TNI AD Siapkan Pasukan Perdamaian Gaza, Fokusnya untuk Kesehatan dan Zeni

TNI mulai menyiapkan pasukan untuk misi perdamaian di Gaza.

Diterbitkan 09 Februari 2026, 19:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • TNI siapkan pasukan untuk misi perdamaian di Gaza, menunggu koordinasi resmi.
  • KSAD Maruli konfirmasi persiapan internal, latih personel zeni dan kesehatan.
  • Diperkirakan 5.000-8.000 personel akan dikirim, namun jumlah belum pasti.

Liputan6.com, Jakarta - TNI mulai menyiapkan pasukan untuk misi perdamaian di Gaza. Penyiapan dilakukan sambil menunggu hasil koordinasi resmi dari Mabes TNI terkait kebutuhan dan karakter personel yang akan ditugaskan.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak menjelaskan proses pengiriman pasukan ke Gaza masih berjalan dan memerlukan koordinasi berjenjang. Mulai dari, pihak yang mengoordinasikan misi di Gaza hingga ke Mabes TNI dan Mabes Angkatan Darat.

"Ya, itu kan masih terus berjalan ya. Jadi kan kami menunggu dari hasil koordinasi yang mengkoordinir di Gaza. Nanti ke Mabes TNI. Mabes TNI nanti ke Mabes AD memerlukan pasukan personel yang berkarakter apa. Ini kami siapkan. Ya, begitu," kata Maruli di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/2/2026).

Dia menyampaikan TNI AD telah memulai persiapan internal dengan melatih personel yang berpotensi ditugaskan dalam misi perdamaian. Fokus utama penyiapan diarahkan pada kemampuan yang relevan dengan kebutuhan kemanusiaan dan rekonstruksi di wilayah konflik.

"Sudah, sudah mulai berlatih orang-orang yang kemungkinan kan kita nanti jadi perdamaian. Jadi berarti zeni, kesehatan, yang sering, seperti itu kami siapkan," jelasnya.

Jumlah Pasukan yang Dikerahkan

Maruli belum bisa memastikan jumlah personel TNI AD yang akan dikirimkan ke Gaza sebab menunggu hasil negosiasi dan koordinasi lanjutan di tingkat Mabes TNI. Namun, dia memperkirakan ada sekitar 8.000 personel yang akan dikirim dalam satu brigade.

"Ya, bisa satu brigade, 5.000–8.000 mungkin. Tapi masih bernego semua, belum, belum pasti. Jadi enggak ada, belum ada kepastian angka sampai sekarang," tutur Maruli.

Dia menuturkan peran TNI AD saat ini terbatas pada penyiapan pasukan sesuai kebutuhan yang diminta. Sementara keputusan terkait penugasan, waktu keberangkatan, dan kepastian lokasi berada di tingkat komando yang lebih tinggi.

"Kalau kami hanya penyiapan pasukannya saja," ucap Maruli.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6