Mendagri Ungkap Pemulihan Total Wilayah Terdampak Bencana di Sumatera Butuh 2–3 Tahun

Mendagri Tito Karnavian menyatakan proses normalisasi penuh wilayah terdampak bencana Sumatera diperkirakan membutuhkan waktu hingga 2–3 tahun.

Diterbitkan 11 Februari 2026, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Normalisasi penuh wilayah terdampak bencana Sumatera diperkirakan butuh 2-3 tahun.
  • Ini karena pembangunan infrastruktur permanen seperti jalan dan jembatan yang luas.
  • Normalisasi fungsional bisa 2 bulan jika pembersihan lumpur masif dilakukan.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyatakan proses normalisasi penuh wilayah terdampak bencana Sumatera diperkirakan membutuhkan waktu hingga 2–3 tahun.

Tito menjelaskan, normalisasi penuh mencakup pembangunan infrastruktur secara permanen, termasuk jalan, jembatan, dan sungai yang membutuhkan waktu panjang karena skala kerusakan yang luas.

“Normalisasi penuh saya sampaikan mungkin kira-kira 2–3 tahun. Kenapa? Karena memang mengeruknya, termasuk tadi jalan-jalan yang kabupaten, jalan provinsi, ini mengerjakannya kan sangat banyak ruas yang kena untuk dipermanenkan,” kata Tito usai konferensi pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu (11/2/2026).

Meski begitu, Tito mengungkapkan kondisi fungsional di daerah terdampak memungkinkan untuk dipulihkan dalam waktu relatif singkat, terutama jika pembersihan lumpur hingga pembukaan akses dasar dilakukan secara masif.

“2 bulan juga normal kalau kita genjot masalah lumpurnya,” ujar Tito.

Ia menyampaikan, istilah normal dalam waktu dua bulan tersebut merujuk pada normal fungsional, bukan normal permanen. Normal fungsional berarti akses dasar sudah dapat digunakan masyarakat, kendati belum sepenuhnya dibangun secara permanen.

“Dalam 2 bulan bisa saya katakan normal fungsional bahasanya ya, bukan normal permanen. Normal fungsional itu artinya kalau jalannya bisa dilalui, kemudian lorongnya bisa dilalui,” jelas Tito.

 

Pekerjaan Besar

Sementara itu, untuk mencapai kondisi normal dan pulih permanen, pemerintah masih harus menyelesaikan sejumlah pekerjaan besar, mulai dari pengaspalan ulang jalan hingga mengganti jembatan darurat dengan membangun jembatan permanen.

“Tapi untuk mengaspal kembali, memperlebar jalan, jembatan yang tadinya sekarang ini jembatan darurat menjadi jembatan permanen, it takes time lah,” ujarnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6