunaan petasan akan dikaji terlebih dahulu dalam kegunaan dan kemanfaatannya.

“Petasan dan lain sebagainya tentu ini juga sesuai dengan regulasi yang ada, tata aturan hukum yang ada juga tidak boleh, sehingga harapan kita jangan mengganggu masyarakat lain yang melakukan ibadah,” ucap Waras.

Waras mengungkapkan, apabila terdapat remaja menggunakan petasan dalam kegiatan negatif dan merugikan masyarakat luas, dapat dipastikan remaja tersebut akan dimasukan pada Pondok Pesantren Kilat. Begitupun dengan sahur on the road, Polres Metro Depok akan melakukan pembahasan dengan Forkopimda Kota Depok.

“Sahur on the road nanti akan kita bahas dengan Forkopimda dengan Pak Wali Kota, harapannya bahwa ini kan untuk masalah sahur on the road, antara manfaat dan mudharat nya mungkin lebih banyak mudharat nya,” ungkap Waras.

Waras menuturkan, pelaksanaan sahur on the road memiliki dua sisi di kalangan masyarakat. Satu sisi memiliki kemanfaatan, namun satu sisi kerap disalahgunakan, salah satunya aksi tawuran.

“Tetapi banyak juga pihak-pihak yang tadi beralasan seperti itu (sahur on the road), tapi tujuannya hal yang lain, hal yang negatif, nah ini tentu akan kita larang,” tutur Waras.

Waras menekankan, Polres Metro Depok akan melakukan pencegahan tawuran selama Ramadhan, salah satunya melakukan patroli malam. Nantinya akan ada tim khusus Polres Metro Depok dalam mencegah tawuran selama Ramadhan.

“Kita akan siapkan tim khusus untuk melakukan kegiatan patroli, termasuk juga patroli bersama dengan teman-teman dari Kodim 0508 Depok,” pungkas Waras.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6