PSI soal Wacana Zulhas Maju di 2029: Cawapres Kita Serahkan kepada Prabowo

Keberhasilan program pemerintahan Presiden Prabowo menjadi prioritas utama yang harus dijaga bersama oleh seluruh partai pendukung.

Diterbitkan 09 Februari 2026, 16:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni merespons wacana Partai Amanat Nasional (PAN) yang membuka peluang mengusung Zulkifli Hasan sebagai calon wakil presiden mendampingi Presiden Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.

Raja Juli menegaskan partai-partai yang tergabung dalam koalisi pemerintahan seharusnya tidak terpecah oleh wacana kontestasi politik lima tahunan mendatang. Menurutnya, fokus utama saat ini adalah memastikan agenda pemerintahan berjalan optimal.

Ia menekankan pentingnya konsolidasi internal koalisi guna menyukseskan program-program prioritas Presiden Prabowo.

“Bagi PSI hari-hari ini anggota koalisi hendaknya menyibukkan diri mensukseskan program-program Pak Prabowo Subianto. Yang paling penting semua kompak dulu sukseskan program Pak Prabowo,” kata Raja Juli saat dihubungi wartawan, Senin (9/2/2026).

Raja Juli menyatakan keberhasilan program pemerintahan Presiden Prabowo menjadi prioritas utama yang harus dijaga bersama oleh seluruh partai pendukung. Menurut dia, soliditas koalisi menjadi kunci agar agenda-agenda strategis pemerintahan dapat terealisasi.

Terkait penentuan calon wakil presiden pada Pilpres 2029, Menteri Kehutanan itu berpandangan pembahasan tersebut masih terlalu dini. Ia menyerahkan sepenuhnya keputusan politik itu kepada Presiden Prabowo sebagai pimpinan tertinggi koalisi.

“Kalau sudah sukses, soal Cawapres 2029 kita serahkan kepada Pak Prabowo, sebagai pimpinan tertinggi kita,” tegas Raja Juli.

Ia juga menekankan posisi Prabowo sebagai figur sentral yang memiliki otoritas penuh dalam menentukan pasangan yang akan mendampinginya kelak. Keputusan tersebut, menurut Raja Juli, sebaiknya mempertimbangkan kenyamanan kerja serta penerimaan publik.

“Biar pemimpin tertinggi, bos kita yang menentukan siapa pendamping yang membuat beliau nyaman dan diterima juga oleh masyarakat,” ungkapnya.

Meski demikian, Raja Juli menilai langkah PAN membuka wacana pencalonan Zulkifli Hasan sebagai hal yang wajar dalam dinamika politik koalisi. Ia menilai setiap partai memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi politiknya.

“Bagus saja kalau PAN mencalonkan Pak Zul sebagai Cawapres. Saya doakan Pak Zul sehat walafiat menuju 2029,” tutupnya.

PAN Pertimbangkan Opsi Selain Gibran

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum PAN Eddy Soeparno menyatakan partainya telah membulatkan tekad untuk kembali mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden pada Pilpres 2029.

Namun, untuk posisi calon wakil presiden, PAN mulai mempertimbangkan opsi baru selain Gibran Rakabuming Raka, termasuk kemungkinan mendorong kader internal partai.

Eddy menuturkan penentuan pasangan capres-cawapres harus didasarkan pada berbagai pertimbangan strategis, mulai dari kecocokan kerja hingga kekuatan elektoral.

“Kita tentu kita lihat nanti opsi-opsi terbaik,” ujar Eddy saat memberikan keterangan di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (5/2/2026).

Ia menambahkan, penentuan paket capres-cawapres tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa karena menyangkut kepentingan politik jangka panjang.

“Karena kembali lagi, yang namanya paket itu tentu kan harus ada simbiosisnya bisa bekerja sama dengan baik ada juga dukungan elektoralnya tinggi dan sebagainya. Jadi pertimbangan-pertimbangannya banyak untuk itu. Oleh karena itu, biarkan itu berjalan tetapi kita hari ini sudah berketetapan hati,” jelasnya.

Terkait loyalitas PAN terhadap Prabowo Subianto, Eddy memastikan sikap partainya tidak berubah dan tetap berada di barisan pendukung Prabowo pada periode mendatang.

“Kita sudah mendukung Pak Prabowo tiga kali, keempat kalinya itu sudah jadi jawaban kita,” pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6