Cerita Warga yang Sempat Mencicipi Ikan Sungai Cisadane Pasca Tercemar, Langsung Pusing dan Kliyengan

Ahlan (67) menceritakan, sebelum dikonsumsi, ikan tangkapannya sudah dicuci bersih dengan air mengalir dan juga dicuci dengan cuka.

Diterbitkan 11 Februari 2026, 13:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Warga di Cikokol, Kota Tangerang, mengaku mengalami gejala pusing, beberapa saat setelah mengkonsumsi ikan yang mabok di aliran Sungai Cisadane.

Ahlan (67) menceritakan, sebelum dikonsumsi, ikan tangkapannya sudah dicuci bersih dengan air mengalir dan juga dicuci dengan cuka.

"Pusing juga saya habis makan, rasanya kaya kliyengan,"ujarnya.

Padahal, dia mengaku tidak makan begitu banyak, hanya sekedar mencoba. Setelah itu, dia mendapat kabar dari berita di televisi dan media sosial, kalau ada larangan mengkonsumsi ikan dari Sungai Cisadane sementara waktu.

"Tapi terlanjur, warga sudah pada masak, sudah pada matang. Itu ada yang beli tangkepannya Rp 25 ribu, gak jadi dimakan," ujarnya.

Sebagai warga yang berdampingan dengan Sungai Cisadane, Ahlan dan warga lainnya sudah tidak asing lagi dengan fenomena ikan di Sungai Cisadane yang mabok seperti itu. Makanya, warga suka memanfaatkannya dengan 'menyerok' dan disantap di rumah bersama keluarga.

Tapi kali ini, mabok ikan-ikan di Sungai Cisadane tampak berbeda. Mulai dari badan ikan yang mengeluarkan minyak, insang ikan yang berbintik merah, hingga yang paling membuat warga terheran-heran, ikan sapu-sapu yang dikenal kuat disegala situasi, juga ikut mabok dan mati.

"Itu yang paling aneh, ikan sapu-sapu juga ikut mabok, mati. Ini bahan kimia apa nih? Warga mulai curiga di situ, kucing saja biasanya mau makan, ini enggak,"ujarnya.

Makanya hingga kini, warga menghentikan dulu aktifitas memancing ataupun menangkap ikan. Mereka lebih memilih sekedar bersantai di pinggiran sungai, yang memang sudah jadi aktivitas warga setempat.

Kapolres Metro Tangerang: Untuk Sementara Warga Jangan Konsumsi Ikan dari Sungai Cisadane

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Raden Muhammad Jauhari, lakukan pengecekan kondisi Bantaran Sungai Cisadane di Jalan Kali Pasir, Kelurahan Babakan, Kecamatan dan Kota Tangerang, Selasa (10/2/2026). Polisi pun turut menyuplai stok air bersih untuk warga sekitaran bantaran sungai.

Akibat dugaan pencemaran tersebut, sejumlah ikan ditemukan mati dan warna air sungai berubah menjadi putih. Kapolres bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Dinas Kesehatan, Kapolsek Tangerang, Lurah setempat, PDAM Kota dan Kabupaten Tangerang, Babinsa dan Babinkamtibmas Kelurahan Babakan, mengimbau sementara, warga tak konsumsi ikan yang berasal dari Sungai Cisadane.

“Kami ingin memastikan langsung dampak pencemaran ini terhadap lingkungan dan masyarakat. Kami juga mengimbau warga agar tidak mengonsumsi ikan-ikan yang mati karena dikhawatirkan sudah terkontaminasi zat kimia berbahaya,” ujar Kapolres.

Selain melakukan pengecekan di bantaran sungai, Kapolres juga menelusuri aliran Sungai Cisadane menggunakan perahu karet dan pelampung, didampingi petugas Dinas Lingkungan Hidup serta unsur Kelurahan, guna melihat langsung kondisi air di beberapa titik.

Terkait dampak pencemaran terhadap distribusi air bersih, Kapolres menyampaikan bahwa saat ini kondisi sudah mulai berangsur normal.

“Distribusi air bersih memang sempat terdampak, namun saat ini sudah mulai normal kembali. PDAM Tirta Benteng juga telah melakukan pemeriksaan kualitas air dan mengoperasikan instalasi pengolahan air secara optimal,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Kapolres Metro Tangerang Kota berkoordinasi dan meminta Perumda Tirta Benteng untuk menyiapkan mobil tangki air bersih yang siap digunakan untuk membantu kebutuhan warga sekitar apabila diperlukan.

Polres Metro Tangerang Kota bersama instansi terkait akan terus melakukan pemantauan serta mengimbau masyarakat agar tetap waspada demi menjaga kesehatan dan keselamatan bersama.

Pestisida dari Gudang Terbakar Cemari Sungai Cisadane, Pasokan Air Bersih se-Tangerang Raya Terganggu

Kebakaran gudang pestisida di kawasan Pergudangan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ternyata berdampak luas bagi masyarakat sekitar. Tak hanya mengalir mencemari Kali Jalantreng, ternyata ceceran Pestisida juga mencemari Sungai Cisadane. Sekadar diketahui, Sungai Cisadane menjadi air baku PDAM Kota dan Kabupaten Tangerang.

Akibat pencemaran itu, aliran air bersih ke ratusan ribu rumah warga atau pelanggan PDAM terpaksa harus dihentikan sementara. Sebab, cemarannya sudah menghasilkan aroma tak sedap ke rumah-rumah warga.

"Kejadian kebakaran gudang bahan kimia di Serpong membuat air baku Sungai Cisadane tercemar limbah kimia berbahaya dengan indikasi bau menyengat, air sungai berminyak dan ikan mati mendadak, maka seluruh IPA Perumda TB kami stop operasi," ungkap Dody efendi, Direktur Umum Perumda Tirta Benteng, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (10/2/2026).

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6