Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup (LH) menyebut, sebanyak 20 ton zat kimia pestisida diduga mencemari Sungai Cisadane hingga berakibat terganggunya ketersediaan air baku di Tangerang raya.
Hal itu terungkap dari pemeriksaan atas insiden kebakaran gudang milik PT Biotek Saranatama, yang mengakibatkan cairan pestisida mengalir hingga ke Sungai Cisadane.
Dari hasil pemeriksaan itu juga menunjukkan bahwa gudang tersebut menyimpan pestisida jenis cypermetrin dan profenofos, yang biasa digunakan untuk mengendalikan berbagai hama tanaman
Advertisement
"Kurang lebih 20 ton pestisida terbakar dan air sisa pemadaman yang bercampur residu kimia, mengalir hingga mencemari sungai," ungkap Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/2/2026).
Menurutnya, kondisi ini sangat serius karena bisa terdampak pada ekosistem sungai dan masyarakat yang memanfaatkan sungai. Kementerian LH pun mendapat laporan, bila Sungai Cisadane tercemar hingga sekitar 22,5 kilometer, membentang mulai dari Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, hingga ke Kabupaten Tangerang lagi.
"Dampak yang teridentifikasi antara lain kematian berbagai biota akuatik, seperti ikan mas, ikan baung, patin, nila dan sapu-sapu,"ujarnya.
Â
Uji Laboratorium
Untuk itu, Kementerian Lingkungan Hidup menindaklanjutinya dengan mengambil sampel air di bagian hulu dan hilir Sungai Cisadane, serta mengumpulkan 10 sampel ikan mati untuk diuji di laboratorium
"Kami mendalami kasus ini melalui serangkaian pengujian laboratorium dan kajian ilmiah. Makanya, sementara waktu kami mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari," kata Menteri Hanif.
Sebab akibat jangka pendeknya, berpotensi menyebabkan iritasi kulit, mata, hingga gangguan pernapasan apabila uap terhirup.
Disamping itu, Kementerian LH juga akan memproses kasus ini sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.
Â
Advertisement
Gudang Pestisida Terbakar
Gudang tempat penyimpanan pestisida yang berlokasi di kompleks pergudangan Taman Tekno, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terbakar pada Senin (9/2) kemarin. Peristiwa itu menyebabkan ceceran bahan kimia mengalir dan mencemari Kali Jalatreng yang berada di sekitar lokasi.
Kapolsek Cisauk, AKP Dhady Arsya, mengatakan tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. Namun, kali tercemar membuat biota laut hidup di dalamnya ikut mati.
"Imbas kebakaran gudang kimia, airnya kan melebur ke Kali Jalatreng, itu menyebabkan ikan-ikan yang ada di kali itu mati. Ada banyak, ratusan, ikan-ikan udah pada ngambang karenakan," kata AKP Dhady Arsya, saat dikonfirmasi, Selasa (10/2/2026).
Masyarakat juga diingatkan tak mengonsumsi ikan yang berada di Sungai Jalatreng karena sudah terkontaminasi zat kimia Pestisida.
"Diduga sudah terkontaminasi zat kimia," ujarnya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5283008/original/087032100_1752495857-1000942741.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1373278/original/054611400_1476383771-tangerang.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621093/original/089503900_1782612244-063_2283639746.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8269025/original/029326100_1782119069-063_2281966729.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8620430/original/011957700_1782610877-000_B8JY4LY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8620429/original/007432300_1782610876-000_B8JY7M2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322679/original/008420700_1782191790-Amine_Gouiri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615608/original/002262500_1782601852-063_2283621934.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389880/original/043940700_1782270022-AP26174722689391.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615223/original/052059800_1782601281-063_2283624238.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8392528/original/081634600_1782272943-000_B83Z88V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8553933/original/032729600_1782499706-uzbek_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615333/original/040722200_1782601521-000_B8JQ6V9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8570554/original/075822800_1782523917-Penganiaya_caddy_golf_ditangkap_polisi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8569814/original/030927600_1782522286-IMG-20260627-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8540351/original/087662000_1782477281-IMG-20260626-WA0016.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5499595/original/041663900_1770790832-IMG-20260203-WA0020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/527394/original/aniaya-ilustrasi-131207b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471294/original/037265800_1782374335-WhatsApp_Image_2026-06-25_at_11.58.34.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264261/original/095435800_1782102750-Screenshot_20260622_100747_Instagram_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264065/original/026898700_1782077427-WhatsApp_Image_2026-06-20_at_19.55.44.jpeg)