Harmoni dari Kampung China Betawi Depok

Penghuni Kampung China Betawi Limo hidup rukun dengan warga asli. Mereka hidup bersama dalam harmoni yang sama. Berjalan beriringan membangun Kota Depok.

Diterbitkan 11 Februari 2026, 12:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dari sudut Kota Depok, Jawa Barat. Akulturasi budaya menjadi akar kehidupan sosial. Kampung China Betawi terus bertahan, hadir untuk memberi warna dan harapan.

Memasuki Jalan H Bona, Limo,Depok, sekilas tidak ada yang istimewa. Namun setelah menelusuri jalan, terdapat gapura yang berbeda dari gapura lainnya. 

Gapura berkelir merah dengan lebar sekitar tiga meter dan tinggi mencapai 10 meter. Dihiasi sejumlah ornamen budaya Tionghoa berwarna dominan Merah dan kuning. ada lampion dan hiasan naga. Di bagian atas gapura, tertulis pesan ‘selamat tahun baru imlek’. Sebagai tanda dan persiapan menyambut datangnya tahun baru China yang penuh harapan. 

Di balik gapura itu, detak kehidupan warga China keturunan atau biasa disebut Kampung China Betawi Limo Depok. Mereka bersemangat dalam sukacita menyambut imlek 2577 Kongzili tahun 2026.

Dari kejauhan, Ketua Paguyuban Kampung China Betawi Limo, Tio Engkay Herman sedang berbincang dengan pengurus lingkungan setempat. Belum banyak yang dipersiapkan jelang imlek.

“Sementara kami baru menghias gapura maupun akses masuk ke lingkungan,” ujar Tio yang merupakan generasi keempat keturunan China Betawi yang tinggal di Limo, Selasa (11/2/2026). 

Rencananya warga Kampung China Betawi Limo akan menghias setiap sudut akses jalan dengan ornamen khas imlek. Tradisi yang terus dipertahankan hingga hari ini.

“Sekitar 100 meter jalan lingkungan yang akan dihias lampu lampion dan pembuatan mural bertemakan imlek,” ucap Tio.

Terlihat terdapat sejumlah mural bertemakan imlek yang sudah tergambar di sejumlah tembok jalan lingkungan. Adapun mural tersebut bergambarkan tahun imlek, shio kuda emas, gambar sepasang anak menggunakan pakaian adat China.

“Beberapa rumah warga sudah berhias ornamen pernak pernik perayaan imlek,” terang Tio.

Akulturasi Budaya China dan Betawi

Perayaan Imlek tidak ada kegiatan makan bersama seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun ada acara hiburan untuk warga. Lengkap dengan makanan ringan khas kampung, seperti kue keranjang, pepe, mangkuk, bugis, dan berbagai kue lainnya. 

“Kalau puncak perayaan itu ada Gambang Kromong untuk hiburannya,” terang Tio.

Imlek tahun ini merupakan shio Kuda Api yang memberikan harapan kepada warga Kampung China Betawi Limo. Yakni kehidupan yang cerah dan rezeki yang melimpah. 

Rencananya pada puncak perayaan Imlek, warga Kampung China Limo Depok akan melakukan sejumlah kegiatan. Pada malam pergantian tahun, biasanya warga akan melakukan ibadah. Keesokan harinya, mereka berziarah ke makam leluhur pada pagi hari.

“Pada hari perayaan, setelah ibadah kami akan ziarah ke makam leluhur yang ada disini, dilanjutkan perayaan hiburan sampai malam,” jelasnya.

Akar Tradisi dalam Balutan Harmoni

Kampung China Betawi Limo dihuni 30 kepala keluarga. Mereka tinggal di sana dari generasi ke generasi. Sejak ratusan tahun lalu. Merawat kelestarian marga yang ada.

“Di sini ada marga Tio atau Theo, Tse, Tan, Kwee, Go atau Goh,” kata Tio. 

Penghuni Kampung China Betawi Limo hidup rukun dengan warga asli. Mereka hidup bersama dalam harmoni yang sama. Berjalan beriringan membangun Kota Depok. 

“Kami di sini sudah lama dan turut berbaur dengan warga sini dan membangun daerah secara bersama,” ungkap Tio.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6