Prabowo Bakal Bertemu 50 Tokoh Islam di Istana, Seskab: Bahas Isu Dalam dan Luar Negeri

Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah tokoh pimpinan ormas Islam, tokoh, hingga pimpinan pondok pesantren ke Istana Kepresidenan.

Diterbitkan 03 Februari 2026, 11:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Prabowo undang 40-50 tokoh Islam ke Istana bahas kondisi negara dan program pemerintah.
  • Agenda utama juga diskusikan keanggotaan Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza (BoP).
  • MUI kritik BoP karena libatkan Israel, abaikan Palestina, dan dianggap neokolonialisme.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah tokoh pimpinan ormas, tokoh-tokoh Islam, hingga pimpinan pondok pesantren ke Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/2/2026) siang.

Sejumlah pihak yang akan hadir antara lain dari Pengurus Besar Nadhlatul (PBNU), Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Persatuan Islam (PERSIS), Syarikat Islam, serta tokoh-tokoh pondok pesantren Jawa Timur.

"Bapak Presiden nanti siang akan menerima beberapa tokoh pimpinan organisasi Islam, kemudian tokoh-tokoh Islam, kemudian juga beberapa pimpinan pondok pesantren dari beberapa daerah yang bisa hadir pada siang hari ini," kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Menurut dia, total ada 40 hingga 50 tokoh Islam yang hadir dalam pertemuan dengan Prabowo. Teddy menyebut, hal ini merupakan agenda rutin yang dilakukan Kepala Negara dengan para tokoh Islam.

"Tentunya nanti akan berdiskusi. Ini pertemuan rutin 3-4 bulan sekali. Kalau Anda lihat akhir tahun lalu juga sudah kumpul juga," ujarnya.

Teddy menjelaskan Prabowo akan membahas soal kondisi di dalam dan luar negeri dengan para tokoh Islam. Tidak ketinggalan pula terkait pencapaian dan program straregis pemerintah.

"Nanti kira-kira akan membahas tentang pencapaian pemerintah, program-orang strategis, kemudian juga tentunya kondisi dalam negeri dan di luar negeri. Itu kira-kira, nanti siang mungkin 3 sampai 4 jam," jelas Teddy.

Bakal Bahas Dewan Perdamaian Gaza

Presiden Prabowo Subianto mengundang perwakilan sejumlah organisasi masyarakat (ormas) Islam, seperti PBNU, Muhammadiyah, dan MUI ke Istana Negara, Jakarta. Hal itu dalam rangka mendiskusikan keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace (BoP).

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis membenarkan adanya undangan terkait pertemuan dengan Prabowo hari ini, Selasa (3/2/2026).

"Ya saya juga diundang siang ini. Yang sampai ke saya (informasinya agenda pertemuan diskusi) tentang BoP," tutur Cholil, dilansir dari Antara.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Sekjen PBNU) yang juga Menteri Sosial, Saifullah Yusuf juga membenarkan undangan terkait pertemuan dengan Prabowo.

"Iya benar ada agenda tersebut jam 14.00 WIB," kata Gus Ipul.

Sama halnya dengan Sekretaris Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti, pihaknya juga menerima undangan terkait agenda pertemuan di Istana siong ini.

"Dari Muhammadiyah akan hadir Prof. Syafiq Mughni (Ketua PP Muhammadiyah) dan saya," ujar Abdul Mu'ti.

Kritik dari MUI

Presiden Prabowo resmi menandatangani piagam keanggotaan Indonesia dalam BoP, di sela-sela forum World Economic Forum 2026 di Davos, Swiss, pada 22 Januari 2026. 

Wakil Ketua Umum MUI M Cholil Nafis menilai keikutsertaan Indonesia dalam forum yang digagas Presiden AS Donald Trump tersebut tidak wajar, mengingat terdapat Perdana Menteri Israel sebagai anggota, sementara Palestina tidak dilibatkan.

Selain itu, MUI juga mengkritisi adanya kewajiban membayar iuran keanggotaan bagi negara-negara anggota BoP.

MUI juga menuding BoP sebagai bentuk neokolonialisme dan menolak konsep “perdamaian semu” yang tidak berbasis keadilan, tidak mengakui Palestina sebagai bangsa terjajah, serta berpotensi melanggengkan pendudukan Israel dalam kemasan perdamaian.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6