Liputan6.com, Jakarta - Polisi memulai pemeriksaan kasus penganiayaan yang dialami seorang pria di Jakarta Barat yang dianiaya gara-gara menegur tetangga yang kerap main drum. Korban dilaporkan balik oleh terduga pelaku dengan tuduhan memerintahkan orang lain untuk merusak studio drum.
Hari Ini, Rabu 911/2/2026), korban atas nama Darwin (32) bersama istrinya, Angel, memenuhi panggilan Polres Metro Jakarta Barat setelah dilaporkan oleh terduga pelaku penganiayaan. Polisi memeriksa Darwin dan Angel selama tiga jam sebagai terlapor atas tuduhan pengancaman yang disertai kekerasan.
"Pemeriksaan tadi berlangsung sekitar tiga jam dengan 22 pertanyaan. Materi pertanyaannya seputar dugaan pengancaman yang disertai kekerasan," ujar kuasa hukum korban, Machi Ahmad di Polres Metro Jakarta Barat. Dilansir Antara.
Advertisement
Machi mengatakan, kliennya dilaporkan balik oleh anak dari terduga pelaku penganiayaan yaitu NS atas dugaan ancaman kekerasan.
"Kami hadir memenuhi undangan pemeriksaan dimana klien kami berstatus sebagai 'terlapor' atas laporan balik yang dilakukan oleh pihak yang sebelumnya telah kami laporkan," ujar Machi.
Dalam pemeriksaan, Darwin dicecar total 22 pertanyaan oleh penyidik terkait tuduhan yang menyebut Darwin hendak merusak studio musik milik pelaku.
"Pelapor menuduh klien kami menunjuk-nunjuk hingga mengenai hidung Saudara Nasio dan menyuruh orang menghancurkan perangkat studio musik atau drum miliknya," ungkap Machi.
Bantah Semua Tuduhan
Machi membantah seluruh tuduhan yang diarahkan kepada kliennya tersebut dan menilai laporan balik ini tidak berdasar.
Machi menegaskan bahwa posisi Darwin dan Angel adalah korban yang justru mengalami kekerasan fisik oleh pelaku, yaitu DS dan NS
"Menurut kami, tuduhan itu sangat tidak masuk akal karena posisi klien kami di sini adalah korban penganiayaan, namun malah dilaporkan balik seolah-olah melakukan ancaman kekerasan. Ini sangat berbanding terbalik dengan bukti-bukti yang kami miliki," katanya.
Dia menambahkan, tuduhan perusakan studio drum itu tidak memiliki dasar fakta yang jelas.
"Bagaimana mungkin klien kami dituduh mengancam merusak studio, padahal tidak ada satu pun ucapan seperti itu yang terlontar. Kami sudah membantah semua poin tersebut dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tadi," herannya.
Advertisement
Luka Fisik Dawin dan Angel
Kuasa hukum lainnya, Subadria Nuka menambahkan, Darwin dan istrinya masih belum pulih dari luka fisik yang dideritanya.
Angel masih mengalami sakit pada kakinya dan berjalan dengan pincang akibat ditabrak pelaku menggunakan mobil.Â
Sementara itu, Darwin menderita luka di sembilan titik masih menderita cedera punggung akibat ditendang pelaku.
"Faktanya, sampai hari ini kaki klien kami masih pincang dan sakit. Teman-teman bisa lihat di video betapa sadisnya mereka diperlakukan seperti binatang," kata Subadria.
Sebagai korban, Angel mengaku masih mengalami trauma mendalam hingga membuatnya sempat ketakutan berada di rumah.
"Saya sangat trauma. Bahkan saya sempat merasa tidak mau pulang ke rumah sendiri karena merasa tidak aman," katanya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497143/original/043656600_1770617910-Screenshot_2026-02-09_at_13.15.42.png)
Ancam Balik Pelaku
Machi mengancam balik pelaku. Jika laporan NS tidak terbukti, pihaknya tidak segan untuk mengambil langkah hukum untuk kembali membuat laporan polisi.
"Jika nanti laporan Saudara Nasio ini tidak terbukti atau kekurangan bukti, kami meminta agar segera dihentikan (penyelidikan). Kami juga mencadangkan hak hukum klien kami untuk melaporkan balik atas dugaan 'Laporan Palsu'," kata Machi.
Menurut dia, laporan balik terhadap Darwin ini sangat mencederai rasa keadilan bagi korban yang menderita luka-luka akibat dianiaya.
"Hal ini sangat mencederai hati klien kami yang merupakan korban nyata dari penganiayaan," tegasnya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566966/original/026954400_1777262107-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-27T105347.703.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111045/original/054516000_1783054306-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-03T114409.776.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5500083/original/023917400_1770811181-korban_penganiayaan_gara-gara_tegur_tetangga_main_drum.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263708/original/008484100_1781965366-AP26163792490542.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257811/original/016545500_1781257256-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264340/original/096862300_1782107767-salah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8331592/original/085679400_1782201838-mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9133935/original/022673500_1783073947-AP26184046344844.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4246766/original/006828700_1669910509-AP22335568653043.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519978/original/083186800_1782447080-063_2283364620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9108027/original/057222500_1783044209-063_2284404573.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9107329/original/011934200_1783043803-063_2284409214.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8624685/original/076624500_1782618194-000_B8K274B.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9107326/original/029939500_1783043802-063_2284407272.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9076838/original/076638200_1783028282-000_B8H386V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9094841/original/089107200_1783037943-Polri.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9087543/original/081810500_1783034179-Perempuan.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8995470/original/071064800_1782992094-Baku_Pukul.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8965663/original/022414100_1782978682-WhatsApp_Image_2026-07-02_at_14.09.20.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8965497/original/009977600_1782978576-WhatsApp_Image_2026-07-02_at_14.16.04__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8946125/original/043827000_1782968099-WhatsApp_Image_2026-07-02_at_11.30.06__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8356556/original/077740600_1782231380-WhatsApp_Image_2026-06-23_at_23.03.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8681128/original/064487800_1782730300-IMG_5131.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8681928/original/036028100_1782731891-IMG_5249.jpeg)